Pernah kepikiran buat pensiun dini di usia 40-an? Banyak orang sekarang mulai mikir buat berhenti kerja lebih cepat supaya bisa nikmatin hidup tanpa tekanan kerjaan.
Tapi sebelum buru-buru ngomong ke bos “saya mau resign”, yuk pahami dulu gimana cara ngitung tabungan pensiun dini dan kapan seseorang bisa dibilang benar-benar siap buat pensiun.
Cara Menghitung Tabungan untuk Pensiun Dini
Pensiun dini artinya kamu berhenti kerja sebelum usia pensiun normal (biasanya 55–60 tahun di Indonesia), tapi tetap punya cukup uang buat hidup nyaman.
Motivasinya macam-macam. Ada yang mau lebih banyak waktu sama keluarga, ada yang pengen fokus ke hobi, atau sekadar pengen hidup lebih santai tanpa stres kerja.
Tapi semua itu cuma bisa jadi kenyataan kalau kamu punya perencanaan keuangan yang matang.
Nah, berikut langkah sederhana buat hitungnya:
1. Tentukan gaya hidup kamu setelah pensiun
Kamu mau tinggal di kota besar atau di daerah yang biaya hidupnya lebih rendah? Mau sering traveling atau hidup sederhana di rumah? Karena semua itu bakal ngaruh ke total biaya yang kamu butuhin nanti.
Sebagai contoh, kalau pengeluaran kamu sekarang sekitar Rp10 juta per bulan dan kamu mau pensiun di usia 45 tahun, kamu bisa mulai hitung kebutuhan selama masa pensiun, misalnya sampai umur 75 tahun.
Berarti ada 30 tahun yang perlu kamu siapkan.
2. Hitung total kebutuhan dana pensiun
Gunakan rumus sederhana:
Kebutuhan bulanan × 12 bulan × jumlah tahun masa pensiun
Kalau pengeluaran bulanan kamu Rp10 juta, berarti:
Rp10 juta × 12 × 30 = Rp3,6 miliar
Tapi jangan lupa, inflasi tiap tahun bisa bikin nilai uang turun. Dengan asumsi inflasi 5% per tahun, kebutuhan kamu bisa melonjak jadi sekitar Rp6–7 miliar saat nanti benar-benar pensiun.
Jadi, kamu perlu investasi supaya uangmu tumbuh.
3. Hitung kemampuan menabung dan waktu persiapan
Kalau kamu mulai menabung di usia 25 dan ingin pensiun di usia 45, berarti kamu punya waktu 20 tahun buat ngumpulin dana Rp6 miliar.
Supaya lebih realistis, jangan cuma nabung di rekening biasa. Kamu bisa alokasikan dana ke berbagai instrumen seperti:
- Reksadana saham
- Obligasi pemerintah (seperti SBR atau ORI)
- Properti
- Tabungan pensiun atau dana pensiun lembaga keuangan (DPLK)
Tanda Kamu Sudah Siap untuk Pensiun Dini
Selain soal angka, kesiapan pensiun dini juga soal mental dan gaya hidup. Berikut beberapa tanda kalau kamu udah siap:
1. Keuanganmu udah stabil
Kamu nggak punya utang konsumtif, cicilan lunas, dan dana darurat cukup buat 6–12 bulan. Kalau ini udah aman, kamu bisa lanjut ke langkah berikutnya.
2. Punya sumber penghasilan pasif
Bisa dari properti sewaan, dividen saham, atau bisnis kecil yang bisa jalan tanpa kamu harus kerja tiap hari. Penghasilan pasif inilah yang akan jadi “gaji pengganti” setelah kamu berhenti kerja.
3. Punya tujuan hidup yang jelas
Pensiun dini bukan berarti kamu berhenti melakukan apa pun. Justru, banyak orang yang malah merasa kosong setelah pensiun.
Jadi, penting banget buat tahu mau ngapain setelahnya, entah mau buka usaha, jadi relawan, atau fokus sama keluarga.
4. Siap secara mental
Nggak semua orang bisa langsung adaptasi setelah berhenti kerja. Rutinitas berubah, interaksi sosial berkurang, dan kamu harus bisa tetap produktif tanpa tekanan kantor.
Kalau kamu udah siap hadapi itu semua, artinya kamu benar-benar udah siap pensiun dini.
Melansir Fidelity, di Amerika, para ahli keuangan menyarankan agar seseorang punya tabungan pensiun sebesar 3 kali penghasilan tahunan di usia 40 tahun, dan 6 kali penghasilan di usia 50 tahun.
Meskipun standar ini dari luar negeri, kamu bisa jadikan acuan kasar untuk perencanaan finansial pribadi.
Misalnya, kalau gaji kamu sekarang Rp10 juta per bulan, di usia 40 nanti idealnya kamu udah punya minimal Rp360 juta tabungan investasi.
Tips Biar Rencana Pensiun Dini Nggak Gagal di Tengah Jalan1
1. Catat semua pengeluaran dan pemasukan
Penting supaya kamu tahu berapa yang bisa kamu sisihkan tiap bulan. Aplikasi Bank Saqu bisa bantu kamu memisahkan kebutuhan harian dan tabungan jangka panjang biar nggak campur aduk.
2. Naikkan jumlah investasi seiring kenaikan gaji
Jangan biarkan gaya hidup naik duluan. Saat penghasilan meningkat, tambahkan juga persentase investasi kamu.
3. Jangan ambil keputusan investasi karena FOMO
Pensiun dini itu maraton, bukan sprint. Pilih investasi yang stabil dan cocok dengan profil risiko kamu.
4. Pertimbangkan asuransi kesehatan dan jiwa
Biaya kesehatan adalah salah satu pengeluaran terbesar di masa pensiun. Jadi, asuransi adalah bentuk perlindungan jangka panjang yang penting banget.
Kalau kamu pengen mulai nyiapin tabungan pensiun dini dengan cara yang praktis dan rapi, cobain aplikasi Bank Saqu. Di sini, kamu bisa pisahkan dana sesuai tujuan, dari kebutuhan harian sampai tabungan jangka panjang.
Buka akun Bank Saqu gampang banget, cukup beberapa klik aja! Yuk, coba download aplikasi Bank Saqu di Android dan iOS sekarang!





