Saku 101

Apa Itu Bunga Anuitas? Begini Cara Perhitungan dan Simulasinya

10 Agt 2026

thumbnail

Bunga anuitas adalah cara perhitungan cicilan yang membuat total angsuranmu tetap sama setiap bulan. Metode ini sering digunakan dalam KPR, kredit kendaraan, dan pinjaman tunai jangka panjang.

Meskipun total angsurannya konon tetap, komposisi di dalamnya selalu berubah setiap periode. Artinya, porsi bunga akan terus menurun, sedangkan porsi pelunasan pokok utang akan semakin meningkat.

Yuk, simak penjelasan tentang bunga anuitas di bawah ini!

BACA JUGA: Apa Itu Pinjaman Multiguna? Pahami Solusi Dana Serbaguna

Apa Itu Bunga Anuitas?

Bunga anuitas adalah cara menghitung bunga pinjaman dengan menggabungkan angsuran pokok dan bunga. Hasilnya berupa satu nilai cicilan tetap setiap bulan.

Ketika kamu baru mulai membayar, porsi bunga jauh lebih besar dibandingkan porsi pokok. Karena sisa pokok pinjaman makin berkurang, porsi bunga pun ikut mengecil di bulan berikutnya. Sebaliknya, porsi pokok justru makin besar mendekati akhir tenor.

Bank dan perusahaan pembiayaan memilih sistem ini supaya nasabah tidak perlu menghitung ulang tiap bulan.

Jenis-Jenis Bunga Anuitas

Bunga anuitas dibagi menjadi 4 jenis berdasarkan waktu pembayarannya. Setiap jenis punya pola pembayaran yang berbeda. Kamu perlu mengenalinya sebelum memilih produk kredit.

1. Anuitas Jatuh Tempo

Pembayaran jenis ini dilakukan di awal setiap periode, sebelum kamu menerima layanan atau manfaatnya. 

Contohnya adalah premi asuransi yang dibayar di awal masa perlindungan atau sewa gedung yang dibayar di muka.

2. Anuitas Langsung

Pada anuitas langsung, cicilan dibayar secara rutin sejak periode pertama tanpa ada jeda. Contohnya adalah cicilan kredit motor atau elektronik. Sebab, pembayarannya langsung berjalan begitu barangnya kamu terima.

3. Anuitas Sederhana

Jenis ini mewajibkan pembayaran baru dilakukan di akhir setiap periode. Salah satu contohnya adalah obligasi yang membayar bunga setiap 6 bulan.

4. Anuitas Tertunda

Pada anuitas tertunda, cicilan baru mulai berjalan setelah melewati jangka waktu tertentu. Contohnya adalah bunga deposito yang baru dibayarkan beberapa bulan setelah dana ditempatkan.

Apa Bedanya Bunga Anuitas dan Bunga Flat?

Selain anuitas, ada satu cicilan yang sering dibandingkan, yaitu bunga flat. Cicilan flat dan cicilan anuitas sama-sama stabil setiap bulan. Namun, cara menghitung bunganya berbeda.

Pada bunga flat, nilai bunga dihitung dari pokok pinjaman awal. Jumlahnya tetap sama setiap bulan sampai lunas. 

Pada bunga anuitas, nilai bunga dihitung dari sisa pokok yang belum dibayar. Oleh karena itu, jumlahnya terus mengecil seiring berjalannya waktu.

Cara Menghitung Bunga Anuitas

Ada dua rumus yang kamu perlukan untuk menghitung bunga anuitas. Rumus pertama untuk mencari bunga bulanan, rumus kedua untuk mencari total angsuran.

1. Rumus Bunga Bulanan

Kamu bisa menggunakan rumus ini untuk mencari nilai bunga yang harus dibayar tiap bulan.

  • Kalikan saldo pokok bulan sebelumnya (SP) dengan suku bunga tahunan (i). 
  • Kalikan hasilnya dengan 30 per 360, yang mewakili jumlah hari sebulan dibagi setahun.
  • Hasil akhirnya adalah nilai bunga bulan tersebut.

Rumusnya seperti ini.

Bunga = SP x i x (30/360)

2. Rumus Total Angsuran

Setelah bunga bulanan diketahui, kamu bisa mencari total angsuran tiap bulan.

  • Bagi pokok pinjaman (P) dengan jumlah tenor (t) untuk mendapat angsuran pokok.
  • Tambahkan hasilnya dengan nilai bunga bulan tersebut.
  • Jumlah keduanya adalah total angsuran bulan itu.

Simulasi Bunga Anuitas

Supaya lebih terbayang, mari hitung satu contoh pinjaman dari awal sampai akhir.

Misalnya, kamu meminjam Rp24.000.000 dengan tenor 12 bulan dan bunga 10% per tahun.

  • Hitung bunga bulan pertama. Bunga = Rp24.000.000 x 10% x (30/360) = Rp200.000.
  • Hitung angsuran pokok. Rp24.000.000 dibagi 12 bulan = Rp2.000.000.
  • Jumlahkan angsuran pokok dan bunga. Rp2.000.000 + Rp200.000 = Rp2.200.000.

Jadi, total angsuran bulan pertama yang kamu bayar adalah Rp2.200.000. Nilai ini dihitung ulang tiap bulan karena saldo pokoknya berkurang.

Contoh lebih kecil, jika kamu meminjam Rp2.000.000 dengan bunga 5% per tahun. Bunga bulan pertamanya adalah Rp2.000.000 x 5% x (30/360). Hasilnya sekitar Rp8.333. Angka ini baru bunga bulan pertama, belum termasuk angsuran pokoknya.

Perhitungan di atas bersifat simulasi. Nilai sebenarnya bisa berbeda, tergantung kebijakan tiap lembaga keuangan.

Contoh Anuitas dalam Kehidupan Sehari-hari

Berikut contoh-contoh anuitas yang ada di kehidupan sehari-hari.

  • Cicilan KPR rumah, nilainya tetap sama dari bulan pertama sampai lunas.
  • Cicilan kredit kendaraan bermotor dengan tenor bertahun-tahun.
  • Pinjaman tunai atau kredit multiguna dengan opsi cicilan bulanan tetap, seperti Saku Kredit dari Bank Saqu.
  • Pembayaran premi asuransi jiwa yang dibayar rutin tiap periode.

BACA JUGA: Apa Itu Debt Burden Ratio? Ini Cara Menghitung dan Fungsinya

Ajukan Pinjaman yang Jelas, Fleksibel, dan Transparan di Saku Kredit Bank Saqu!

Sekarang kamu sudah tahu cara kerja, jenis, dan cara menghitung bunga anuitas. Nah, jika kamu berencana mengajukan pinjaman tunai dengan cicilan yang mudah dipantau, pertimbangkan Saku Kredit dari Bank Saqu.

Limit pinjamannya mulai dari Rp500.000 sampai Rp30.000.000, dengan tenor cicilan hingga 24 bulan. 

Selain itu, semua biayanya juga transparan, tanpa biaya tersembunyi. Jadi, kamu bisa tahu persis berapa yang harus dibayar tiap bulannya.

Yuk, ajukan Saku Kredit sekarang di Bank Saqu!

Simulasikan Pinjamanmu

Loading...
Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.