Transaksi adalah aktivitas pertukaran nilai yang terjadi sehari-hari. Pertukaran ini bisa berupa barang dengan barang, uang dengan barang, uang dengan jasa, atau aset dengan aset lain agar dapat memenuhi kebutuhan jangka pendek, menengah, sampai jangka panjang.
Meski kelihatannya sederhana, membahas transaksi tidak sesederhana itu. Ada berbagai jenis hingga cara kerja yang membuat suatu transaksi berhasil dan memberikan manfaat bagi berbagai pihak yang telibat.
Nah, artikel ini akan membahas semuanya secara lengkap. Yuk, simak sampai habis!
BACA JUGA: Apa Itu Rekening? Ini Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya
Apa Itu Transaksi?
Transaksi adalah aktivitas menukarkan sesuatu yang bernilai dengan nilai dan syarat yang disepakati oleh dua pihak atau lebih.
Namun dalam istilah yang lebih umum, transaksi adalah kegiatan jual beli barang atau jasa antara dua pihak. Dari setiap transaksi, efeknya catatan keuangan setiap pihak mengalami perubaha, baik itu ada nilai yang bertambah atau berkurang.
Tidak jauh berbeda dengan konteks bisnis, dimana transaksi merupakan menjadi dasar pencatatan akuntansi. Jadi, setiap kejadian yang bisa diukur dengan uang akan tercatat sebagai transaksi. Karena itu, transaksi menjadi elemen paling dasar dalam laporan keuangan perusahaan.
Unsur-Unsur Transaksi
Unsur-unsur transaksi adalah berbagai elemen yang membuat suatu transaksi dianggap sah. Yuk, cek apa saja poin-poinnya supaya kamu bisa menilai apakah transaksi yang kamu lakukan dengan pihak lain bernilai sah atau belum.
1. Melibatkan 2 Pihak
Setiap transaksi melibatkan dua pihak, yaitu pemberi dan penerima. Namun, pihak penerima boleh jadi terdiri dari satu atau lebih entitas. Contohnya, dalam transaksi bulk transfer, dana ditransfer ke beberapa rekening penerima sekaligus.
2. Objek Transaksi
Dalam setiap transaksi tentunya harus ada objek yang dipertukarkan. Objek inilah yang disebut sebagai barang atau jasa, seperti produk fisik, layanan, atau aset digital.
3. Kesepakatan Kedua Belah Pihak
Transaksi akan dianggap sah kalau kedua pihak setuju dengan harga, jumlah, metode pembayaran, dan ketentuan lain yang disyaratkan masing-masing pihak. Tanpa kesepakatan, transaksi tersebut belum sah karena ada unsur pemaksaan pada salah satu pihak.
4. Alat Pembayaran
Transaksi yang berhasil tandanya sudah terjadi pertukaran uang dengan produk. Nah, inilah yang disebut tahap pembayaran. Alat pembayaran bisa berupa uang tunai, kartu, atau saldo digital.
5. Dokumen Transaksi
Untuk membuktikan bahwa transaksi telah terjadi, transaksi perlu direkam dalam dokumen seperti struk, invoice, atau catatan digital. Nantinya, dokumen ini bisa kamu gunakan untuk menyusun catatan keuangan atau pembuktian berbagai keperluan lainnya.
Jenis-Jenis Transaksi
Ada 3 kategori transaksi yang tergantung dari pihak yang terlibat, alat bayar, dan tujuan aktivitasnya. Berikut ini jenis-jenis transaksi yang perlu kamu pahami.
1. Transaksi Berdasarkan Pihak yang Terlibat
Kategori ini sering dipakai untuk menjelaskan transaksi yang dilakukan perusahaan. Jenis-jenis transaksi ini meliputi:
- Transaksi internal: aktivitas pertukaran yang hanya terjadi di dalam perusahaan. Contohnya, pembayaran gaji karyawan dan pembelian perlengkapan alat tulis kantor.
- Transaksi eksternal: transaksi antara perusahaan dengan pihak luar. Contohnya, jual beli dengan pelanggan atau pembayaran sewa gedung dengan pihak penyewa.
2. Transaksi Berdasarkan Alat Pembayaran
Di era digital ini, transaksi semakin beragam pilihan alat bayarnya, antara lain:
- Transaksi tunai: pembayaran yang dilakukan dengan uang kartal (kertas dan logam) dan berlangsung instan.
- Transaksi non-tunai: pembayaran nilai produk menggunakan alat yang memerlukan koneksi internet, seperti kartu debit dan kartu kredit dengan mesin EDC, QRIS, e-wallet, atau transfer bank.
3. Transaksi Berdasarkan Tujuan
Setiap transaksi pastinya punya motif keuangan tertentu, baik untuk scope bisnis, personal, ataupun, investasi:
- Transaksi bisnis: pertukaran nilai untuk menjaga operasional usaha dan mendapatkan keuntungan, misalnya membeli bahan baku.
- Transaksi personal: pembayaran yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan pribadi, misalnya, membayar makan siang.
- Transaksi investasi: transaksi untuk menambah aset, contohnya membuka tabungan deposito, membeli saham atau reksa dana.
Cara Kerja Transaksi
Meskipun bentuk transaksi berbeda-beda, alur transaksi umumnya cukup mirip, mulai dari saling menawarkan sampai menukarkan sejumlah uang dengan produk. Lebih detailnya, urutan cara kerja transaksi adalah sebagai berikut:
- Penawaran dan permintaan: Salah satu pihak menawarkan barang atau jasa, sedangkan pihak lain menyatakan minatnya.
- Negosiasi: Kedua pihak membahas harga, jumlah, dan berbagai syarat, termasuk syarat pembayaran.
- Kesepakatan: Setelah semua pihak setuju dengan semua ketentuan, transaksi bisa lanjut ke tahap eksekusi.
- Pembayaran: Pembeli menyerahkan alat pembayaran sesuai kesepakatan, baik tunai maupun digital.
- Serah terima: Penjual menyerahkan barang atau jasa yang menjadi objek transaksi dan kepemilikan produk berpindah ke pembeli.
- Pencatatan: Masing-masing pihak menyimpan bukti transaksi sebagai catatan keuangan yang resmi.
BACA JUGA: Apa Itu Cashless? Ketahui Cara Kerja dan Keunggulannya
Di Era Digital Ini, Bank Saqu Siap Bantu Kamu Mengelola Transaksi dengan Praktis!
Itulah penjelasan lengkap tentang apa itu transaksi yang dapat membantu kamu memahami aktivitas keuangan ini lebih baik. Pastikan pahami dengan baik, agar kamu bisa mengantisipasi peluang penipuan selama proses transaksi berlangsung dan membantu kamu mengelola keuangan lebih rapi lagi.
Nah, apabila kamu masih kesulitan mengatur keuangan karena semua transaksi masih tergabung dengan rekening tabungan, kamu butuh fitur khusus untuk memisahkan setiap rekening sambil tetap memonitor arus di setiap kategorinya, seperti fitur Saku Transaksi dari Bank Saqu!
Saku Transaksi bekerja dengan membedakan rekening transaksi untuk menampung pemasukan dan pengeluaran dari rekening tabungan. Kamu bahkan bebas membuat lebih dari satu kategori Saku Transaksi yang bisa kamu atur nama dan ikonnya sesuai selera.
Selain jadi wadah transaksi, uangmu juga ikut bertumbuh dengan suku bunga sebesar 0.5% p.a. yang bisa kamu gunakan kembali untuk transaksi apapun. Mau langsung coba fitur ini? Yuk, download aplikasi Bank Saqu sekarang untuk menikmati akses dan layanan lengkapnya!






