Akhir tahun hingga permulaan awal tahun selalu identik dengan momen belanja besar-besaran. Mulai dari Harbolnas hingga promo Natal dan Tahun Baru. Nah, jika kamu ingin memanfaatkan banyaknya promo tersebut, pastikan tahu cara menghemat uang saat belanja agar tak boncos!
Tawaran potongan harga yang menggiurkan sering kali membuat kita tergoda untuk membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Kalau tidak hati-hati, bukannya untung, kondisi keuangan justru bisa berantakan di awal tahun berikutnya.
Karena itu, penting untuk memahami cara menghemat uang saat berburu diskonan akhir dan awal tahun. Belanja boleh, menikmati promo juga sah-sah saja, asalkan tetap terencana dan tidak mengorbankan kesehatan keuangan jangka panjang.
Cara Menghemat Uang saat Belanja Diskonan
Inilah beberapa tips praktis dan realistis agar kamu tetap bisa menikmati diskon akhir dan awal tahun tanpa rasa menyesal.
1. Tentukan Anggaran Belanja Sejak Awal
Langkah paling mendasar dalam cara menghemat uang saat musim diskon ialah dengan menentukan anggaran belanja. Jangan menunggu sampai melihat promo baru berpikir soal budget. Idealnya, anggaran sudah disiapkan sejak awal bulan atau bahkan beberapa bulan sebelumnya.
Pisahkan anggaran belanja diskon dari kebutuhan rutin seperti makan, transportasi, cicilan, dan tabungan. Dengan begitu, kamu tahu batas maksimal pengeluaran yang masih aman. Anggaran ini juga berfungsi sebagai “rem” agar kamu tidak kalap ketika melihat diskon besar.
Kamu juga bisa menggunakan sistem amplop atau pos anggaran digital. Jika anggaran diskon sudah habis, itu tandanya kamu harus berhenti belanja.
2. Buat Daftar Kebutuhan, Bukan Keinginan
Diskon sering kali membuat batas antara kebutuhan dan keinginan menjadi kabur. Oleh karena itu, sebelum mulai belanja, buatlah daftar barang yang benar-benar dibutuhkan. Misalnya, pakaian kerja yang sudah usang, peralatan rumah tangga yang rusak, atau perlengkapan sekolah anak.
Dengan memiliki daftar ini, kamu bisa lebih fokus dan tidak mudah tergoda oleh barang-barang impulsif. Cara ini terbukti efektif untuk membuatmu tetap hemat karena setiap pembelian punya tujuan yang jelas, bukan sekadar ikut tren.
Jika menemukan barang di luar daftar, beri jeda waktu minimal 24 jam sebelum memutuskan membeli. Biasanya, keinginan impulsif akan mereda dengan sendirinya.
3. Jangan Terkecoh Diskon Besar Tanpa Hitung Harga Asli
Diskon 50%, 70%, bahkan 90% memang terlihat menggiurkan. Namun, jangan langsung percaya begitu saja. Banyak toko yang menaikkan harga awal terlebih dahulu sebelum memberi diskon, sehingga potongannya terlihat besar padahal harganya biasa saja.
Bandingkan harga barang yang sama di beberapa toko atau platform. Dengan begitu, kamu dapat membeli barang tersebut saat harganya paling rendah, menurut Times-Call.
Manfaatkan fitur perbandingan harga atau riwayat harga di marketplace. Langkah sederhana ini adalah cara menghemat uang yang sering diabaikan, padahal dampaknya cukup signifikan. Ingat, diskon besar tidak selalu berarti lebih murah.
4. Manfaatkan Promo Tambahan dengan Bijak
Selain diskon, biasanya juga banyak brand yang menawarkan promo tambahan seperti cashback, gratis ongkir, voucher, dan poin reward. Promo ini bisa membantu menghemat pengeluaran jika digunakan dengan tepat.
Namun, jangan sampai kamu membeli barang hanya karena ingin menggunakan voucher atau cashback. Prinsipnya tetap sama, yaitu promo digunakan untuk kebutuhan, bukan sebaliknya. Cara berpikir ini penting dalam menjaga kesehatan keuangan.
