Memahami apa itu kebutuhan primer adalah fondasi paling mendasar bagi setiap warga Bank Saqu yang ingin mengelola keuangan secara bijak. Pada dasarnya, kebutuhan primer adalah jenis kebutuhan utama yang wajib dipenuhi oleh setiap manusia agar dapat bertahan hidup dengan layak.
Saat pengeluaran membengkak di awal bulan, sering kali kita kesulitan membedakan mana belanjaan yang tergolong prioritas dan mana yang sekadar lifestyle. Padahal, dengan mengenali contoh kebutuhan primer serta cara pengalokasiannya yang tepat, strategi financial planning kamu bakal jadi jauh lebih teratur.
Yuk, pahami pengertian, ciri-ciri, hingga contohnya agar kondisi finansial kamu selalu dalam keadaan sehat!
BACA JUGA: Apa Itu Kebutuhan Tersier? Kenali Jenis dan Contohnya
Pengertian Kebutuhan Primer
Secara harfiah, kata primer berasal dari bahasa Latin primus yang berarti pertama atau utama. Jadi, kebutuhan primer adalah jenis kebutuhan mendasar yang wajib dipenuhi oleh setiap manusia demi mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Menurut Abraham Maslow dalam Teori Hierarki Kebutuhan, posisi kebutuhan primer adalah sepadan dengan physiological needs (kebutuhan fisiologis) yang berada di dasar piramida.
Maslow menjelaskan bahwa manusia akan fokus memuaskan fisik dasarnya terlebih dahulu sebelum memikirkan tingkat di atasnya, seperti rasa aman (safety needs), sosial (social needs), penghargaan (egoistic needs), hingga aktualisasi diri (self-actualization needs).
Apabila kebutuhan pokok ini sampai terabaikan, kualitas hidup seseorang tentu akan terganggu. Itu sebabnya dalam ilmu ekonomi, memahami apa itu kebutuhan primer sangat penting agar kamu selalu menempatkan pos pengeluaran ini di urutan paling atas sebelum mengalokasikan uang untuk barang sekunder maupun tersier.
Ciri-Ciri Kebutuhan Primer
Agar kamu tidak tertukar antara kebutuhan pokok dan keinginan impulsif saat berbelanja, penting untuk membedakan karakteristiknya. Berdasarkan teori fisiologis Maslow, terdapat beberapa ciri khas yang menandai pengeluaran pokok.
1. Sifatnya Mutlak dan Wajib
Pemenuhannya tidak bisa ditawar karena menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan sebelum memikirkan tingkat kebutuhan di atasnya.
2. Mempengaruhi Kelangsungan Hidup secara Fisik
Pemenuhannya berdampak langsung pada daya tahan tubuh, kesehatan, serta keselamatan fisik manusia sehari-hari.
3. Memiliki Hakikat Pengulangan
Kebutuhan ini akan terus muncul secara berkala sepanjang hidup, contohnya seperti rasa lapar dan haus yang akan kembali terasa beberapa jam setelah makan.
4. Dapat Terpuaskan Sementara Waktu
Berbeda dengan keinginan psikologis yang relatif tanpa batas, kebutuhan fisik dasar bisa dirasakan cukup pada titik tertentu sebelum akhirnya siklus kebutuhan itu berulang kembali.
5. Sifatnya Universal
Kebutuhan pokok ini dialami dan dibutuhkan oleh semua orang di dunia tanpa memandang latar belakang, usia, maupun status sosial.
Contoh Kebutuhan Primer dalam Kehidupan Sehari-hari
Setelah memahami karakternya, mari kita bedah bentuk konkret dari pemenuhan kebutuhan ini. Sebagaimana dicontohkan dalam kategori physiological needs Maslow, terdapat tiga pilar utama yang menjadi contoh kebutuhan primer manusia.
1. Pangan
Asupan nutrisi serta air bersih yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan energi dan mempertahankan kelangsungan hidup harian. Contohnya mencakup beras, air minum, lauk-pauk, serta bahan sembako dasar.
2. Sandang
Pakaian yang layak berfungsi melindungi tubuh dari perubahan suhu udara serta menjaga norma kesopanan. Contohnya mencakup pakaian harian, baju kerja, hingga alas kaki dasar.
