Saku 101

Apa Itu Cash Flow? Ini Pengertian dan Cara Mengelolanya

25 Jun 2026

thumbnail

Cash flow adalah istilah yang sering disebut-sebut kalau lagi membicarakan keuangan. Tapi masih banyak yang belum tahu apa itu cash flow dan bagaimana cara kerjanya. Padahal, ini adalah catatan keuangan yang memudahkan kamu memantau kesehatan keuangan saat ini.

Pengelolaan keuangan pastinya lebih mudah kalau kamu tahu ilmu dasarnya. Untuk itu, di artikel ini kamu akan mengenali dari awal apa itu cash flow, jenis, cara menghitung, sampai tips praktis mengelola cash flow biar keuangan selalu sehat.

BACA JUGA: 11 Cara Mengatur Keuangan Pribadi yang Realistis dan Efektif

Apa Itu Cash Flow?

Cash flow adalah catatan uang masuk (cash inflow) dan uang keluar (cash outflow) dalam waktu tertentu. Cash flow juga disebut arus kas yang cocok untuk mencatat keuangan pribadi ataupun bisnis. 

Sederhananya, cash inflow adalah komponen pemasukan yang bisa berasal dari sumber apapun, seperti gaji, laba usaha, hasil investasi, atau passive income

Sedangkan cash outflow atau segala komponen pengeluaran, juga termasuk kebutuhan pokok, cicilan, pajak, belanja, sampai pengeluaran harian.

Jenis-Jenis Cash Flow yang Perlu Kamu Tahu

Ada 3 jenis cash flow atau arus kas yang paling sering digunakan, yaitu:

1. Arus Kas Operasi

Arus kas operasi akan memberikanmu informasi kas bersih dari keuangan yang masuk. 

Dalam konteks keuangan pribadi, komponennya berupa gaji dan pendapatan di luar gaji, misalnya hasil sewa atau pendapatan dari side hustle. Sedangkan bagi keuangan bisnis, kas ini termasuk penjualan produk atau pembayaran gaji karyawan.

Jenis arus kas ini bisa langsung menunjukkanmu apakah kamu atau sebuah bisnis mampu bertahan tanpa mengandalkan pinjaman.

2. Arus Kas Investasi

Semua aktivitas investasi, seperti pembelian aset, properti, atau sekuritas untuk menambah produktivitas masuk dalam arus kas investasi.

Nah, berbeda dari arus kas operasi, kalau arus kas investasi negatif, bisa jadi ada aset produktif yang lagi diperluas atau diperbanyak supaya aktivitas semakin efisien. 

3. Arus Kas Pembiayaan

Di dalam arus kas ini ada catatan uang yang masuk atau keluar dari aktivitas pendanaan bisnis. Sederhananya, ini adalah catatan dari mana bisnis mendapat modal dan ke mana modal itu dikembalikan.

Contohnya seperti pinjaman dari bank (uang masuk), pembayaran cicilan utang (uang keluar), atau bagi hasil kepada investor (uang keluar). Kalau kamu punya usaha kecil sekalipun, setiap kali meminjam modal atau mencicil pinjaman, itulah yang masuk ke dalam arus kas pembiayaan.

Bagaimana Cara Menghitung Cash Flow?

Sejauh mana kesehatan keuanganmu? Cara menghitung cash flow sebenarnya sederhana dan universal untuk diterapkan ke jenis cash flow apapun. Rumus utamanya adalah :

Cash Flow= Pendapatan atau Pemasukan - Pengeluaran

Dari sinilah kamu bisa melihat apakah hasilnya bernilai positif (cash flow surplus) atau bernilai negatif (cash flow deficit). Lalu, jika kamu ingin melihat saldo akhir, kamu bisa menambahkan cash flow dengan saldo awal bulan. 

Cash Flow yang Baik Seperti Apa?

Nilai yang bagus adalah jika arus kas positif, alias pemasukan lebih besar dari pengeluaran. Ini artinya semua pengeluaran masih bisa terpenuhi dan keuanganmu masih dalam kondisi yang sehat.

Kamu harus berhati-hati kalau yang terjadi sebaliknya, di mana pengeluaran terus melebihi pemasukan. Kalau ini yang terjadi maka kondisi keuanganmu lagi tidak sehat dan jangan tunda evaluasi pos pengeluaran ke bulan selanjutnya. 

Cara Mengatur Cash Flow agar Selalu Positif

Setelah memahami apa itu cash flow sampai posisi idealnya, waktunya ambil tindakan untuk menjaga semua pengeluaran bisa dipenuhi dan arus kas kamu tetap positif. Begini caranya:

1. Buat Rencana Keuangan Bulanan

Sebelum masuk bulan baru, buat dulu rencana keuangannya. Tentukan berapa persen untuk kebutuhan pokok, cicilan, hiburan, dan tabungan sesuai kebutuhanmu.

2. Simpan di Pos yang Berbeda

Mencampur semua uang dalam satu tempat bisa membuat cash flow berantakan. Untuk itu, simpan setiap dana yang sudah dipisah ke pos-pos berbeda. Cara ini juga membantu kamu memantau ke mana uang pergi.

3. Rutin Evaluasi Laporan Laba Rugi

Punya bisnis? Jangan sampai terlewat untuk membuat laporan laba rugi setiap bulan. Kalau ada kerugian di bulan tertentu, segera analisis sumbernya dan langsung buat langkah koreksi. 

4. Stop Belanja Impulsif

Belanja barang yang belum dibutuhkan atau menumpuk stok banyak pastinya mendorong kas semakin negatif. Cukup belanja produk yang benar-benar dibutuhkan dan bisa meningkatkan pemasukanmu kedepannya.

5. Kelola Piutang dan Utang

Saatnya tagih semua piutang yang lama menganggur supaya kas tidak lama tertahan di pihak lain. Tapi kalau kamu memiliki utang, selalu pisahkan terlebih dulu dan atur jadwal pembayaran yang jelas.

BACA JUGA: Impulsive Buying: Definisi, Penyebab, dan Cara Mencegah agar Finansial Tetap Sehat

Kontrol Cash Flow Harianmu Lebih Mudah Pakai Saku Transaksi Bank Saqu

Jadi, bukan hanya membagi lalu mencatat pemasukan dan pengeluaran setiap harinya. Inti utama membuat cash flow adalah memastikan arusnya terkontrol dengan cara memisahkan uang sesuai kebutuhan sejak awal.

Nah, dengan Saku Transaksi dari Bank Saqu, kamu bisa membuat beberapa Saku sekaligus untuk memisahkan berbagai jenis pengeluaran. Mulai dari kebutuhan pokok, tagihan bulanan, sampai budget hiburan semua bisa kamu update secara real-time kapanpun dan di manapun. 

Rencana keuanganmu tidak akan bubar setiap kali harus transaksi, karena setiap saku dilengkapi dengan QRIS yang membantu kamu membayar dari saku yang tepat. Keuangan jadi lebih terkontrol, transaksi tetap lancar.

Bersama Bank Saqu, yuk buat cash flow kamu tetap positif mulai dari langkah kecil.