Inspirasi Warga

Apa Itu Inklusi Keuangan? Arti dan Cara Meningkatkannya

02 Nov 2026

thumbnail

Anda pernah bertanya-tanya bagaimana orang bisa menabung dan mengirim uang? Atau bahkan, bisa mendapatkan pinjaman tanpa harus pergi ke bank? Kemudahan tersebut merupakan salah satu contoh manfaat inklusi keuangan dalam kehidupan sehari-hari.

Inklusi keuangan berperan penting dalam memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengakses berbagai layanan keuangan formal. Dengan akses yang lebih luas, masyarakat dapat mengelola keuangan, memenuhi kebutuhan, hingga merencanakan masa depan dengan lebih baik.

Lantas, apa itu inklusi keuangan, apa saja tujuannya, dan bagaimana cara meningkatkannya? Simak penjelasan berikut untuk memahami pentingnya inklusi keuangan serta perannya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Mengenal Tabungmatic Bank Saqu Lewat Good Gesture

Apa Itu Inklusi Keuangan?

Inklusi keuangan adalah kondisi ketika masyarakat memiliki akses terhadap berbagai produk dan layanan keuangan formal yang sesuai dengan kebutuhan, terjangkau, aman, dan dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Layanan tersebut mencakup tabungan, kredit, asuransi, investasi, hingga sistem pembayaran digital yang disediakan oleh lembaga keuangan resmi.

Inklusi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan rekening bank. Lebih dari itu, inklusi keuangan juga mencakup kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mencapai tujuan finansial.

Sebagai contoh, seseorang dapat membuka rekening tabungan melalui aplikasi perbankan digital, menerima transfer, membayar tagihan, atau menyisihkan uang untuk kebutuhan masa depan. Berbagai kemudahan tersebut dapat membantu masyarakat mengakses layanan keuangan tanpa harus selalu bergantung pada kantor cabang.

Meski begitu, akses saja belum cukup. Masyarakat juga perlu memahami cara kerja produk keuangan, biaya yang mungkin dikenakan, serta risiko penggunaannya agar dapat mengambil keputusan finansial dengan tepat.

Apa Tujuan Inklusi Keuangan?

Inklusi keuangan bertujuan memperluas kesempatan masyarakat untuk memanfaatkan layanan keuangan formal sekaligus mendorong kesejahteraan ekonomi. Berikut beberapa tujuan utamanya.

1. Memperluas Akses Layanan Keuangan

Salah satu tujuan inklusi keuangan adalah mengurangi hambatan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan. Hambatan tersebut dapat berupa jarak ke kantor bank, biaya layanan, persyaratan administratif, atau keterbatasan infrastruktur.

Dengan hadirnya layanan perbankan digital dan agen keuangan, masyarakat di berbagai wilayah berpeluang memperoleh akses terhadap layanan yang sebelumnya sulit dijangkau.

2. Mendorong Kebiasaan Menabung

Akses terhadap rekening tabungan dapat membantu masyarakat menyimpan uang dengan lebih teratur. Kebiasaan ini penting untuk mempersiapkan kebutuhan rutin, pengeluaran tidak terduga, maupun tujuan jangka panjang.

Selain itu, menyimpan uang melalui lembaga keuangan formal dapat memberikan alternatif yang lebih terstruktur dibandingkan dengan menyimpan seluruh uang tunai di rumah.

3. Mempermudah Akses Pembiayaan

Inklusi keuangan juga bertujuan memperluas akses terhadap pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), akses pembiayaan yang tepat dapat membantu memenuhi kebutuhan modal kerja, mengembangkan usaha, atau meningkatkan kapasitas produksi. Namun, setiap pengajuan pembiayaan tetap perlu mempertimbangkan kemampuan membayar dan ketentuan produk yang digunakan.

4. Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi

Layanan keuangan yang mudah dijangkau dapat membantu masyarakat mengelola pendapatan, melakukan transaksi, serta merencanakan pengeluaran secara lebih baik.

Dalam jangka panjang, akses keuangan yang lebih merata berpotensi mendukung aktivitas ekonomi, perkembangan UMKM, dan pemerataan kesempatan ekonomi di berbagai wilayah.

Apa Perbedaan Inklusi Keuangan dan Literasi Keuangan?

Ada perbedaan yang mendasar antara inklusi keuangan dan literasi keuangan. Walaupun dua konsep ini berkaitan, fokusnya berbeda. 

Inklusi keuangan berhubungan dengan akses dan penggunaan layanan keuangan, sedangkan literasi keuangan berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan seseorang dalam mengelola keuangan serta mengambil keputusan finansial.

Contohnya, seseorang yang memiliki rekening bank telah memiliki akses terhadap layanan keuangan. Namun, jika ia belum memahami biaya transaksi, keamanan rekening, atau cara mengatur anggaran, manfaat rekening tersebut mungkin belum dimanfaatkan secara optimal.

Sebaliknya, seseorang dapat memahami pentingnya menabung, tetapi kesulitan menerapkannya apabila tidak memiliki akses ke layanan tabungan yang sesuai.

Oleh karena itu, peningkatan inklusi keuangan perlu berjalan beriringan dengan literasi keuangan. Keduanya membantu masyarakat bukan hanya memperoleh akses, tetapi juga menggunakan layanan keuangan secara bijak.

Bagaimana Cara Meningkatkan Inklusi Keuangan?

Peningkatan inklusi keuangan membutuhkan peran pemerintah, lembaga keuangan, pelaku usaha, dan masyarakat. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan.

