Saku 101

Perbedaan Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk, Apa Bedanya?

28 Sep 2026

thumbnail

Hi Warga Bank Saqu,

Istilah bunga cukup sering muncul ketika berhubungan dengan produk keuangan. Mulai dari tabungan, deposito, sampai pinjaman dan kredit.

Tapi bunga sendiri punya beberapa cara perhitungan. Dua yang paling umum dikenal adalah bunga tunggal dan bunga majemuk.

Keduanya sama-sama menggunakan persentase bunga, tetapi cara menghitungnya berbeda. Perbedaan ini bisa membuat hasil akhirnya cukup jauh, terutama kalau nominal dan jangka waktunya semakin besar.

Baca juga: Apa Itu Bunga Tunggal? Simak Rumus & Contoh Perhitungannya

Apa Itu Bunga Tunggal?

Bunga tunggal adalah bunga yang dihitung berdasarkan pokok awal dan tidak ditambahkan ke pokok untuk perhitungan bunga berikutnya.

Misalnya kamu punya uang Rp10 juta dengan bunga 5% per tahun.

Bunga yang didapat setiap tahun adalah:

Rp10 juta × 5% = Rp500 ribu

Kalau disimpan selama tiga tahun dan bunganya tidak ikut dihitung sebagai pokok, total bunga yang diperoleh adalah Rp1,5 juta.

Jadi, semakin lama jangka waktunya, bunga bertambah berdasarkan pokok awal yang sama.

Apa Itu Bunga Majemuk?

Beda dengan bunga tunggal, bunga majemuk memperhitungkan bunga yang sudah terbentuk dalam perhitungan berikutnya.

Dengan contoh yang sama, uang awal Rp10 juta dan bunga 5% per tahun, tahun pertama menghasilkan Rp500 ribu. Jumlah tersebut kemudian menjadi bagian dari nilai yang digunakan untuk menghitung bunga tahun berikutnya.

Gambaran sederhananya:

  • Tahun pertama: Rp10 juta × 5% = Rp500 ribu 
  • Tahun kedua: Rp10,5 juta × 5% = Rp525 ribu 
  • Tahun ketiga: Rp11,025 juta × 5% = Rp551.250 

Dari contoh ini terlihat bahwa bunga yang dihasilkan ikut memengaruhi perhitungan bunga berikutnya.

Apa Perbedaan Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk?

Perbedaan utamanya ada pada dasar perhitungan bunganya.

Pada bunga tunggal, bunga dihitung dari pokok awal. Sementara pada bunga majemuk, bunga yang sudah terbentuk dapat ikut menjadi dasar perhitungan berikutnya.

Kalau dibuat sederhana:

Bunga tunggal:

Pokok awal = bunga dihitung dari pokok awal

Bunga majemuk:

Pokok awal + bunga sebelumnya = menjadi dasar perhitungan berikutnya

Itulah sebabnya bunga majemuk bisa menghasilkan pertumbuhan yang lebih besar jika diterapkan dalam jangka waktu panjang.

Contoh Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk

Supaya lebih gampang dibandingkan, kita gunakan contoh yang sama. Misalnya, ada dana Rp10 juta dengan bunga 5% per tahun selama tiga tahun.

Dengan bunga tunggal, total bunga selama tiga tahun adalah Rp1,5 juta. Sementara itu, dengan bunga majemuk tahunan, hasilnya menjadi sekitar Rp1,576 juta.

Selisihnya memang belum terlalu besar dalam contoh sederhana ini. Tapi ketika nominal, suku bunga, atau jangka waktunya semakin besar, perbedaannya juga bisa semakin terasa.

Bunga Tunggal dan Majemuk dalam Pinjaman

Dalam pinjaman atau kredit, cara perhitungan bunga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum mengajukan.

Jangan hanya melihat angka persentase bunganya. Cek juga bagaimana bunga tersebut dihitung, berapa lama tenornya, dan berapa total pembayaran sampai pinjaman selesai.

Misalnya ketika menggunakan fasilitas kredit, bunga dan cicilan biasanya sudah diperhitungkan berdasarkan skema produk yang berlaku. Karena itu, memahami cara kerja bunga bisa membantu kamu membandingkan pilihan kredit dengan lebih baik.

Hal ini juga berlaku ketika mempertimbangkan Saku Kredit Bank Saqu. Sebelum menggunakan fasilitas kredit, pastikan memahami ketentuan bunga, limit, tenor, cicilan, serta biaya yang berlaku pada produk.

Mana yang Lebih Menguntungkan?

Tidak bisa langsung dibilang salah satunya selalu lebih baik.

Bunga tunggal lebih sederhana karena perhitungannya tetap mengacu pada pokok awal. Sementara bunga majemuk memungkinkan bunga yang sudah terbentuk ikut menghasilkan bunga berikutnya.

Dalam konteks investasi atau tabungan, efek bunga majemuk bisa membantu pertumbuhan dana dalam jangka panjang.

Sementara dalam pinjaman, yang lebih penting adalah memahami berapa total kewajiban yang harus dibayar, bukan sekadar melihat apakah bunganya tunggal atau majemuk.

Baca juga: Apa Itu Bunga Majemuk? Ini Arti dan Contoh Perhitungannya

Jangan Cuma Lihat Persentasenya

Memahami bunga tunggal dan bunga majemuk memang penting, tetapi jangan berhenti di istilahnya saja.

Ketika memilih produk keuangan, lihat cara perhitungan bunga, tenor, biaya, serta total uang yang akan diterima atau dibayarkan.
Dengan begitu, angka bunga yang terlihat kecil di awal tidak membuat kita salah memperkirakan hasil akhirnya.

Karena dalam urusan uang, yang kelihatan kecil setiap bulan bisa jadi cukup besar kalau dikumpulkan dalam jangka panjang.

Untuk kebutuhan finansial sehari-hari, kamu juga bisa menggunakan berbagai layanan perbankan dari Bank Saqu. Download aplikasi Bank Saqu dan temukan layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Simulasikan Pinjamanmu

Loading...
Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.