Jadi Solopreneur

Apa Itu HPP? Ini Fungsi Harga Pokok Penjualan dalam Usaha

03 Agt 2026

thumbnail

HPP adalah salah satu perhitungan yang wajib dipahami setiap pelaku usaha, baik yang baru merintis maupun yang sudah menjalankannya selama bertahun-tahun.

Dengan mengetahui apa itu HPP, kamu dapat menentukan harga jual produk secara lebih tepat, memperkirakan keuntungan, hingga mengevaluasi apakah biaya operasional bisnis sudah berjalan secara efisien.

Di artikel ini, kamu akan mempelajari pengertian HPP beserta komponen utama dan fungsinya. Yuk, pelajari sampai akhir biar pengambilan keputusan bisnismu ke depannya makin mantap!

BACA JUGA: 5 Cara Menghitung Pajak Penghasilan (PPh) Terbaru & Rumusnya

Apa Itu HPP?

HPP adalah singkatan dari Harga Pokok Penjualan, yaitu total biaya langsung yang dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan atau memperoleh barang yang kemudian dijual kepada konsumen dalam periode akuntansi tertentu. Dalam istilah asing, HPP dikenal sebagai Cost of Goods Sold atau COGS.

Biaya yang termasuk dalam HPP mencakup seluruh pengeluaran yang berkaitan langsung dengan proses produksi. Nilai inilah yang nantinya digunakan sebagai dasar buat mengetahui berapa biaya sebenarnya yang harus dikeluarkan sebelum memperoleh pendapatan dari penjualan.

Karena berkaitan langsung dengan proses produksi atau pengadaan barang, HPP jadi salah satu komponen utama dalam laporan laba rugi.

Besarnya laba kotor perusahaan diperoleh dari selisih antara pendapatan penjualan dengan nilai HPP. Oleh sebab itu, makin akurat perhitungan HPP, makin tepat pula gambaran kondisi keuangan bisnis yang kamu miliki.

Besaran HPP setiap bisnis juga bisa berbeda-beda. Perusahaan manufaktur, misalnya, memiliki komponen biaya yang lebih kompleks dibandingkan perusahaan dagang karena harus memperhitungkan proses produksi. 

Di lain sisi, perusahaan dagang biasanya menghitung HPP dengan lebih sederhana karena aktivitas yang dilakukan sekadar menjual dan membeli dagangan, tanpa mengolahnya.

Komponen HPP

Harga Pokok Penjualan disusun dari beberapa komponen utama yang saling berkaitan. Setiap komponen punya peran penting dalam rumus perhitungan HPP, sehingga tidak boleh diabaikan. Berikut penjelasannya.

1. Persediaan Awal

Persediaan awal merupakan nilai barang yang masih tersedia pada awal periode akuntansi. Nilai ini biasanya berasal dari sisa stok pada periode sebelumnya yang belum terjual. Komponen ini menjadi titik awal dalam menghitung total barang yang tersedia untuk dijual selama satu periode.

2. Pembelian Bersih

Pembelian bersih adalah seluruh nilai pembelian barang atau bahan baku setelah disesuaikan dengan retur pembelian, potongan pembelian, dan biaya angkut pembelian apabila ada.

Komponen ini menggambarkan nilai barang yang benar-benar masuk ke dalam persediaan perusahaan selama periode berjalan.

3. Persediaan Akhir

Persediaan akhir merupakan nilai barang yang masih tersisa di akhir periode dan belum terjual kepada pelanggan. Nilai persediaan akhir akan mengurangi total biaya yang diakui sebagai HPP karena barang tersebut masih menjadi aset perusahaan dan belum menghasilkan penjualan.

4. Biaya Produksi Langsung

Khusus pada perusahaan manufaktur, HPP juga dipengaruhi oleh biaya produksi secara langsung, antara lain biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Seluruh komponen tersebut jadi bagian dari biaya yang diperlukan untuk menghasilkan produk siap jual.

Biaya yang Tidak Termasuk dalam HPP

Tidak semua pengeluaran perusahaan dapat dimasukkan ke dalam Harga Pokok Penjualan. HPP hanya mencakup biaya yang berhubungan langsung dengan proses menghasilkan barang atau jasa.

Beberapa biaya yang tidak termasuk HPP antara lain.

  • Biaya administrasi dan operasional.
  • Gaji manajemen atau staf.
  • Biaya pemasaran dan promosi.
  • Biaya distribusi atau pengiriman kepada pelanggan.
  • Bunga pinjaman dan biaya keuangan lainnya, serta 
  • Belanja modal atau investasi aset tetap. 

Karena tidak berkaitan langsung dengan proses produksi, biaya-biaya tersebut biasanya dicatat sebagai beban operasional dalam laporan laba rugi, bukan bagian dari HPP.

