Memiliki pinjaman bukan berarti kamu harus bertahan dengan suku bunga, cicilan, atau fasilitas yang kurang menguntungkan hingga masa kredit berakhir. Jika menemukan penawaran yang lebih baik dari lembaga keuangan lain, kamu bisa mempertimbangkan take over pinjaman sebagai salah satu solusi.
Namun, sebelum memutuskan melakukan pinjaman take over, penting untuk memahami cara kerjanya, manfaat, syarat, hingga biaya yang mungkin timbul agar keputusan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan finansialmu.
BACA JUGA: Apa Saja Syarat Kredit Mobil? Cek Tips Ini agar Pengajuanmu Disetujui
Apa Itu Take Over Pinjaman?
Take over pinjaman adalah pengalihan resmi sisa kredit dari kreditur lama ke kreditur baru. Proses ini dilakukan sesuai aturan yang berlaku, sehingga kamu tidak perlu khawatir soal legalitasnya.
Bank atau lembaga pembiayaan baru akan mengevaluasi kelayakan kreditmu lebih dulu. Mereka akan memeriksa riwayat pembayaran, penghasilan, dan nilai jaminan yang kamu miliki sebelum menyetujui take over.
Setelah disetujui, lembaga baru akan melunasi sisa utangmu di tempat lama. Kamu kemudian melanjutkan cicilan ke lembaga baru dengan skema bunga dan tenor yang sudah disepakati.
Manfaat Take Over Pinjaman
Sebelum membahas cara mengajukannya, kamu perlu tahu apa saja yang mendorong seseorang memilih take over pinjaman. Berikut beberapa manfaat yang bisa dirasakan.
1. Mendapatkan Bunga Lebih Rendah
Mendapat bunga lebih murah menjadi alasan yang paling sering muncul. Jika pinjamanmu saat ini punya bunga tinggi, sementara ada lembaga lain yang menawarkan bunga lebih rendah, take over bisa menghemat total cicilanmu.
Selisih bunga yang terlihat kecil bisa berdampak besar untuk pinjaman jangka panjang, seperti KPR atau kredit kendaraan.
2. Meringankan Cicilan Bulanan
Take over memungkinkanmu menegosiasikan ulang tenor pinjaman. Dengan tenor yang lebih panjang, cicilan bulananmu bisa jadi lebih ringan dan arus kasmu lebih mudah diatur.
3. Konsolidasi dan Restrukturisasi Utang
Beberapa orang memakai take over untuk menggabungkan beberapa pinjaman menjadi satu kredit baru. Dengan cara ini, kamu hanya perlu membayar satu angsuran setiap bulan, bukan ke banyak tempat sekaligus.
Jenis-Jenis Take Over Pinjaman
Berikut adalah jenis-jenis take over pinjaman yang paling umum saat ini.
- Take Over Kredit Rumah (KPR): Pemindahan cicilan rumah dari satu bank ke bank lain. Kamu bisa memilih take over jika menemukan bank baru dengan bunga KPR yang lebih rendah dari bank lama.
- Take Over Kredit Kendaraan: Berlaku untuk cicilan mobil atau motor. Lembaga pembiayaan baru akan menilai ulang kondisi kendaraan dan sisa nilai jaminannya sebelum menyetujui pengalihan.
- Take Over Pinjaman Multiguna: Skema ini cocok untuk kamu yang ingin menggabungkan beberapa utang menjadi satu cicilan saja.
- Take Over Kredit dengan Agunan: Biasanya, berlaku pada pinjaman yang dijamin dengan sertifikat rumah, ruko, atau aset lainnya.
Cara Mengajukan Take Over Pinjaman
Bagi kamu yang tertarik untuk mengajukan take over pinjaman, berikut adalah langkah-langkahnya.
- Hubungi bank lama dan sampaikan alasanmu kesulitan membayar cicilan saat ini.
- Tanyakan apakah bank lama punya solusi lain sebelum kamu memutuskan pindah.
- Cari bank atau lembaga pembiayaan baru dengan penawaran bunga dan tenor yang lebih menguntungkan.
- Siapkan dokumen yang dibutuhkan, seperti KTP, slip gaji, dan surat-surat kredit sebelumnya.
- Ajukan permohonan take over ke bank baru dan tunggu proses evaluasi kelayakan kredit.
- Setelah disetujui, bank baru akan melunasi sisa utangmu di bank lama.
Lanjutkan pembayaran cicilan ke bank baru sesuai perjanjian yang sudah disepakati.
