Jadi Solopreneur

Apa Itu Baki Debet? Simak Penjelasannya!

23 Okt 2026

thumbnail

Apa itu baki debet? Dalam dunia perbankan, baki debet adalah jumlah sisa pokok pinjaman yang masih menjadi kewajiban debitur kepada kreditur pada periode tertentu. Istilah ini membantu nasabah mengetahui berapa banyak pokok utang yang belum dibayar setelah melakukan pembayaran angsuran.

BACA JUGA: 15 Cara Menabung Super Cepat, Bikin Saldomu Cepat Melonjak!

Baki Debet Adalah Sisa Pokok Pinjaman yang Belum Dilunasi

Baki debet menunjukkan sisa utang pokok dari pinjaman yang telah diberikan oleh bank atau lembaga pembiayaan. Nilainya tidak mencakup bunga berjalan, denda, maupun biaya keterlambatan yang mungkin harus dibayarkan sesuai ketentuan pinjaman.

Seiring pembayaran angsuran pokok, jumlah baki debet akan berkurang. Karena itu, informasi ini dapat membantu nasabah memantau perkembangan pelunasan pinjaman.

Cara Menghitung Baki Debet

Untuk mengetahui jumlah baki debet, Anda dapat menggunakan rumus sederhana berikut:

Baki Debet = Plafon Kredit Awal − Total Pokok Pinjaman yang Sudah Dibayar

Contohnya, seseorang memiliki pinjaman dengan plafon awal Rp50.000.000. Jika total pokok yang sudah dibayarkan mencapai Rp10.000.000, baki debetnya adalah Rp40.000.000.

Perhitungan tersebut belum memasukkan bunga, denda, atau biaya lain yang mungkin berlaku dalam kewajiban pembayaran.

Perbedaan Baki Debet dengan Istilah Keuangan Lain

Agar tidak keliru membaca informasi pinjaman, berikut perbedaan baki debet dengan beberapa istilah yang sering digunakan dalam layanan keuangan.

  • Baki debet dan plafon kredit: Plafon merupakan batas maksimum kredit yang disetujui oleh bank, sedangkan baki debet menunjukkan sisa pokok pinjaman yang belum dilunasi.
  • Baki debet dan outstanding: Baki debet merujuk pada sisa pokok pinjaman. Sementara itu, outstanding dapat digunakan untuk menyebut kewajiban yang masih tercatat dan cakupannya bergantung pada konteks atau ketentuan lembaga keuangan.
  • Baki debet dan baki kredit: Baki debet berkaitan dengan sisa kewajiban pinjaman, sedangkan baki kredit umumnya merujuk pada saldo kredit atau saldo positif dalam rekening, sesuai konteks penggunaannya.

Kapan Informasi Baki Debet Dibutuhkan?

Informasi baki debet dapat digunakan dalam beberapa situasi, antara lain:

  1. Memeriksa riwayat kredit: Informasi sisa pinjaman dapat tercantum dalam laporan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.
  2. Mengajukan pelunasan lebih awal: Baki debet menjadi salah satu acuan untuk menghitung sisa pokok yang perlu dilunasi. Biaya atau penalti, jika ada, mengikuti ketentuan pinjaman.
  3. Mengurus klaim asuransi: Dalam kondisi tertentu, seperti kehilangan atau kerusakan total kendaraan yang masih dibiayai, informasi sisa pinjaman dapat digunakan dalam proses penyelesaian klaim sesuai polis dan ketentuan yang berlaku.

Untuk memeriksa informasi kredit, nasabah dapat memanfaatkan layanan SLIK OJK dan memastikan data yang tercantum sesuai dengan kondisi pinjaman sebenarnya.

BACA JUGA: Pinjaman Online Ditolak Terus? Mungkin Kamu Belum Coba 7 Tips Ini!

Penuhi Kebutuhan Dana dengan Saku Kredit Bank Saqu

Selain memahami baki debet, penting juga memilih layanan kredit yang sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial. Saku Kredit Bank Saqu menyediakan pilihan layanan kredit digital, mulai dari pinjaman tunai, Bayar Nanti, hingga fasilitas cicilan transaksi. Dengan limit hingga Rp30 juta dan tenor cicilan hingga 24 bulan, pengajuan dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Bank Saqu sesuai persyaratan yang berlaku.

Download  Bank Saqu untuk mengajukan Saku Kredit!

Simulasikan Pinjamanmu

Loading...
Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.