Inspirasi Warga

Apa Itu WHV Australia? Program, Kuota, dan Persiapan Dananya

03 Nov 2026

thumbnail

Punya impian bekerja sekaligus menjelajahi Australia? Salah satu kesempatan yang bisa kamu pertimbangkan adalah Work and Holiday Visa (WHV) Australia Subclass 462. Program ini memungkinkan warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan untuk tinggal, bekerja, dan berlibur di Australia hingga 12 bulan.

Namun, sebelum berangkat, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, mulai dari persyaratan administrasi, kemampuan bahasa Inggris, hingga kondisi finansial. Salah satu persyaratan pentingnya adalah bukti kepemilikan dana yang cukup untuk membiayai kebutuhan hidup selama masa awal tinggal di Australia.

Karena itu, memahami kebutuhan biaya WHV Australia sejak awal bisa membantu kamu mengatur tabungan dan pengeluaran tanpa mengganggu kondisi keuangan sehari-hari. Yuk, kenali programnya sekaligus cara mempersiapkan dananya!

BACA JUGA: Biaya Liburan ke Jepang 2026: Budget dan Persiapannya

Apa Itu WHV Australia?

WHV adalah singkatan dari Work and Holiday Visa, yaitu program visa yang memberikan kesempatan kepada anak muda dari negara mitra Australia untuk bekerja dan berlibur di Australia dalam periode tertentu.

Lantas, WHV Australia adalah program yang memungkinkan warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan untuk tinggal di Australia selama maksimal 12 bulan sambil bekerja untuk mendukung biaya perjalanan dan kebutuhan hidup.

Bagi pemegang paspor Indonesia, program yang berlaku adalah Work and Holiday Visa Subclass 462. Kamu bisa membaca ketentuan lengkapnya melalui situs resmi Department of Home Affairs Australia.

Program ini memiliki beberapa ketentuan, antara lain:

  • Usia: 18–30 tahun (inklusif) saat mengajukan permohonan.
  • Durasi tinggal: Maksimal 12 bulan.
  • Kesempatan bekerja: Dapat bekerja selama berada di Australia dengan memperhatikan ketentuan visa.
  • Batas bekerja: Umumnya maksimal enam bulan untuk satu pemberi kerja.
  • Pendidikan: Memenuhi persyaratan pendidikan yang berlaku bagi pemohon Indonesia.
  • Bahasa Inggris: Memiliki kemampuan bahasa Inggris minimal tingkat fungsional sesuai ketentuan imigrasi.
  • Kondisi kesehatan dan karakter: Memenuhi persyaratan kesehatan dan karakter yang ditetapkan pemerintah Australia.

Perlu diketahui, WHV bukan visa kerja permanen. Program ini dirancang sebagai kesempatan bekerja sambil berlibur, sehingga pemegang visa tetap harus mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku.

Kuota WHV Australia untuk Indonesia

Salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika merencanakan WHV adalah kuota tahunan. Jumlah visa yang tersedia terbatas sehingga tidak semua calon pemohon otomatis mendapatkan kesempatan mengajukan visa.

Berdasarkan informasi Status of Country Caps dari Department of Home Affairs, Indonesia memiliki alokasi hingga 5.000 visa WHV Subclass 462 untuk setiap tahun program.

Pemerintah Australia juga memperkenalkan sistem ballot atau undian untuk pendaftaran WHV pertama bagi pemegang paspor Indonesia pada 2026.

Artinya, calon pemohon perlu mengikuti proses pendaftaran ballot terlebih dahulu. Jika terpilih, barulah pemohon dapat melanjutkan ke tahap pengajuan visa sesuai persyaratan yang berlaku.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Kuota tahunan: Indonesia memiliki alokasi hingga 5.000 visa untuk program WHV pertama.
  2. Sistem ballot: Pendaftaran WHV pertama bagi WNI menggunakan sistem pemilihan acak.
  3. Surat Dukungan Pemerintah Indonesia (SDUWHV): Kepemilikan surat dukungan dari tahun sebelumnya tidak otomatis memberikan prioritas atau menjamin terpilih dalam ballot.
  4. Pemantauan informasi: Jadwal pendaftaran dan ketentuan ballot perlu dipantau melalui halaman berita terbaru Working Holiday Maker Program.

Dengan adanya sistem ballot, persiapan dokumen dan keuangan sebaiknya dilakukan lebih awal. Jadi, ketika mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan proses pengajuan, kamu tidak perlu terburu-buru mengumpulkan dana.

Berapa Biaya WHV Australia yang Perlu Disiapkan?

Selain dokumen dan persyaratan administrasi, persiapan finansial menjadi salah satu bagian penting sebelum mengikuti program WHV.

Calon peserta perlu menyiapkan dana bukti finansial atau show money, biaya aplikasi visa, tes kemampuan bahasa Inggris, pemeriksaan kesehatan, hingga biaya perjalanan.

Sebagai gambaran, berikut estimasi kebutuhan biaya awal dengan asumsi kurs AUD 1 = Rp12.700.

