Saat kamu mulai tertarik mengambil pinjaman dan investasi, memahami konsep bunga tentu menjadi hal yang sangat penting. Nah, salah satu jenis perhitungan yang paling dasar dan sering ditemui adalah bunga tunggal.
Singkatnya, bunga tunggal adalah bunga yang dihitung hanya berdasarkan modal awal (pokok) selama periode tertentu, tanpa memperhitungkan akumulasi bunga dari periode sebelumnya.
Supaya warga Bank Saqu bisa lebih paham lagi, simak arti, ciri-ciri, rumus, hingga cara menghitungnya lewat artikel ini!
BACA JUGA: Apa Itu Bunga Majemuk? Ini Arti dan Contoh Perhitungannya
Bunga Tunggal Adalah Apa?
Bunga tunggal adalah bentuk imbal hasil atau beban biaya pinjaman yang persentasenya selalu diperhitungkan dari modal awal saja. Jadi, berapa pun lamanya kamu menyimpan atau meminjam dana, nilai bunga per periode tidak akan pernah bertambah.
Lalu, apa perbedaannya dengan bunga majemuk?
Jika bunga majemuk memperhitungkan "bunga atas bunga" pada setiap periodenya, bunga tunggal bersifat konstan karena bunga yang terkumpul di periode sebelumnya diabaikan dalam perhitungan modal baru.
Ciri-Ciri dan Konsep Dasar Bunga Tunggal
Sebelum masuk ke rumus perhitungan, ada baiknya kamu mengenali karakteristik utama yang membedakan sistem ini dari jenis perhitungan lainnya. Pengetahuan dasar ini akan mempermudah kamu saat membaca skema pinjaman maupun simpanan.
Berikut penjelasannya secara lengkap:
1. Nilai Bunga Selalu Tetap
Nominal bunga yang kamu dapatkan atau bayarkan setiap periode akan selalu sama karena perhitungannya tidak pernah berubah dari pokok awal.
2. Tidak Ada Bunga Berbunga
Berbeda dengan bunga majemuk, bunga yang terkumpul di periode sebelumnya tidak akan menambahkan modal awal untuk perhitungan periode berikutnya.
3. Perhitungan yang Sederhana
Sistem ini sangat transparan dan mudah diprediksi, sehingga memudahkan kamu dalam merencanakan keuangan jangka panjang.
Rumus Cara Menghitung Bunga Tunggal
Untuk menghitung besarnya bunga maupun total pengembalian, kamu bisa menggunakan rumus matematika dasar yang sangat praktis. Berikut adalah rumus utama yang wajib kamu ketahui untuk melakukan simulasi sendiri:
Rumus Besarnya Bunga (I)
I = M x i x t
Keterangan:
- I = Jumlah bunga (nominal biaya bunga tambahan)
- M = Modal awal / pokok pinjaman
- i = Suku bunga per periode (dalam desimal atau persentase)
- t = Jangka waktu / periode pinjaman (dalam tahun)
Rumus Total Akhir (Mt)
Mt = M x (1 + (i x t)) atau Mt = M + I
Keterangan:
- Mt = Total kewajiban/utang yang harus dibayar di akhir periode
Contoh Simulasi Perhitungan Bunga Tunggal
Agar kamu lebih memahami penerapannya pada skenario pinjaman (kredit), di mana total uang yang harus dikembalikan bertambah akibat beban bunga, mari kita bedah contoh perhitungannya secara mendetail.
Studi Kasus Simulasi Pinjaman
Kamu mengajukan pinjaman modal sebesar Rp10.000.000 dengan suku bunga tunggal 5% per tahun dan jangka waktu pelunasan selama 3 tahun.
Dari skenario di atas, kita dapat menentukan komponen variabelnya sebagai berikut:
- Pokok Pinjaman (M) = Rp10.000.000
- Suku Bunga per Tahun (i) = 5% = 0,05
- Jangka Waktu (t) = 3 tahun
Langkah 1: Menghitung Total Beban Bunga (I)
Gunakan rumus utama besarnya bunga:
I = M x i x t
Substitusikan nilai variabel yang diketahui:
- I = Rp10.000.000 x 0,05 x 3
- I = Rp500.000 x 3
- I = Rp1.500.000
Penjelasan Alur Beban Bunga per Tahun:
- Tahun ke-1: Beban bunga = Rp10.000.000 x 5% = Rp500.000
- Tahun ke-2: Beban bunga = Rp10.000.000 x 5% = Rp500.000 (tetap dihitung dari pokok awal)
- Tahun ke-3: Beban bunga = Rp10.000.000 x 5% = Rp500.000 (tetap dihitung dari pokok awal)
Maka, akumulasi beban bunga (I) yang harus kamu bayarkan selama 3 tahun adalah Rp1.500.000.
Langkah 2: Menghitung Total Pengembalian Pinjaman (Mt)
Untuk mengetahui berapa total dana yang harus kamu kembalikan kepada pihak penyedia pinjaman di akhir tahun ke-3, hitung total kewajiban dengan rumus:
Mt = M + I
- Mt = Rp10.000.000 + Rp1.500.000 = Rp11.500.000
Langkah 3: Menghitung Angsuran Bulanan (Jika Dicicil)
Jika pinjaman tersebut dicicil setiap bulan selama 3 tahun (36 bulan), kamu tinggal membagi total pengembalian (Mt) dengan jumlah bulan tenor:
- Total Tenor (Bulan): 3 tahun x 12 bulan = 36 bulan
- Cicilan per Bulan: Rp11.500.000 / 36 = Rp319.444 per bulan
Hasil Akhir Simulasi: Dari pinjaman awal sebesar Rp10.000.000, terdapat tambahan biaya bunga sebesar Rp1.500.000, sehingga total uang yang harus dikembalikan seluruhnya adalah Rp11.500.000 dengan estimasi angsuran ringan sekitar Rp319.444 per bulan.
BACA JUGA: Apa Itu Bunga Efektif? Kenali Cara Kerjanya dalam Kredit
Bunga Kompetitif dan Cair Tanpa Nunggu, Saku Kredit dari Bank Saqu Pilihan Tanpa Ragu!
Setelah menyimak penjelasan di atas, pastinya kamu sudah paham betul bunga tunggal adalah apa, kan? Singkatnya, bunga tunggal memberikan kepastian dan kemudahan dalam menghitung imbal hasil maupun beban biaya finansial. Dengan memahami rumus dan cara menghitungnya, kamu bisa membuat keputusan keuangan yang lebih bijak dan terencana.
Nah, buat kamu yang lagi butuh dana tambahan dengan bunga kompetitif yang transparan dan pencairan cepat tanpa beban pikiran, ada Saku Kredit dari Bank Saqu yang bisa diandalkan!
Dengan limit awal mulai dari Rp500.000 hingga Rp30.000.000 dan tenor yang bisa diatur hingga 24 bulan, penuhi segala kebutuhan daruratmu tanpa takut finansial terganggu!
Nikmati kemudahan pinjaman yang aman dan terpercaya dengan download aplikasinya sekarang juga!
Referensi:
- CIMB Niaga. Bunga Tunggal: Pengertian, Rumus, dan Contoh Perhitungannya
- Gramedia. Mengenal Bunga Tunggal dan Majemuk
- Ruangguru. Rumus Menghitung Bunga Tunggal