Gunakan promo sebagai salah satu cara menghemat uang, bukan sebagai alasan untuk belanja berlebihan. Kamu bisa memanfaatkan promo dari Bank Saqu yang pastinya bisa membuatmu lebih hemat saat belanja. Belanja dengan QRIS Bank Saqu dan dapatkan cashback serta diskon yang menarik sekarang juga!
5. Hindari Mengandalkan Paylater dan Kartu Kredit Berlebihan
Salah satu jebakan terbesar saat belanja diskonan akhir tahun adalah kemudahan pembayaran seperti paylater dan kartu kredit. Memang praktis, tapi jika tidak dikontrol, tagihan di bulan-bulan berikutnya bisa menjadi beban.
Jika memang harus menggunakan paylater atau kartu kredit, pastikan kamu sudah menghitung kemampuan bayar. Gunakan tenor terpendek dan hindari bunga tinggi. Jangan pernah menganggap limit sebagai “uang tambahan”.
Mengontrol metode pembayaran adalah bagian penting dari berhemat sekaligus menjaga arus kas tetap sehat.
6. Kualitas Lebih Penting dari Kuantitas
Diskon sering membuat kita membeli banyak barang dengan harga murah, tapi kualitasnya kurang baik. Akibatnya, barang cepat rusak dan justru menambah pengeluaran di kemudian hari.
Lebih baik membeli satu barang berkualitas tinggi yang benar-benar dibutuhkan daripada banyak barang murah yang tidak awet. Prinsip ini sejalan dengan cara berhemat jangka panjang karena kamu tidak perlu sering mengganti barang.
Belanja cerdas bukan soal seberapa banyak yang dibeli, tapi seberapa tepat pilihanmu.
7. Waspadai FOMO dan Tekanan Sosial
Akhir tahun sering dibarengi dengan unggahan media sosial tentang hasil belanja, unboxing, atau haul diskonan. Tanpa disadari, ini bisa memicu FOMO (fear of missing out) dan membuat kita merasa “harus ikut”.
Ingat bahwa kondisi keuangan setiap orang berbeda. Apa yang terlihat mampu bagi orang lain belum tentu cocok untuk situasimu. Salah satu cara menghemat uang paling penting adalah fokus pada kebutuhan dan tujuan finansial pribadi, bukan membandingkan diri dengan orang lain.
8. Sisihkan Dana Tabungan dan Dana Darurat Tetap Prioritas
Meskipun sedang musim diskon, jangan lupakan kewajiban finansial utama seperti menabung dan mengisi dana darurat. Idealnya, pos ini sudah “diamankan” terlebih dahulu sebelum uang digunakan untuk belanja.
Dengan cara ini, kamu bisa belanja dengan lebih tenang karena tahu kondisi keuangan tetap aman. Ini adalah fondasi utama dari finansial yang sehat dan berkelanjutan.
9. Evaluasi Pengeluaran Setelah Belanja
Setelah selesai berburu diskonan, luangkan waktu untuk mengevaluasi pengeluaran. Bandingkan anggaran dengan realisasi, lalu catat barang apa saja yang dibeli.
Evaluasi ini berguna sebagai pembelajaran untuk tahun berikutnya. Kamu jadi tahu area mana yang masih bisa diperbaiki agar kesehatan keuanganmu tetap aman di masa depan.
Berbelanja diskonan akhir dan awal tahun memang menyenangkan dan bisa menjadi cara cerdas untuk mendapatkan barang dengan harga lebih murah. Namun, tanpa perencanaan yang matang, diskon justru berpotensi merusak kesehatan keuangan.
Dengan menerapkan berbagai cara menghemat uang seperti yang sudah disebutkan di atas, kamu tetap bisa menikmati momen akhir tahun tanpa rasa khawatir. Ingat, tujuan utama belanja hemat bukan sekadar mendapatkan harga murah, tapi menjaga keuangan tetap stabil hingga tahun baru dan seterusnya.
Jangan lupa manfaatkan promo yang ditawarkan Bank Saqu agar kamu bisa lebih hemat dan untung, ya! Yuk, download dulu aplikasi Bank Saqu di Android dan iOS lalu buat rekeningnya sekarang juga!





