Kemudahan pengajuan dan promosi yang menarik membuat kredit semakin diminati. Namun, tidak semua peminjam mampu mempertahankan kedisiplinan pembayaran, sehingga muncul kondisi yang dikenal sebagai kredit bermasalah.
Sebenarnya kredit bermasalah adalah kondisi ketika debitur tidak mampu membayar cicilan sesuai jadwal yang telah disepakati dengan pihak pemberi kredit. Jika keterlambatan ini berlangsung lama, maka status kredit akan menurun ke dalam kategori seperti kurang lancar, diragukan, hingga macet.
Semakin buruk status kredit seseorang, semakin besar dampaknya terhadap keuangan mereka di masa depan. Kredit bermasalah bukan hanya soal ada tunggakan. Melansir CNBC Indonesia, tingkat kredit macet di seluruh provinsi Indonesia mencapai Rp2,25 triliun hingga bulan Agustus 2025.
Ada konsekuensi psikologis dan sosial yang muncul seperti rasa stres, konflik keluarga, dan reputasi finansial yang turun, terutama karena informasi kredit kini tercatat dan bisa diakses melalui sistem seperti SLIK OJK.
Oleh karena itu, penting untuk memahami apa saja penyebab terjadinya kredit bermasalah serta bagaimana langkah efektif untuk mengatasinya.
Penyebab Utama Terjadinya Kredit Bermasalah
Masalah ini tidak muncul begitu saja. Sebagian besar dipicu oleh kombinasi dari beberapa faktor berikut:
1. Perencanaan Keuangan yang Kurang Matang
Banyak debitur mengajukan kredit karena tergiur promo, cashback, atau limit besar, bukan karena kebutuhan yang terencana. Mereka hanya mempertimbangkan cicilan per bulan, tanpa menghitung:
- Total utang jangka panjang
- Kebutuhan bulanan yang dapat berubah
- Potensi risiko finansial di masa depan
Akibatnya, saat ada kebutuhan mendadak, cicilan pun terabaikan dan kredit bermasalah muncul.
2. Pendapatan Tidak Stabil atau Menurun
Dinamisnya kondisi ekonomi membuat banyak orang mengalami perubahan pendapatan seperti:
- Pemotongan gaji
- Tidak mencapai target komisi
- Usaha sepi pelanggan
- Perubahan tren bisnis
Jika pendapatan turun namun cicilan tetap berjalan, debitur akan mulai kesulitan membayar.
3. Gaya Hidup Konsumtif dan Tidak Terukur
Ada istilah lifestyle inflation yaitu ketika pendapatan naik sedikit, pengeluaran ikut naik drastis. Kredit sering digunakan untuk membiayai gaya hidup konsumtif seperti:
- Belanja brand premium
- Liburan mewah
- Gadget terbaru
Padahal kredit yang sehat idealnya digunakan untuk tujuan yang memberikan nilai ekonomi jangka panjang.
4. Kurangnya Pengetahuan tentang Kredit
Masih banyak masyarakat yang mengajukan kredit tanpa memahami detail perjanjian, seperti:
- Suku bunga efektif vs flat
- Biaya administrasi tambahan
- Konsekuensi keterlambatan yang dilaporkan ke SLIK
- Sistem penagihan dan penambahan denda
Ketika biaya tak terduga muncul, kondisi finansial mulai terganggu.
5. Menggunakan Kredit untuk Menutup Kredit Lain
Praktik gali lubang tutup lubang ini tampaknya menjadi solusi jangka pendek, tetapi justru memperburuk keadaan jika dilakukan terus-menerus tanpa perbaikan pendapatan.
6. Kurangnya Disiplin dalam Pembayaran
Beberapa orang sengaja menunda pembayaran karena merasa masih ada waktu. Namun, penundaan yang berulang berakibat pada:
- Akumulasi denda
- Penurunan skor kredit
- Akhirnya masuk daftar kredit bermasalah
7. Situasi Darurat yang Tidak Terduga
Faktor eksternal yang sering menjadi penyebab kredit bermasalah:
- Perawatan medis jangka panjang
- Perceraian atau perubahan tanggungan keluarga
- Bencana alam
- Kehilangan pekerjaan tanpa dana darurat
Tanpa cadangan keuangan, kredit terpaksa dikorbankan.
