Hi Warga!
Saat mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), jangan hanya melihat besarnya cicilan di awal. Kamu juga perlu memahami skema suku bunga yang berlaku selama masa kredit, termasuk bunga floating KPR.
Bunga floating bisa membuat cicilan KPR berubah setelah periode tertentu. Karena KPR merupakan komitmen finansial jangka panjang, memahami cara kerja bunga ini penting sebelum menentukan pilihan pembiayaan rumah.
Baca juga: 9 Perbedaan Cluster dan Perumahan yang Perlu Diketahui
Apa Itu Floating KPR?
Floating KPR adalah suku bunga kredit yang dapat berubah selama masa pinjaman. Besarnya bunga tidak selalu tetap seperti pada skema fixed rate, sehingga cicilan yang harus dibayar juga dapat mengalami perubahan.
Dalam praktiknya, KPR bisa menggunakan bunga fixed pada periode awal, kemudian beralih ke bunga floating setelah periode tersebut berakhir. Ketentuan mengenai periode fixed dan mekanisme perubahan bunga bergantung pada kebijakan masing-masing bank serta perjanjian kredit.
OJK juga menjelaskan bahwa suku bunga KPR dapat berubah selama jangka waktu kredit apabila bank menerapkan suku bunga mengambang (floating).
Bagaimana Cara Kerja Bunga Floating KPR?
Sederhananya, ketika bunga floating berubah, komponen bunga dalam perhitungan cicilan KPR juga dapat berubah.
Sebagai gambaran, kamu mengambil KPR dengan bunga fixed selama beberapa tahun. Selama periode tersebut, bunga mengikuti ketentuan fixed rate. Setelah masuk periode floating, bank dapat melakukan penyesuaian suku bunga sesuai mekanisme yang berlaku.
Jika bunga meningkat, cicilan berpotensi ikut naik. Sebaliknya, ketika bunga turun, cicilan juga dapat berpotensi lebih rendah.
Namun, perubahan bunga tidak otomatis berarti cicilan akan berubah setiap kali Bank Indonesia mengubah suku bunga acuan. Penetapan bunga kredit merupakan kebijakan masing-masing bank dan dipengaruhi berbagai faktor.
Kenapa Bunga Floating Bisa Berubah?
Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi suku bunga perbankan adalah kebijakan moneter dan kondisi pasar keuangan.
Sebagai konteks, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 5,75% pada RDG 18–19 Agustus 2026. Sebelumnya, BI-Rate berada di 4,75% pada awal 2026 dan kemudian mengalami beberapa kali kenaikan hingga mencapai 5,75%.
Perubahan suku bunga acuan tidak serta-merta sama dengan perubahan bunga KPR setiap bank. Namun, kondisi tersebut menunjukkan bahwa tingkat suku bunga di sektor perbankan dapat berubah mengikuti dinamika ekonomi dan kebijakan moneter.
Data terbaru juga menunjukkan bahwa outstanding KPR perbankan pada Juni 2026 tumbuh 4,3% secara tahunan, menurut analisis uang beredar Bank Indonesia yang dikutip Kontan.
Apa Risiko Bunga Floating KPR?
Ada beberapa hal yang perlu diperhitungkan ketika KPR memasuki periode floating.
1. Cicilan Berpotensi Naik
Ketika suku bunga meningkat, cicilan bulanan dapat ikut bertambah. Kondisi ini perlu diperhitungkan dalam anggaran agar kenaikan cicilan tidak mengganggu kebutuhan rutin.
2. Cicilan Lebih Sulit Diprediksi
Berbeda dengan bunga fixed, nominal cicilan pada periode floating tidak selalu dapat dipastikan sejak awal untuk seluruh tenor KPR.
Karena itu, jangan hanya menghitung kemampuan berdasarkan cicilan saat bunga sedang rendah.
3. Total Biaya KPR Bisa Berubah
Perubahan bunga juga dapat memengaruhi total biaya yang dibayarkan selama masa kredit. Semakin lama periode kredit dan semakin besar sisa pokok pinjaman, perubahan bunga dapat memberikan dampak yang perlu diperhitungkan.
Cara Menghadapi Bunga Floating KPR
Supaya lebih siap menghadapi perubahan cicilan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.
- Pertama, cek detail perjanjian KPR. Pahami kapan periode fixed berakhir dan kapan bunga floating mulai berlaku.
- Kedua, buat simulasi dengan beberapa skenario. Jangan hanya menghitung cicilan berdasarkan bunga saat ini. Coba perkirakan kemampuan keuangan jika cicilan mengalami kenaikan.
- Ketiga, siapkan dana cadangan. Dana darurat dapat membantu menjaga kondisi keuangan ketika terjadi perubahan pengeluaran, termasuk kenaikan cicilan.
- Keempat, perhatikan total biaya kredit. Jangan terpaku pada angka bunga di awal. Lihat juga tenor, biaya lainnya, serta ketentuan pelunasan kredit.
Baca juga: Proses KPR Berapa Lama? Ini Tahapan dan Estimasi Waktunya
Pilih KPR Sesuai Kemampuan Finansial
Memahami apa itu floating KPR membantu kamu melihat KPR secara lebih menyeluruh. Bukan hanya soal berapa cicilan yang harus dibayar sekarang, tetapi juga bagaimana kondisi keuangan jika suku bunga berubah di kemudian hari.
Kalau kamu sedang mempersiapkan kepemilikan rumah, Kredit Kepemilikan Rumah dari Bank Saqu bisa menjadi salah satu pilihan pembiayaan yang dapat dipertimbangkan.
Bank Saqu menawarkan KPR dengan suku bunga kompetitif, proses pengajuan yang mudah, dan tenor hingga 10 tahun untuk rumah baru. Saat ini, pengajuan KPR Bank Saqu tersedia bagi nasabah yang berdomisili di Jabodetabek.
Punya rencana memiliki rumah? Mulai dari cek kebutuhan dan kemampuan finansialmu terlebih dahulu. Kamu bisa download aplikasi Bank Saqu untuk melihat berbagai layanan perbankan dan mengelola kebutuhan finansial dalam satu aplikasi.