3. Papan
Area tempat berteduh yang berfungsi melindungi diri dari panas, hujan, serta ancaman bahaya fisik.
Contohnya bisa berupa rumah pribadi, biaya sewa apartemen, atau tempat kos harian maupun bulanan.
Di era modern saat ini, beberapa aspek pendukung kelangsungan hidup seperti fasilitas kesehatan dasar, kecukupan oksigen dan waktu tidur, serta akses sanitasi bersih juga dikategorikan sebagai bagian penting dari pemenuhan kebutuhan dasar manusia.
Tips Mengatur Alokasi Kebutuhan Primer
Mengelola anggaran untuk pengeluaran pokok sebenarnya tidak rumit apabila kamu memiliki sistem pencatatan yang tepat.
Merujuk pada edukasi finansial dari publikasi DJKN Kementerian Keuangan, kamu bisa menerapkan metode budgeting populer 50/30/20 untuk membagi alokasi gaji secara ideal:
- 50% dari Pendapatan: Khusus dialokasikan untuk kebutuhan esensial dan kebutuhan pokok, seperti sembako, tempat tinggal, alat mandi, hingga tagihan rutin listrik dan air.
- 30% dari Pendapatan: Dialokasikan untuk pemenuhan keinginan pribadi atau hiburan (lifestyle), seperti nongkrong, langganan layanan streaming, atau travelling sebagai self-reward.
- 20% dari Pendapatan: Khusus disisihkan untuk tabungan, dana darurat, investasi jangka panjang, dan perencanaan masa depan.
Agar alokasi uang belanja pokok sebesar 50% tidak terpakai untuk urusan lain, penting sekali memisahkan rekening utama kamu dengan kantong transaksi harian.
Kamu bisa memanfaatkan fitur autodebit di awal bulan untuk membayar tagihan wajib serta rutin mencatat pengeluaran pos 50% ini agar tetap terkontrol dan tidak melampaui batas yang sudah ditentukan.
BACA JUGA: E-Budgeting: Fungsi, Tujuan, dan Keunggulannya
Kelola Kebutuhan Primer Lebih Rapi dengan Saku Transaksi dari Bank Saqu!
Sekarang kamu sudah makin paham kan kalau kebutuhan primer adalah kunci utama stabilitas finansial? Agar keuangan tetap aman dan dana belanja tidak tercampur dengan tabungan, yuk mulai pilah-pilah anggaran kamu dengan fitur fleksibel dari Bank Saqu!
Sebagai warga Bank Saqu, kamu bisa memanfaatkan Saku Transaksi dari Bank Saqu untuk mengontrol dan membagi pengeluaran harian hingga ke 20 saku berbeda. Setiap saku bisa diberi nama dan ikon khusus sesuai kebutuhan seperti sembako, transportasi, hingga tagihan bulanan.
Menariknya lagi, Saku Transaksi ini bisa dihubungkan langsung ke kartu debit atau dijadikan sumber dana pembayaran QRIS. Tak hanya membuat pencatatan bulanan makin rapi, dana yang kamu simpan di Saku Transaksi juga mendapatkan bunga sebesar 0,5% p.a.!
Tunggu apa lagi? Kelola uang makin simpel dan teratur dengan download aplikasi Bank Saqu dan rasakan kemudahan atur finansial dalam satu genggaman!
Referensi
- Robbins dan Judge (2015). Organizational Behavior https://www.worldsupporter.org/en/summary/summary-organizational-behavior-robbins-and-judge-19th-global-edition-39178
- DJKN Kemenkeu. Budget 50/30/20: Apa Itu dan Manfaatnya https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-metro/baca-artikel/17112/Budget-503020-Apa-Itu-dan-Manfaatnya.html
- Blog Kepegawaian BKN. HIERARCHY OF NEEDS THEORY SEBAGAI DASAR KEBIJAKAN WORK FROM ANYWHERE (WFA).https://www.bkn.go.id/hierarchy-of-needs-theory-sebagai-dasar-kebijakan-work-from-anywhere-wfa/






