Saku 101

Apakah KPR Bisa Dilunasi Sebelum Waktunya? Ini Detailnya

23 Sep 2026

thumbnail

Hi Warga Bank Saqu,

KPR biasanya jadi komitmen jangka panjang. Tenornya bisa 10, 15, bahkan 20 tahun. Selama itu pula ada cicilan yang perlu dibayar setiap bulan.

Tapi kondisi keuangan bisa berubah. Pemasukan bertambah, mendapat bonus, atau tabungan sudah cukup untuk membayar sisa pinjaman. Dalam kondisi seperti ini, sebagian orang memilih melunasi KPR sebelum tenor berakhir.

KPR memang bisa dilunasi lebih cepat, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhitungkan sebelum menggunakan dana yang tersedia.

Baca juga: Apa Syarat dari Rumah KPR Subsidi? Cek juga Tips Memilihya!

Apakah KPR Bisa Dilunasi Sebelum Waktunya?

KPR bisa dilunasi sebelum tenor berakhir sesuai ketentuan bank dan perjanjian kredit yang berlaku.

Proses ini dikenal sebagai pelunasan dipercepat, yaitu pembayaran seluruh sisa kewajiban KPR sebelum jadwal cicilan berakhir.

Jumlah yang perlu dibayarkan juga tidak selalu sama dengan total seluruh cicilan yang tersisa. Bank akan menghitung sisa pokok pinjaman beserta biaya lain yang mungkin berlaku.

Karena itu, kalau ingin melakukan pelunasan lebih awal, sebaiknya minta rincian resmi dari bank. Dari sana akan terlihat berapa dana yang benar-benar perlu disiapkan.

Apa Saja yang Perlu Dibayar?

Ada beberapa komponen yang perlu diperhatikan ketika menghitung pelunasan KPR. Sisa pokok pinjaman merupakan bagian dari pinjaman yang masih belum dibayarkan.

Kemudian ada biaya atau penalti pelunasan dipercepat, jika memang tercantum dalam perjanjian kredit. Besarnya bisa berbeda antara satu bank dan produk KPR dengan lainnya.

Ada pula kemungkinan biaya administrasi atau kewajiban lain yang masih harus diselesaikan.

Jadi, jangan hanya melihat jumlah cicilan yang masih tersisa. Minta angka total pelunasan dari bank supaya perhitungannya lebih jelas.

Melunasi KPR Lebih Cepat, Memang Lebih Hemat?

Melunasi KPR sebelum tenor berakhir memang bisa mengurangi bunga yang seharusnya dibayar sampai akhir masa kredit. Namun, tetap ada biaya pelunasan yang perlu diperhitungkan.

Misalnya, masih ada sisa pokok pinjaman Rp300 juta. Kalau KPR diteruskan, masih ada bunga yang harus dibayar. Sementara jika dilunasi lebih awal, bisa saja ada biaya atau penalti sesuai ketentuan perjanjian kredit.

Karena itu, perhitungannya tidak cukup hanya melihat sisa pokok pinjaman. Bandingkan bunga yang masih harus dibayar sampai akhir tenor dengan total biaya pelunasan lebih awal.

Dari sana baru terlihat apakah pelunasan lebih cepat memberikan penghematan yang berarti.

Hal ini juga penting diperhatikan sejak awal ketika memilih KPR. Bank Saqu sebelumnya menyarankan calon debitur untuk melihat ketentuan pelunasan lebih awal, termasuk ada atau tidaknya penalti, sebelum memilih produk KPR.

Jangan Sampai Rumah Lunas, Tabungan Ikut Habis

Melunasi KPR juga perlu dilihat dari kondisi keuangan secara keseluruhan.

Misalnya punya tabungan Rp400 juta dengan sisa KPR Rp300 juta. Secara nominal memang cukup untuk melunasi. Tapi setelah pembayaran dilakukan, dana yang tersisa hanya Rp100 juta.

