Inspirasi Warga

Apakah Boleh Renovasi Rumah KPR? Ini Syarat dan Tipsnya

08 Okt 2026

thumbnail

Hi Warga, 

Punya rumah yang masih dalam masa cicilan bukan berarti kamu harus membiarkannya dalam kondisi yang sama sampai KPR lunas. Kalau ada bagian rumah yang perlu diperbaiki atau kebutuhan keluarga berubah, renovasi tetap bisa menjadi pilihan.

Tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum tukang mulai membongkar tembok. Rumah yang masih dalam masa KPR biasanya masih menjadi bagian dari agunan kredit, sehingga perubahan bangunan sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan perjanjian kredit dan ketentuan bank.

Selain itu, renovasi tertentu juga bisa berkaitan dengan aturan bangunan yang berlaku di daerah tempat rumah berada.

Baca juga: Pelajari Apa Itu KPR Rumah, Jenis, dan Syaratnya sebelum Beli Rumah Pertamamu

Apakah Rumah yang Masih KPR Boleh Direnovasi?

Pada dasarnya, memiliki KPR tidak berarti rumah sama sekali tidak boleh direnovasi. Namun, ketentuan mengenai renovasi perlu dicek kembali dalam perjanjian KPR dan kepada bank yang memberikan kredit, terutama jika renovasinya cukup besar.

Hal ini berbeda dengan renovasi ringan seperti mengecat dinding atau mengganti keramik dengan pekerjaan yang mengubah struktur atau bentuk bangunan secara signifikan.

Kalau rencananya adalah menambah lantai, memperluas bangunan, mengubah tampak depan, atau membongkar bagian struktur, sebaiknya jangan langsung dikerjakan sebelum memastikan ketentuannya.

Apa Saja yang Perlu Dicek Sebelum Renovasi?

Ada beberapa hal yang sebaiknya dibereskan lebih dulu.

1. Cek perjanjian KPR

Buka kembali dokumen kredit ketika pertama kali membeli rumah. Cari tahu apakah terdapat ketentuan mengenai perubahan atau renovasi terhadap objek yang menjadi agunan.

Kalau informasinya kurang jelas, hubungi bank. Lebih baik memastikan sejak awal daripada baru mengetahui ada ketentuan tertentu setelah renovasi berjalan.

2. Lihat skala renovasi

Renovasi ringan tentu berbeda dengan pembangunan ulang sebagian rumah.

Mengecat ulang kamar, mengganti lampu, atau memperbarui furnitur biasanya tidak sama risikonya dengan menambah kamar, mengubah struktur, atau membuat lantai tambahan.

Semakin besar perubahan yang dilakukan, semakin penting untuk memastikan aspek teknis, administrasi, dan ketentuan dari bank.

3. Periksa dokumen bangunan

Dokumen bangunan juga perlu diperhatikan, terutama jika renovasi mengubah bagian fisik rumah.

Kementerian Pekerjaan Umum menjelaskan bahwa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) merupakan perizinan yang diperlukan untuk pembangunan, termasuk merenovasi atau mengubah bangunan sesuai rencana teknis yang diajukan. 

Apakah Renovasi Rumah Perlu PBG?

Tidak semua renovasi otomatis membutuhkan PBG perubahan.

Ketentuannya bergantung pada jenis perubahan yang dilakukan. Dalam aturan bangunan gedung, PBG perubahan dapat berkaitan dengan perubahan fungsi bangunan, jumlah lantai, luas bangunan, tampak bangunan, maupun perubahan spesifikasi dan dimensi komponen tertentu yang memengaruhi keselamatan atau kesehatan. 

Sementara itu, pekerjaan yang sifatnya pemeliharaan dan perawatan termasuk yang dikecualikan dari PBG perubahan. 

Jadi, mengganti cat rumah tentu berbeda dengan memperluas bangunan atau menambah lantai.

Kalau masih ragu apakah renovasi yang direncanakan membutuhkan PBG perubahan, pengecekan bisa dilakukan melalui layanan bangunan gedung di daerah masing-masing.