Fungsi HPP dalam Usaha

Memahami apa itu HPP saja belum cukup. Kamu juga perlu mengetahui kenapa komponen ini berperan besar dalam pengelolaan usaha.

Dengan perhitungan yang akurat, kamu sebagai pemilik usaha dapat mengambil berbagai keputusan berdasarkan data biaya yang sebenarnya, bukan sekadar perkiraan.

Untuk lebih jelasnya, fungsi HPP dalam usaha meliputi.

1. Menjadi Dasar Penentuan Harga Jual

Harga jual tak bisa ditentukan hanya dengan melihat harga pesaing atau perkiraan keuntungan yang diinginkan. Sebelum menetapkan harga, kamu perlu tahu berapa biaya yang sudah dikeluarkan untuk menghasilkan produk tersebut.

Melalui HPP, perusahaan dapat menentukan harga jual dengan tetap memberikan margin keuntungan tanpa membuat produk jadi terlalu mahal atau justru dijual di bawah biaya produksi.

2. Membantu Menghitung Laba Kotor

Laba kotor diperoleh dari selisih antara pendapatan penjualan dengan Harga Pokok Penjualan. Setelah besaran laba kotor didapat, nilai laba bersih pun akan terlihat. Oleh karena itu, nilai HPP berpengaruh langsung terhadap besarnya profit perusahaan.

Jika HPP dihitung meleset, hasil laporan laba rugi pun bisa kurang tepat. Hal ini berpotensi memengaruhi evaluasi kinerja bisnis dan pengambilan keputusan di masa mendatang.

3. Mengukur Efisiensi Operasional

Perubahan nilai HPP sering kali jadi indikator adanya perubahan biaya produksi. Misalnya, kenaikan harga bahan baku, meningkatnya biaya tenaga kerja, atau penggunaan sumber daya yang kurang efisien.

Dengan rutin memantau HPP, perusahaan dapat lebih cepat mengidentifikasi penyebab meningkatnya biaya sehingga langkah perbaikan dapat segera dilakukan.

4. Membantu Mengelola Persediaan

Persediaan barang merupakan salah satu aset penting dalam bisnis, terutama bagi perusahaan dagang dan manufaktur. Nilai HPP berkaitan erat dengan pencatatan persediaan awal maupun akhir.

Perhitungan yang benar memastikan perusahaan mengetahui jumlah stok yang masih tersedia sekaligus menghindari kelebihan dan kekurangan persediaan.

5. Mendukung Pengambilan Keputusan Bisnis

Berbagai keputusan strategis, mulai dari menambah kapasitas produksi, meluncurkan produk baru, hingga melakukan ekspansi usaha, butuh informasi biaya yang valid.

HPP bisa menjadi dasar analisis karena memberikan gambaran mengenai biaya produksi yang riil. Dengan begitu, keputusan yang diambil dapat lebih terukur, sehingga meminimaliasi risiko kerugian.

BACA JUGA: 10 Usaha Modal 10 Juta yang Menjanjikan dan Omsetnya Bisa Berlipat Ganda

Bangun dan Perkuat Usahamu dengan Kredit Modal Kerja dari Bank Saqu!

Sekarang kamu sudah paham, kan, apa itu HPP atau harga pokok penjualan? Dengan pemahaman ini, kamu dapat menentukan harga jual dengan lebih presisi, menghitung potensi keuntungan, serta mengevaluasi efisiensi operasional agar bisnis terus berkembang.

Namun, pengelolaan biaya yang baik saja terkadang belum cukup. Ketika permintaan meningkat, harga bahan baku naik, atau bisnis butuh tambahan modal untuk menjaga operasional tetap berjalan, dukungan pendanaan yang tepat juga jadi faktor penting.

Di sinilah Kredit Modal Kerja dari Bank Saqu hadir sebagai solusi yang layak dipertimbangkan. Pinjaman jangka pendek dengan tenor hingga 1 tahun ini membantu pelaku usaha memenuhi kebutuhan modal usaha produktif untuk memastikan bisnis tetap bertumbuh.

Kamu bisa mengajukan pinjaman mulai dari Rp100 juta, dengan suku bunga efektif yang kompetitif, sekitar 11% per tahun. Kamu pun hanya dikenakan biaya provisi 1% per tahun dan biaya administrasi Rp1 juta.

Di samping itu, Bank Saqu juga memberikan kemudahan perpanjangan tenor ataupun plafon pinjaman apabila usahamu masih memerlukan dukungan finansial setelah masa pinjaman berakhir.

Yuk, pelajari dan ajukan Kredit Modal Kerja sesuai kebutuhan usahamu sekarang juga. Dapatkan modal yang kamu butuhkan agar bisnismu bisa melaju lebih kencang!

Simulasikan Pinjamanmu

Loading...
Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.