Jadi Solopreneur

Apa Itu Profit? Pengertian, Jenis, dan Cara Menghitungnya

21 Okt 2026

thumbnail

Kalau kamu bingung menilai apakah bisnis kamu bertumbuh atau stagnan secara sederhana, kamu bisa cek dari profit yang kamu dapatkan setiap periodenya. Tapi, sudah tahu belum apa itu profit?

Pemilik usaha seperti kamu penting banget untuk mengetahui salah satu komponen keuangan ini agar tidak salah hitung atau justru menghitung hanya berdasarkan perkiraan.

Nah, artikel kali ini akan membantu kamu memahami tentang profit adalah apa, lengkap dengan jenis, cara menghitung, sampai berapa profit yang ideal!

BACA JUGA: Apa Itu Cash Flow? Ini Pengertian dan Cara Mengelolanya

Apa Itu Profit dalam Bisnis?

Profit adalah jumlah pendapatan usaha yang dikurangi HPP dan total biaya untuk menjalankan bisnis selama periode tertentu, baik per bulan atau per tahun. Profit umumnya juga disebut dengan keuntungan, sedangkan dalam laporan keuangan profit dinyatakan sebagai laba, yaitu keuntungan yang diperoleh perusahaan.

Kamu baru mengantongi profit jika pendapatan yang masuk masih tersisa setelah dipotong HPP dan biaya operasional. Jadi, kalau biaya operasional melebihi pendapatan, maka tidak ada profit yang diperoleh alias bisnis kamu dalam posisi rugi.

Dalam bisnis, profit adalah komponen keuangan yang penting apapun skala usahanya. Profit menunjukkan seberapa efisien bisnis tersebut menghasilkan keuntungan dan mampu bergerak mandiri dari laba tersebut.

Perbedaan Profit dan Omzet

Pernah tertukar antara profit dan omzet? Meski terlihat mirip dalam kategori pemasukan, profit adalah komponen pendapatan yang berbeda dari omzet. Perbedaannya antara lain:

  • Profit: Selisih antara pendapatan dengan HPP dan biaya operasional
  • Omzet atau Revenue: Total pendapatan bisnis sebelum dipotong HPP dan biaya-biaya. 

Dengan begitu, jika bisnismu menghasilkan omzet besar dalam sebulan atau setahun, belum tentu profit yang kamu dapatkan juga besar. Oleh karena itu, target profit sudah harus kamu perhitungkan sejak menetapkan harga jual produk, dengan mempertimbangkanmodal dan biaya operasional.

Jenis-Jenis Profit yang Perlu Kamu Pahami

Adapun beberapa jenis profit dalam sebuah bisnis, antara lain:

1. Gross Profit (Laba Kotor)

Laba kotor adalah laba dari pendapatan yang dikurangi harga pokok penjualan. Angka gross profit akan menunjukkan apakah harga jual produk sudah menutup ongkos produksi.

Rumus Laba Kotor:

Laba Kotor = Total Pendapatan − HPP

2. Operating Profit (Laba Operasional)

Laba operasional didapat dari laba kotor yang dipotong biaya operasional, yaitu sewa tempat, gaji staf, listrik, dan biaya pemasaran. Jadi, kalau laba kotor besar sementara laba operasional kecil, pengeluaran biaya operasional jadi beban yang cukup berat.

Rumus Laba Operasional:

Laba Operasional = Laba Kotor − Biaya Operasional

3. Net Profit (Laba Bersih)

Laba bersih adalah nilai akhir profit setelah semua biaya dan kewajiban dibayar, termasuk bunga pinjaman dan pajak. Net profit inilah uang yang benar-benar bisa kamu pakai atau simpan.

Rumus Laba Bersih:

Laba Bersih = Laba Operasional − Bunga − Pajak*

* Pelaku usaha orang pribadi yang memakai PPh final membayar 0,5% dari omzet, dan omzet setahun sampai Rp500 juta pertama tidak kena PPh.

4. Profit Margin

Profit margin adalah persentase laba bersih terhadap total pendapatan. Rumus profit margin adalah:

Profit Margin = (Laba Bersih ÷ Total Pendapatan) × 100%

Cara Menghitung Profit dan Contohnya

Cara menghitung profit dilakukan secara berurutan, mulai dari menghitung laba kotor, laba operasional, dan terakhir laba bersih menggunakan masing-masing rumus. 