1. Memperluas Layanan Keuangan Digital

Pemanfaatan teknologi dapat membantu masyarakat mengakses layanan keuangan dengan lebih praktis. Melalui aplikasi perbankan digital, pengguna dapat melakukan berbagai transaksi tanpa harus datang ke kantor cabang.

Contohnya meliputi membuka rekening secara digital sesuai ketentuan yang berlaku, menerima transfer, mengirim uang, dan membayar kebutuhan sehari-hari.

Meski menawarkan kemudahan, penggunaan layanan digital tetap perlu disertai perhatian terhadap keamanan. Pastikan menggunakan aplikasi resmi, menjaga kerahasiaan PIN dan kode OTP, serta tidak membagikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.

2. Memperluas Jangkauan Layanan Keuangan

Ketersediaan layanan keuangan perlu menjangkau masyarakat di berbagai daerah, termasuk wilayah yang jauh dari pusat perkotaan.

Perluasan jaringan kantor layanan, pemanfaatan agen keuangan, dan pengembangan infrastruktur digital dapat membantu mengurangi hambatan geografis. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat memiliki kesempatan untuk menggunakan layanan keuangan formal.

3. Meningkatkan Literasi Keuangan

Edukasi keuangan membantu masyarakat memahami manfaat, biaya, persyaratan, dan risiko berbagai produk keuangan.

Materi edukasi dapat mencakup cara membuat anggaran, membangun dana darurat, mengenali pinjaman ilegal, menjaga keamanan transaksi digital, hingga memahami kewajiban pembayaran kredit.

Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat dapat memilih produk keuangan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan, bukan sekadar mengikuti tren atau promosi.

4. Menyediakan Produk Keuangan yang Terjangkau

Biaya administrasi, persyaratan pembukaan rekening, dan proses pendaftaran dapat menjadi hambatan bagi sebagian masyarakat.

Karena itu, lembaga keuangan perlu mengembangkan produk dengan persyaratan yang jelas, proses yang mudah dipahami, serta biaya yang sesuai dengan manfaat layanan. Informasi mengenai biaya, batas transaksi, dan ketentuan produk juga perlu disampaikan secara transparan.

Produk yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dapat membantu memperluas akses sekaligus mendorong penggunaan layanan keuangan secara berkelanjutan.

5. Mendorong Pemanfaatan Layanan Keuangan oleh UMKM

Pelaku UMKM membutuhkan akses terhadap layanan keuangan untuk memisahkan uang pribadi dan uang usaha, menerima pembayaran, menyimpan pendapatan, serta mengelola kebutuhan operasional.

Penggunaan rekening usaha dan pembayaran digital dapat membantu pencatatan transaksi menjadi lebih teratur. Sementara itu, akses pembiayaan yang sesuai dapat mendukung pengembangan usaha dengan tetap memperhatikan kemampuan pembayaran.

Langkah ini dapat membantu UMKM mengelola keuangan secara lebih terstruktur dan membuka peluang untuk mengembangkan kegiatan bisnis.

Apa Manfaat Inklusi Keuangan bagi Masyarakat?

Jika akses dan penggunaan layanan keuangan meningkat, masyarakat dapat memperoleh berbagai manfaat berikut.

  • Pengelolaan keuangan lebih teratur. Rekening tabungan dan layanan transaksi dapat membantu memisahkan dana sesuai kebutuhan.
  • Transaksi lebih praktis. Transfer dan pembayaran digital memungkinkan masyarakat melakukan transaksi tanpa harus selalu menggunakan uang tunai.
  • Persiapan kebutuhan masa depan. Akses terhadap tabungan dan produk keuangan lain dapat mendukung perencanaan keuangan sesuai kebutuhan.
  • Peluang pengembangan usaha. Layanan pembayaran, tabungan, dan pembiayaan yang sesuai dapat membantu pelaku UMKM mengelola operasional bisnis.
  • Pilihan layanan keuangan yang lebih luas. Masyarakat dapat mempertimbangkan berbagai produk formal berdasarkan kebutuhan, biaya, dan risikonya.

Meski demikian, manfaat tersebut bergantung pada kesesuaian produk, pemahaman pengguna, dan keamanan dalam bertransaksi. Memiliki akses ke layanan keuangan tidak otomatis menjamin kondisi finansial yang lebih baik tanpa pengelolaan yang tepat.

Baca juga: Waspada! Serangan Hantu Cyber Mengintai di Sekitarmu

Mulai Kelola Keuangan dengan Bank Saqu

Salah satu langkah sederhana untuk memanfaatkan layanan keuangan formal adalah menggunakan rekening tabungan untuk mendukung transaksi dan pengelolaan uang sehari-hari.

Anda bisa memanfaatkan Saku Utama, yaitu akun tabungan pokok di Bank Saqu yang otomatis aktif setelah Anda menyelesaikan pendaftaran di aplikasi Bank Saqu.

Saku Utama berfungsi sebagai pusat transaksi utama untuk menerima transfer dari bank lain, mengirim uang ke sesama pengguna maupun ke bank lain, serta menjadi sumber dana yang dapat dipindahkan ke jenis Saku lainnya.

Dengan satu akun utama untuk berbagai kebutuhan transaksi, kamu bisa mulai membangun kebiasaan mengelola keuangan secara lebih teratur sesuai kebutuhan.

Mulai kelola transaksi dan keuangan sehari-hari dengan lebih praktis melalui Saku Utama di Bank Saqu. Download aplikasi Bank Saqu sekarang!

Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.