Inspirasi Warga

Apakah Memberikan Nomor Rekening Berbahaya? Ini Faktanya

28 Okt 2026

thumbnail

Nomor rekening adalah informasi yang paling sering disebarkan, terutama untuk memastikan agar transfer dana tidak salah tujuan. Akan tetapi, pernahkah kamu membayangkan apakah memberikan nomor rekening berbahaya atau tetap aman bagi saldomu?

Pertanyaan ini jadi salah satu kebingungan banyak orang dan kamu perlu tahu fakta dibalik keputusan memberikan nomor rekening ke pihak lain. Artikel ini akan menjawab pertanyaanmu hingga kamu dapat mengelola nomor rekening lebih baik lagi dengan langkah-langkah yang tepat.

BACA JUGA: Apa Itu Phishing? Waspada Kamu Jadi Target Berikutnya!

Apakah Memberikan Nomor Rekening Berbahaya bagi Saldo Kamu?

Keputusan untuk membagikan nomor rekening masih cukup aman jika kamu memberikannya ke pihak yang terpercaya. Misalnya, seseorang yang benar-benar kamu kenal latar belakangnya atau institusi/merchant yang terkenal menerapkan prosedur keamanan data pribadi.

Memberikan nomor rekening bisa jadi berbahaya jika pihak asing memintanya tanpa alasan jelas. Meski begitu, jika nomor rekeningmu jatuh ke tangan mereka, saldo masih terjaga karena pelaku tetap membutuhkan PIN, OTP, atau kata sandi untuk mengakses isi rekening kamu.

Kenapa Nomor Rekening Tidak Boleh Dibagikan Secara Bebas?

Nomor rekening adalah data keuangan pribadi yang spesifik menurut Pasal 4 Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022. Di ketentuan yang sama, dijelaskan kalau data pribadi spesifik harus punya tujuan yang dinyatakan jelas saat data diberikan dan digunakan sesuai tujuan pemrosesannya.

Dengan begitu, nomor rekening tetap aman dibagikan selama kamu hanya memberikan nomor rekening, nama bank, dan nama penerima saja jika kamu mengetahui maksud dari diberikannya nomor tersebut. 

Modus Kejahatan Jika Nomor Rekening Disalahgunakan

Memahami apakah memberikan nomor rekening berbahaya akan membantu kamu mengenali beberapa potensi kejahatan menggunakan nomor rekening, seperti:

1. Phishing dan Penipuan

Phishing adalah penipuan yang bertujuan untuk memperoleh data pribadi korban dengan berpura-pura menjadi institusi atau organisasi resmi. Modus phising biasanya dilakukan via email, pesan di aplikasi messenger, atau panggilan telepon. Contohnya, adalah kabar palsu tentang rekeningmu yang akan diblokir.

2. Rekening Penampung Berlapis

Rekening yang disalahgunakan juga berpotensi diubah menjadi rekening penampung, yaitu rekening yang menampung lalu meneruskan dana hasil penipuan ke pihak bersekongkol lainnya. Modus kejahatan ini memakai jaringan rekening penampung berlapis supaya uang korban berpindah ke puluhan rekening dalam hitungan menit.

3. Jebakan Salah Transfer

Salah transfer terjadi ketika nomor rekeningmu sudah menjadi rekening pencairan dana pinjol (pinjaman online) yang diajukan oleh pihak tidak bertanggung jawab menggunakan nomor rekening dan KTP yang bocor. Biasanya, pihak tersebut akan meminta kamu mengembalikan dana ke rekening mereka, namun pinjaman telah terdaftar atas nama kamu.

4. SIM Swap

Dari nomor rekening yang tersebar, ditambah nomor HP dan nama lengkap, pelaku bisa membuat KTP palsu untuk meminta pengalihan nomor korban ke SIM card baru yang akan mereka gunakan. Setelah nomor berpindah, pelaku bisa mengakses mobile banking dari kode OTP yang masuk dan nomor rekening.

Cara Mengelola Nomor Rekening Agar Tetap Aman

Modus kejahatannya memang terdengar mengerikan. Tapi, kamu tetap bisa membuat nomor rekening jauh dari potensi penyalahgunaan pihak yang tidak bertanggung jawab dengan melakukan beberapa cara berikut:

1. Batasi Pihak yang Mengetahui Nomor Rekeningmu

Cukup bagikan nomor rekening ke pihak-pihak yang kamu kenal dan terbukti reputasinya untuk bertransaksi. Hindari juga mengunggah nomor rekening di grup terbuka atau media sosial, dan kirim nomor rekening lewat pesan pribadi.

2. Jangan Bagikan atau Tampilkan Kode PIN, OTP, dan Password

PIN, OTP, dan kata sandi adalah pintu utama untuk mengakses isi rekening, jadi ketiganya tidak boleh diberikan kepada siapapun, sekalipun kepada pihak yang paling kamu percayai. Pastikan hanya kamu yang mengetahui PIN, kode OTP, dan kata sandi, ya.

3. Minta Pemblokiran Rekening ke Bank 

Jika kamu terlanjur menjadi korban penipuan yang memanfaatkan rekeningmu, segera hubungi call center bank untuk memblokir rekening. Jangan tunda untuk melaporkan penipuan yang kamu alami, karena penipu dapat memindahkan uang dalam hitungan menit. Hadapi dengan tenang, supaya kamu bisa mengambil langkah terukur.

4. Lapor ke IASC

Segera lapor ke IASC untuk memblokir rekening penipu yang mengambil saldo rekeningmu. Saat melapor pastikan lampirkan juga:

  1. Data diri pelapor
  2. Data diri terlapor
  3. Kronologi, detail transaksi, data rekening pelapor dan terlapor
  4. Bukti transaksi, komunikasi, sumber informasi, dan bukti pendukung lain

BACA JUGA: Cara Melaporkan Penipuan Online Terbaru 2026, Ini Langkahnya

Selalu Jaga Nomor Rekeningmu, Manfaatkan Saku Utama dari Bank Saqu Sebagai Rekening Utama

Itulah pembahasan lengkap tentang apakah memberikan nomor rekening berbahaya atau tidak. Selalu pastikan data keuangan pribadimu terjaga dengan baik kapanpun dan di mana pun agar kamu tidak menjadi korban penipuan. 

Jadikan Saku Utama sebagai rekening utama untuk menerima transfer. Dana dari bank lain langsung masuk ke Saku Utama, jadi kamu cukup membagikan satu nomor rekening. Layanan resmi Bank Saqu siap membantumu 24/7 mengidentifikasi aktivitas mencurigakan yang terjadi di rekeningmu. 

Hubungi 1500388 atau (021) 30003388, atau laporkan melalui email dibantu@banksaqu.co.id. Untuk layanan yang lebih lengkap, download aplikasi Bank Saqu sekarang!

Referensi

  1. Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Diakses dari https://peraturan.bpk.go.id/Details/229798/uu-no-27-tahun-2022.
  2. Indonesia Anti-Scam Centre. FAQ. Diakses dari https://iasc.ojk.go.id/#faq
Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.