Hi Warga Bank Saqu,
Beli rumah dengan KPR berarti punya komitmen untuk membayar cicilan dalam waktu yang cukup panjang. Karena itu, jangan sampai keputusan membeli rumah hanya berdasarkan harga rumah yang terlihat cocok.
Yang nggak kalah penting adalah menghitung kemampuan membayar cicilannya.
Perhitungan cicilan KPR bisa dipengaruhi banyak hal, mulai dari harga rumah, uang muka, bunga, sampai tenor. Ada juga biaya lain yang sering luput dari perhitungan awal.
Supaya nggak salah hitung, berikut beberapa hal yang bisa diperhatikan sebelum mengambil KPR.
Baca juga: Pelajari Apa Itu KPR Rumah, Jenis, dan Syaratnya sebelum Beli Rumah Pertamamu
1. Mulai dari Harga Rumah
Langkah pertama tentu melihat harga rumah yang ingin dibeli.
Misalnya rumah yang diincar seharga Rp500 juta. Dari angka tersebut, kamu bisa menghitung berapa dana yang perlu disiapkan untuk DP dan berapa bagian yang nantinya perlu dibiayai melalui KPR.
Jangan langsung mencari rumah berdasarkan jumlah cicilan yang terlihat murah. Lebih baik tentukan dulu berapa harga rumah yang memang sesuai dengan kondisi keuangan.
2. Hitung Uang Muka atau DP
DP akan memengaruhi jumlah pinjaman yang harus dibayar melalui KPR.
Contohnya, rumah seharga Rp500 juta dengan DP Rp100 juta berarti nilai pembiayaannya sekitar Rp400 juta.
Semakin besar DP yang dibayarkan, semakin kecil jumlah pinjaman yang perlu dicicil. Tapi bukan berarti seluruh tabungan harus digunakan untuk DP.
Tetap sisakan dana untuk kebutuhan setelah membeli rumah dan dana darurat.
3. Perhatikan Suku Bunga
Bunga menjadi salah satu bagian penting dalam perhitungan cicilan KPR.
Bank bisa menawarkan skema bunga yang berbeda, misalnya bunga tetap untuk periode tertentu sebelum mengikuti ketentuan berikutnya. Karena itu, jangan hanya melihat angka bunga pada periode awal.
Perhatikan juga bagaimana bunga tersebut berlaku sepanjang tenor dan bagaimana pengaruhnya terhadap cicilan.
Dua KPR dengan harga rumah dan DP yang sama belum tentu menghasilkan total pembayaran yang sama jika skema bunganya berbeda.
4. Pilih Tenor Sesuai Kemampuan
Tenor adalah jangka waktu pembayaran KPR.
Tenor yang lebih panjang biasanya membuat cicilan bulanan lebih ringan karena pembayaran dibagi dalam periode yang lebih lama. Sebaliknya, tenor yang lebih pendek bisa membuat cicilan bulanan lebih besar, tetapi masa pembayaran menjadi lebih singkat.
Misalnya kemampuan cicilan bulanan sebenarnya cukup untuk tenor 10 tahun. Bukan berarti harus mengambil tenor 15 atau 20 tahun hanya karena cicilannya terlihat lebih ringan.
Bandingkan cicilan bulanan dengan total pembayaran sampai akhir tenor.
5. Masukkan Biaya Lain ke Perhitungan
Cicilan KPR bukan satu-satunya biaya ketika membeli rumah.
Ada biaya administrasi, provisi, asuransi, pajak, biaya notaris, dan biaya lain yang bisa muncul dalam proses pembelian. Setelah rumah dimiliki, masih ada listrik, air, internet, maintenance, sampai kebutuhan mengisi rumah.
Karena itu, siapkan juga dana di luar DP dan cicilan.
Rumah baru biasanya punya cerita sendiri soal pengeluaran tambahan. Kadang yang awalnya cuma mau beli rumah, ujung-ujungnya ikut beli kasur, lemari, meja makan, dan gorden.
6. Cek Kemampuan Cicilan dari Penghasilan
Setelah mengetahui perkiraan cicilan, bandingkan dengan pemasukan dan pengeluaran bulanan.
Catat cicilan yang sudah berjalan, kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan, transportasi, sampai tabungan dan dana darurat.
Dari situ akan terlihat apakah cicilan KPR masih punya ruang yang cukup atau justru membuat pengeluaran bulanan terlalu ketat.
Jangan menggunakan batas maksimal pinjaman dari bank sebagai patokan kemampuan pribadi. Jumlah yang bisa disetujui bank belum tentu menjadi jumlah yang paling nyaman untuk kondisi keuanganmu.
7. Bandingkan dengan Rencana Keuangan Lain
KPR bisa berlangsung bertahun-tahun. Selama periode tersebut, kebutuhan hidup juga tetap berjalan.
Ada rencana menikah, punya anak, pendidikan, kendaraan, renovasi rumah, liburan, atau tujuan keuangan lainnya.
Karena itu, perhitungan cicilan KPR sebaiknya tidak hanya melihat kondisi keuangan hari ini. Coba bayangkan juga bagaimana cicilan tersebut akan masuk ke rencana beberapa tahun ke depan.
Hal yang sama berlaku untuk cicilan perumahan subsidi. Meskipun cicilannya bisa lebih terjangkau, tetap perlu dihitung bersama kebutuhan finansial lainnya.
KPR dan Saku Kredit, Sesuaikan dengan Kebutuhan
KPR memang ditujukan untuk kebutuhan pembiayaan rumah. Tapi dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan finansial tidak berhenti setelah rumah terbeli.
Ada kebutuhan lain yang mungkin muncul, seperti renovasi, membeli perlengkapan rumah, atau pengeluaran tertentu yang perlu dikelola secara terpisah.
Untuk kebutuhan tersebut, Saku Kredit Bank Saqu bisa menjadi salah satu pilihan fasilitas kredit sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Yang penting, jangan menambah cicilan hanya karena masih punya ruang. Hitung kembali seluruh kewajiban supaya total cicilan tetap sesuai kemampuan.
Baca juga: Mau Ajukan KPR Rumah? Pelajari Dulu Aturan, Syarat, dan Jenisnya
Hitung Dulu, Baru Pilih
Perhitungan cicilan KPR bukan cuma soal mencari angka cicilan paling kecil.
Harga rumah, DP, bunga, tenor, biaya tambahan, penghasilan, dan rencana keuangan ke depan semuanya perlu dilihat sebagai satu kesatuan.
Dengan perhitungan yang lebih lengkap, kamu bisa menentukan KPR yang bukan hanya memungkinkan untuk diambil, tetapi juga nyaman dijalani sampai selesai.
Kalau sedang mencari pilihan pembiayaan rumah, Kredit Kepemilikan Rumah Bank Saqu bisa menjadi salah satu opsi yang kamu pertimbangkan. Cari tahu informasi lengkap mengenai KPR Bank Saqu dan sesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan finansialmu.
Sudah punya rencana finansial berikutnya? Atur kebutuhan sehari-hari dengan berbagai layanan perbankan dari Bank Saqu. Download aplikasi Bank Saqu sekarang dan mulai atur keuanganmu.