Misalnya, bisnis produk rumah tangga yang kamu rintis dengan bentuk usaha UMKM perorangan memiliki rincian berikut:

  • Pendapatan atau omzet: Rp30 juta sebulan
  • HPP: Rp12 juta
  • Biaya Operasional: Rp10 juta
  • Bunga pinjaman: Rp3 juta
  • Pajak: Rp0 (omzet setahun Rp360 juta dikenakan PPh Rp0 berdasarkan PP Nomor 55 Tahun 2022)

Angka ini perlu kamu hitung dengan cara berikut:

  1. Laba Kotor = Total Pendapatan − HPP
     Laba Kotor = Rp30 juta - Rp12 juta
     Laba Kotor = Rp18 juta
  2. Laba Operasional = Laba Kotor − Biaya Operasional
     Laba Operasional = Rp18 juta - Rp10 juta
     Laba Operasional = Rp8 juta
  3. Laba Bersih = Laba Operasional − Bunga − Pajak
     Laba Bersih = Rp8 juta - Rp3 juta
     Laba Bersih = Rp5 juta
  4. Profit Margin = (Laba Bersih ÷ Total Pendapatan) × 100%
     Profit Margin = (Rp5 juta ÷ 30 juta) × 100%
     Profit Margin = 16,67%

Berapa Profit yang Ideal untuk Sebuah Bisnis?

Secara umum, net profit sebesar 10% ke atas dianggap sehat untuk sebagian besar jenis usaha. Namun, profit yang baik untuk sebuah bisnis umumnya tergantung dari masing-masing industri. 

Per Januari 2026 NYU Stern School of Business mencatat berbagai industri berbeda di Amerika Serikat memiliki net margin tersendiri, mulai dari industri periklanan, perlengkapan rumah tangga, sampai utilitas air.

Seperti, industri furnitur yang memiliki net margin rata-rata 1.10%, peralatan rumah tangga dengan net margin 11.68%, atau retail makanan yang punya net margin 1.32%.

Angka-angka ini bisa menjadi acuan utama kamu dalam mencapai net margin yang ideal sambil mempertimbangkan skala dan kesehatan bisnis.

Jika margin cukup tipis, kamu bisa meninjau ulang harga jual lalu pangkas biaya yang tidak terpakai. Solusi lainnya, kamu juga dapat bertransisi ke produk bermargin tebal yang paling diminati pembelimu.

BACA JUGA: Apa Itu HPP? Ini Fungsi Harga Pokok Penjualan dalam Usaha

Berhasil Dapat Profit? Waktunya Simpan di Deposito dari Bank Saqu Biar Dana Bertumbuh!

Sekarang sudah kenal dengan apa itu profit dengan lengkap, bukan? Profit adalah hasil akhir yang perlu kamu hitung rutin, jaga marginnya, lalu simpan dengan rapi.

Nah, laba yang sudah terkumpul sebaiknya disimpan di tempat yang juga bikin kamu tambah untung, seperti Deposito dari Bank Saqu. Pakai layanan Deposito, kamu bisa pilih tenor sesuai kebutuhan mulai dari 7 hari sampai 12 bulan dengan bunga sampai 6,50% p.a. untuk penempatan di bawah Rp500 juta.

Cukup simpan Rp1 juta yang bisa langsung kamu lakukan sekarang juga via aplikasi Bank Saqu, simpanan profit kamu siap bertambah saat tenor tiba. 

Siap tambah cuan? Yuk, coba Deposito Bank Saqu dengan download aplikasi Bank Saqu!

Referensi

  1. Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan. 2022. Diakses dari https://peraturan.bpk.go.id/Details/233488
  2. Bennett Financials. What Profit Percentage Is Good? (For Service-Based Businesses). 2-2026. Diakses dari https://bennettfinancials.com/what-profit-percentage-is-good-for-service-based-businesses 
  3. NYU Stern School of Business. Operating and Net Margins (Margins by Sector, US), data Januari 2026. 2026. Diakses dari https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/New_Home_Page/datafile/margin.html
Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.