Punya pendapatan bulanan merupakan suatu kenikmatan bagi diri sendiri. Dengan pendapatan tersebut, kamu bisa membeli apa pun yang diinginkan.
Hanya saja, kebutuhan bulanan terkadang tidak tertutupi oleh gaji yang didapat setiap bulan. Akibatnya, kamu diharuskan untuk meminjam atau memenuhi kebutuhan dengan sistem cicilan.
Agar kondisi finansial kamu tetap sehat, kamu perlu tahu cicilan ideal berapa persen dari gaji yang aman untuk dialokasikan setiap bulannya. Dengan begitu, kamu bisa tetap melunasi kewajiban tanpa harus mengorbankan kebutuhan harian atau tabungan masa depan.
Yuk, langsung saja simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
BACA JUGA: 11 Tips Bayar Cicilan agar Lancar dan Bebas Denda, Wajib Tahu!
Cicilan Ideal Berapa Persen dari Gaji?
Sebelum kamu memutuskan untuk mengambil pinjaman baru, penting untuk memahami batasan aman rasio utang agar arus kas bulanan tidak terganggu. Berikut adalah persentase ideal yang bisa kamu jadikan patokan utama:
1. Batas Maksimal 30% hingga 35% dari Gaji
Berdasarkan standar perencana keuangan, total seluruh cicilan idealnya tidak melebihi 30% hingga 35% dari total pendapatan bersih bulanan kamu. Angka ini mencakup seluruh jenis utang, mulai dari kredit pemilikan rumah (KPR), cicilan kendaraan, hingga kredit tanpa agunan.
2. Sisa 65% hingga 70% untuk Kebutuhan Lain
Dengan membatasi cicilan di angka maksimal 30–35%, kamu masih memiliki porsi terbesar (sekitar 65–70%) untuk mengover kebutuhan pokok harian, biaya tak terduga, investasi, serta tabungan darurat.
Tips Mengelola Cicilan Agar Keuangan Tetap Sehat
Mengetahui persentase ideal saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan strategi pengelolaan dana yang disiplin. Berikut adalah beberapa langkah praktis yang bisa kamu terapkan agar seluruh cicilan tetap terkendali dengan baik:
1. Catat Seluruh Kewajiban Secara Detail
Buat daftar lengkap mengenai semua cicilan aktif yang kamu miliki, mulai dari jumlah jatuh tempo, besar angsuran, hingga suku bunganya. Hal ini membantu kamu memantau total rasio utang agar tidak melewati batas 30%.
2. Evaluasi Sebelum Menambah Pinjaman Baru
Selalu hitung ulang rasio keuanganmu sebelum mengambil kredit baru. Jika beban cicilan saat ini sudah mendekati batas maksimal, tunda dulu keinginan menambah kewajiban baru hingga ada cicilan lama yang lunas.
3. Utamakan Pinjaman Produktif
Pastikan pinjaman yang kamu ambil memiliki tujuan yang jelas, seperti untuk modal pengembangan usaha, biaya pendidikan, atau kebutuhan mendesak yang memberikan nilai tambah jangka panjang.
BACA JUGA: Apa Itu Cicilan? Kenali Arti dan Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan
Cair Cepat Bebas Rumit, Saku Kredit dari Bank Saqu Penuhi Kebutuhan Tanpa Takut Dompet Terhimpit!
Mengetahui cicilan ideal berapa persen dari gaji adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas keuangan jangka panjang. Dengan membatasi kewajiban maksimal 30% dari pendapatan dan rutin melakukan evaluasi anggaran, kamu bisa menikmati hidup tenang tanpa bayang-bayang beban finansial.
Nah, buat kamu yang mau penuhi kebutuhan mendesak tanpa takut dompet terhimpit, ada Saku Kredit dari Bank Saqu yang bisa cair cepat tanpa proses yang berbelit-belit!
Dengan Saku Kredit, kamu bisa mengajukan pinjaman mulai dari Rp500.000 hingga Rp30.000.000 dengan tenor yang bisa diatur hingga 24 bulan. Prosesnya juga transparan! Sehingga kamu tahu berapa yang harus dibayar tiap bulan!
Jangan sampai rencana kamu tertunda! Download aplikasi Bank Saqu sekarang juga!
Referensi:
- OCBC Indonesia. Cicilan yang Sehat Berapa Persen dari Gaji? Ini Cara Menghitungnya
- Pegadaian. Cara Menghitung & Alokasi Gaji Bulanan yang Tepat