Kalau tabungan tersebut juga menjadi dana darurat atau masih dibutuhkan untuk kebutuhan lain dalam waktu dekat, menghabiskannya untuk pelunasan KPR belum tentu menjadi pilihan yang paling nyaman.

Bebas dari cicilan memang terasa lega, tetapi tetap perlu ada dana yang cukup untuk menjalani kebutuhan setelahnya.

Karena itu, dana yang tersedia sebaiknya tidak hanya dibandingkan dengan sisa utang. Lihat juga kebutuhan beberapa bulan atau tahun ke depan, termasuk dana darurat dan rencana keuangan lainnya.

Baca juga: Gen Z Tetap Bisa Beli Rumah Impian dengan 10 Tips Praktis Ini!

Kapan Pelunasan KPR Lebih Cepat Bisa Dipertimbangkan?

Pelunasan lebih awal bisa menjadi pilihan ketika kondisi keuangan memang sudah cukup kuat.

Beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan antara lain:

  • Dana untuk melunasi KPR tersedia tanpa menghabiskan dana darurat. 
  • Bunga yang bisa dihemat lebih besar dibandingkan biaya pelunasan. 
  • Tidak ada kebutuhan besar dalam waktu dekat yang membutuhkan dana tersebut. 
  • Cicilan KPR ingin dihentikan agar ada ruang lebih besar untuk tujuan finansial berikutnya. 

Sebaliknya, kalau seluruh tabungan harus digunakan untuk melunasi KPR, mempertahankan sebagian dana dan melanjutkan cicilan bisa menjadi pilihan yang lebih aman untuk cash flow.

Punya dana lebih bukan berarti seluruhnya harus digunakan untuk membayar utang. Ada kalanya menjaga likuiditas juga sama pentingnya.

Bagaimana Cara Melunasi KPR Sebelum Tenor Berakhir?

Kalau sudah memutuskan untuk melunasi KPR lebih cepat, langkah pertama adalah menghubungi bank tempat KPR berjalan.

Minta informasi mengenai sisa pokok pinjaman, biaya pelunasan, penalti jika ada, serta dokumen yang perlu disiapkan.

Setelah mendapatkan rincian tersebut, kamu bisa menghitung kembali apakah dana yang tersedia cukup dan bagaimana kondisi keuangan setelah KPR dilunasi.

Setelah pembayaran selesai, jangan lupa memastikan seluruh dokumen pelunasan dan dokumen terkait agunan sudah diterima sesuai prosedur bank.

Baca juga: Syarat KPR Rumah Subsidi vs Komersil: 8 Aspek Penting

Jadi, Haruskah KPR Dilunasi Lebih Cepat?

Tidak ada keharusan untuk melunasi KPR sebelum tenor berakhir hanya karena sudah memiliki dana yang cukup.

Keputusan tersebut sebaiknya melihat dua sisi sekaligus: berapa biaya yang bisa dihemat dan seberapa besar dana yang harus dikeluarkan sekarang.

Kalau bunga yang bisa dihemat cukup besar, biaya pelunasan rendah, dan dana darurat tetap aman, melunasi KPR lebih cepat bisa menjadi pilihan. Sebaliknya, kalau pelunasan membuat hampir seluruh tabungan habis, mempertahankan cicilan sambil menjaga dana tetap tersedia juga bisa lebih masuk akal.

Pada akhirnya, yang dicari bukan sekadar rumah yang sudah lunas, tetapi kondisi keuangan yang tetap nyaman setelahnya.

Kalau kamu sedang mencari KPR untuk memiliki rumah, Bank Saqu juga menyediakan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) yang bisa menjadi salah satu pilihan pembiayaan. 

Cari tahu lebih lanjut mengenai KPR Bank Saqu dan sesuaikan pilihan pembiayaan dengan kebutuhan serta kemampuan finansialmu.

Untuk mendukung kebutuhan finansial sehari-hari, kamu juga bisa menggunakan berbagai layanan perbankan dari Bank Saqu. Download aplikasi Bank Saqu dan temukan layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Simulasikan Pinjamanmu

Loading...
Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.