Dampak Kredit Bermasalah
Kredit bermasalah tidak hanya memengaruhi masa kini, tetapi juga masa depan finansial Anda. Dampak yang umum terjadi antara lain:
| Dampak | Konsekuensi |
| Skor kredit turun | Sulit mengajukan kredit baru |
| Biaya meningkat | Denda dan bunga membuat utang membengkak |
| Pembatasan akses finansial | Ditolak KPR, pembiayaan kendaraan, kartu kredit |
| Gangguan psikologis | Cemas, stres, dan rentan konflik |
| Potensi tindakan hukum | Aset bisa disita untuk kredit tertentu |
Karena itu, penanganan untuk mengatasi kredit bermasalah sangat penting untuk segera dilakukan agar terhindar dari dampak-dampak seperti di atas.
Cara Efektif Mengatasi Kredit Bermasalah
Jika sudah terlanjur menghadapi kredit bermasalah, langkah-langkah berikut dapat membantu:
1. Evaluasi Situasi Finansial Secara Menyeluruh
Mulailah dengan mencatat:
- Total utang
- Besaran cicilan bulanan
- Pendapatan yang masuk setiap bulan
- Pengeluaran yang dapat dikurangi
Pengetahuan kondisi finansial adalah titik awal perbaikan. Jadi penting sekali untuk membuat evaluasi soal finansial kamu.
2. Komunikasikan Masalah ke Kreditur Sedini Mungkin
Jangan pernah menghilang atau mengabaikan tagihan. Ajukan permohonan kepada kreditur untuk:
- Restrukturisasi kredit
- Perpanjangan tenor cicilan
- Pengurangan bunga
- Keringanan denda
Program pemutihan atau penyelamatan kredit jika tersedia
Kreditur biasanya lebih kooperatif jika Anda terbuka dan menunjukkan itikad baik.
3. Prioritaskan Utang yang Paling Mendesak
Gunakan strategi manajemen utang seperti:
- Metode Avalanche → Fokus ke utang berbunga tinggi
- Metode Snowball → Fokus ke utang terkecil untuk motivasi
Pilih metode menyelesaikan utang yang paling cocok dengan kondisi psikologis dan finansial kamu.
4. Kurangi Pengeluaran Non-Prioritas
Analisis dan pangkas pengeluaran kurang penting seperti:
- Makan di luar
- Hiburan berbayar
- Belanja impulsif
- Upgrade gadget yang tidak mendesak
Uang yang dihemat bisa dialokasikan untuk membayar cicilan agar utang tidak semakin menumpuk.
5. Tambah Penghasilan Sementara
Beberapa opsi realistis:
- Freelance
- Kerja paruh waktu
- Menjual barang yang jarang dipakai
- Monetisasi hobi
Pendapatan tambahan ini dapat membantu kamu menstabilkan pembayaran utang yang dimiliki.
6. Hindari Menambah Kredit Baru
Tidak ada solusi kredit untuk menutup kredit, kecuali:
- Ada perhitungan bunga yang lebih ringan
- Ada rencana serta perbaikan pendapatan yang jelas
Jika tidak, utang hanya akan terus menumpuk.
7. Tingkatkan Literasi Keuangan Sejak Dini
Pelajari hal-hal berikut:
- Cara memilih kredit sehat
- Perencanaan anggaran
- Menyiapkan dana darurat minimal 3–6 bulan pengeluaran
- Memahami risiko penggunaan kredit berlebihan
Semakin tinggi literasi keuangan, semakin kecil kemungkinan kredit bermasalah terulang.
Kredit bermasalah adalah situasi yang serius, tetapi bukan sesuatu yang tidak bisa diperbaiki. Penyebabnya bisa berasal dari faktor internal seperti gaya hidup konsumtif, kurangnya perencanaan keuangan, atau sikap menunda pembayaran. Ada pula faktor eksternal seperti krisis ekonomi dan kondisi darurat.
Paling penting adalah sikap bertanggung jawab dan segera mengambil tindakan ketika masalah mulai muncul. Komunikasi terbuka dengan pihak kreditur, evaluasi keuangan yang jujur, serta perubahan kebiasaan finansial adalah kunci perbaikan.
Selain itu, kredit sebaiknya digunakan sebagai alat strategis, bukan sebagai substitusi penghasilan. Dengan penggunaan kredit yang bijak, kesehatan finansial dapat tetap terjaga dan masa depan keuangan jadi lebih baik.
Jika kamu sedang dalam kondisi kredit bermasalah, ingat bahwa perjalanan memperbaiki finansial tidak harus cepat dan cukup konsisten dan terus maju.
Nah, jika memiliki kebutuhan yang mendesak dan butuh dana secepatnya, kamu bisa mengajukannya di Saku Kredit yang pastinya aman dan telah diawasi oleh OJK. Tak ada biaya tersembunyi sehingga kamu tak perlu khawatir dengan tambahan biaya-biaya lainnya.
Yuk, download Bank Saqu di Android dan iOS lalu ajukan pinjaman di Saku Kredit.