BACA JUGA: Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Ini Penjelasan Lengkapnya
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Take Over
Sebelum memutuskan take over pinjaman, kamu perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut agar keputusanmu benar-benar menguntungkan.
- Pelajari biaya pengurusan di bank baru, seperti biaya notaris, appraisal, administrasi, dan materai.
- Hitung total pengeluaran bulananmu setelah take over, termasuk bunga dan tenor yang ditawarkan.
- Baca syarat dan ketentuan dari bank baru secara detail sebelum menandatangani perjanjian.
- Perhatikan rasio nilai agunan terhadap jumlah pinjaman, idealnya agunan menutupi 60% sampai 80% dari total pinjaman.
- Cek apakah bank lama mengenakan biaya penalti untuk pelunasan dipercepat.
Jika setelah dihitung semua biaya masih menguntungkan, take over bisa menjadi langkah yang tepat untuk meringankan bebanmu.
Syarat Umum Mengajukan Take Over Pinjaman
Setiap bank punya kebijakan yang berbeda, tapi umumnya kamu perlu menyiapkan dokumen berikut saat mengajukan take over.
- Kartu identitas seperti KTP dan kartu keluarga
- Slip gaji atau bukti penghasilan tetap
- Fotokopi buku tabungan atau rekening koran tiga bulan terakhir
- Surat perjanjian kredit dan bukti pembayaran cicilan dari bank lama
- Sertifikat atau dokumen jaminan, jika pinjamanmu memakai agunan
Melengkapi dokumen ini sejak awal akan mempercepat proses evaluasi kelayakan kreditmu di bank baru.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Take Over?
Take over pinjaman akan lebih menguntungkan jika kamu melakukannya pada kondisi yang tepat. Berikut beberapa situasi yang bisa jadi pertimbangan.
- Tersedia penawaran bunga yang lebih kompetitif
- Ingin menyesuaikan tenor agar cicilan lebih ringan
- Membutuhkan layanan atau fitur kredit yang lebih baik
- Kondisi keuangan berubah sehingga memerlukan skema pembayaran yang lebih sesuai
Namun, jika selisih bunga sangat kecil sementara biaya take over cukup besar, mempertahankan pinjaman lama mungkin menjadi pilihan yang lebih efisien.
Tips Sebelum Melakukan Take Over Pinjaman
Beberapa tips yang bisa dilakukan sebelum take over pinjaman, antara lain:
- Bandingkan Total Biaya: Jangan hanya melihat bunga, tapi juga biaya administrasi, provisi, penalti, dan biaya lainnya.
- Hitung Total Cicilan: Pastikan total pembayaran hingga pinjaman lunas benar-benar lebih menguntungkan.
- Periksa Tenor Baru: Tenor yang lebih panjang memang dapat menurunkan cicilan bulanan, tetapi total bunga yang dibayarkan bisa menjadi lebih besar.
- Pastikan Riwayat Kredit Baik: Riwayat pembayaran yang lancar akan meningkatkan peluang pengajuan take over disetujui.
- Pilih Lembaga Keuangan Terpercaya: Pastikan lembaga keuangan memberikan informasi biaya, bunga, dan ketentuan secara transparan.
BACA JUGA: Apa Itu Debt Burden Ratio? Ini Cara Menghitung dan Fungsinya
Butuh Dana Tunai dengan Proses Praktis? Coba Saku Kredit dari Bank Saqu
Take over pinjaman adalah proses memindahkan sisa kewajiban kredit dari satu lembaga keuangan ke lembaga lainnya dengan harapan memperoleh penawaran yang lebih sesuai, seperti bunga yang lebih kompetitif, tenor lebih fleksibel, atau cicilan yang lebih ringan.
Selain mempertimbangkan take over pinjaman, kamu juga bisa memilih solusi pembiayaan yang praktis melalui Saku Kredit dari Bank Saqu untuk memenuhi berbagai kebutuhan finansial.
Fitur dari Bank Saqu ini memungkinkan kamu untuk mendapat limit pinjaman tunai mulai dari Rp500.000 dengan tenor cicilan hingga 24 bulan dan bunga mulai dari 2% saja, lho. Jadi, kamu akan lebih mudah merencanakan pembayaran dan mengelola keuangan.
Jika kamu butuh dana tambahan dengan proses yang mudah dan transparan hanya lewat aplikasi, coba Saku Kredit dari Bank Saqu sekarang juga!