Baca juga: Syarat KPR Rumah Subsidi vs Komersil: 8 Aspek Penting yang Harus Dipahami

Contoh Renovasi Rumah KPR yang Perlu Dipertimbangkan

Tidak semua renovasi memiliki tingkat perubahan yang sama. Beberapa contohnya:

  • Mengganti lantai atau mengecat ulang biasanya termasuk pekerjaan yang sifatnya lebih sederhana.
  • Membuat ulang dapur perlu dilihat dari pekerjaan yang dilakukan. Kalau hanya mengganti kitchen set, tentu berbeda dengan membongkar dinding atau mengubah jalur utilitas.
  • Menambah kamar dapat mengubah luas atau tata ruang bangunan sehingga perlu diperiksa lebih lanjut.
  • Menambah lantai merupakan perubahan yang jauh lebih signifikan karena berkaitan dengan struktur bangunan.
  • Mengubah fasad rumah juga perlu diperhatikan karena perubahan tampak bangunan termasuk salah satu jenis perubahan yang dapat berkaitan dengan PBG perubahan. 

Tips Renovasi Rumah yang Masih Dicicil

Renovasi rumah sambil tetap membayar cicilan membutuhkan perencanaan yang lebih rapi. Jangan sampai biaya renovasi membuat pembayaran KPR justru terganggu.

1. Tentukan bagian yang paling penting

Tidak semua bagian rumah harus direnovasi sekaligus. Buat daftar kebutuhan, lalu tentukan mana yang paling mendesak.

Kalau atap bocor, misalnya, memperbaikinya tentu lebih penting daripada mengganti dekorasi ruang tamu.

2. Buat anggaran sejak awal

Hitung kebutuhan material, ongkos tukang, desain jika diperlukan, serta biaya administrasi atau perizinan yang mungkin muncul.

Sisakan dana cadangan karena biaya renovasi cukup mudah berubah ketika pekerjaan sudah dimulai.

3. Pastikan cicilan tetap aman

Dana renovasi sebaiknya tidak membuat pembayaran KPR terabaikan. Kalau anggaran yang tersedia belum cukup, lebih baik mengurangi lingkup pekerjaan daripada memaksakan seluruh renovasi sekaligus.

4. Konfirmasi ke bank untuk perubahan besar

Untuk renovasi yang mengubah bentuk atau struktur rumah secara signifikan, konfirmasi kepada bank merupakan langkah yang lebih aman. Selain memastikan kesesuaian dengan perjanjian KPR, kamu juga bisa mengetahui apakah ada dokumen tambahan yang perlu disiapkan.

Baca juga: Gen Z Tetap Bisa Beli Rumah Impian dengan 10 Tips Praktis Ini!

Butuh Dana Tambahan untuk Renovasi?

Kalau tabungan yang sudah disiapkan belum cukup untuk menyelesaikan renovasi, kamu bisa mempertimbangkan fasilitas kredit sebagai tambahan dana. Tentunya, jumlah yang digunakan tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan membayar supaya cicilan tidak mengganggu kebutuhan rutin dan pembayaran KPR.

Salah satu yang bisa kamu pertimbangkan adalah Saku Kredit Bank Saqu. Fasilitas ini tersedia di aplikasi Bank Saqu dengan limit awal hingga Rp30 juta dan dengan pilihan tenor sampai 24 bulan, sesuai ketentuan yang berlaku.

Jadi, ketika ada kebutuhan renovasi yang muncul di tengah jalan, seperti membeli material tambahan atau menyelesaikan pekerjaan yang belum masuk anggaran awal, Saku Kredit bisa menjadi salah satu opsi untuk membantu memenuhi kebutuhan dana tersebut.

Yuk, download Bank Saqu dan coba daftar lalu ajukan Saku Kredit untuk kebutuhan renovasimu. Cek limit, bunga, tenor, dan ketentuannya terlebih dahulu, lalu pastikan cicilannya tetap sesuai dengan kemampuan finansialmu.

Simulasikan Pinjamanmu

Loading...
Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.