KomponenEstimasi BiayaKategori Dana
Dana bukti finansial (AUD 5.000)Rp63.500.000Dana mengendap
Aplikasi visa (AUD 840)Rp10.668.000Pengeluaran administratif
Tes IELTS/PTERp3.000.000–Rp3.500.000Pengeluaran administratif
Medical check-up dan biometrikRp1.500.000–Rp2.500.000Pengeluaran administratif
Tiket pesawat keberangkatan (one-way)Rp5.000.000–Rp8.000.000 
Total estimasiRp83.668.000–Rp88.168.000 

Catatan: Estimasi menggunakan kurs asumsi, bukan kurs transaksi aktual. Biaya aplikasi visa mengikuti tarif resmi saat pengajuan. Untuk memeriksa tarif terbaru, gunakan Visa Pricing Estimator resmi Australia.

Dana AUD 5.000 merupakan jumlah yang umumnya digunakan sebagai acuan bukti kemampuan finansial untuk mendukung kebutuhan awal selama tinggal di Australia. Pemohon juga perlu menunjukkan kemampuan membeli tiket untuk meninggalkan Australia pada akhir masa tinggal atau sudah memiliki tiket tersebut.

Ketentuan ini dapat dilihat pada persyaratan bukti kemampuan finansial WHV Subclass 462.

Dengan demikian, persiapan dana sebaiknya dibagi menjadi dua kelompok besar: dana yang harus tersedia sebagai bukti finansial dan dana yang digunakan untuk membayar berbagai kebutuhan administratif serta perjalanan.

BACA JUGA: Biaya Hidup di Bali Berapa? Ini Estimasi Pengeluarannya!

Siapkan Dana Mengendap untuk Show Money WHV

Salah satu persyaratan penting dalam pengajuan WHV Australia adalah bukti kemampuan finansial.

Secara umum, calon peserta perlu menunjukkan kepemilikan dana sekitar AUD 5.000 atau setara Rp63.500.000 berdasarkan asumsi kurs Rp12.700. Dana tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan hidup selama tahap awal tinggal di Australia.

Karena fungsinya sebagai bukti kemampuan finansial, dana ini sebaiknya dipisahkan dari anggaran kebutuhan sehari-hari.

Salah satu cara mengelolanya adalah menggunakan Saku Utama Bank Saqu sebagai tempat mengumpulkan dan menyimpan dana tersebut.

Dengan memisahkan dana ke dalam rekening khusus, kamu bisa lebih mudah memantau perkembangan tabungan dan mengurangi risiko menggunakan uang yang seharusnya dipersiapkan untuk keberangkatan.

Tips Lolos Verifikasi Rekening Koran Pihak Imigrasi

Memiliki saldo Rp63,5 juta saja belum tentu cukup untuk menunjukkan kondisi finansial yang meyakinkan. Riwayat transaksi dan asal-usul dana juga perlu diperhatikan.

Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mempersiapkan rekening koran:

1. Hindari Transfer Dana Besar Secara Mendadak

Hindari memasukkan dana dalam jumlah besar secara tiba-tiba menjelang pengajuan visa tanpa penjelasan yang jelas. Transaksi besar yang tidak memiliki keterangan atau bukti asal dana dapat menimbulkan pertanyaan saat dokumen keuangan diperiksa. Sebaiknya, pastikan setiap pemasukan memiliki sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

2. Jaga Riwayat Mutasi Rekening Tetap Aktif

Usahakan rekening memiliki riwayat transaksi yang wajar dan mencerminkan kondisi finansial sebenarnya. Misalnya, pemasukan rutin dari gaji, pendapatan usaha, pekerjaan freelance, atau sumber penghasilan lain yang sah. Kamu juga bisa menyimpan bukti pendukung seperti slip gaji, invoice, atau dokumen pendapatan lainnya.

3. Siapkan Gift Letter Jika Mendapatkan Bantuan Dana

Apabila dana untuk WHV berasal dari bantuan orang tua atau keluarga, pastikan sumber dan hubungan pemberi dana dapat dijelaskan. Kamu dapat menyiapkan Gift Letter atau surat pernyataan hibah yang menjelaskan identitas pemberi dan penerima, nominal dana, tanggal pemberian, serta pernyataan bahwa dana tersebut merupakan bantuan atau hibah. Lengkapi dokumen tersebut dengan bukti transfer dan dokumen pendukung lain apabila diperlukan.

4. Bangun Konsistensi Saldo Sebelum Mengajukan Visa

Sebagai langkah perencanaan keuangan, kamu bisa mulai mengumpulkan dana secara bertahap setidaknya tiga bulan sebelum berencana mencetak rekening koran. Dengan begitu, kamu memiliki waktu untuk membangun kebiasaan menabung dan mencatat pemasukan secara teratur. Perlu diingat, periode tiga bulan ini merupakan strategi persiapan pribadi, bukan ketentuan minimum resmi dari imigrasi Australia. Ikuti format dan periode dokumen rekening yang diminta dalam checklist pengajuan visa terbaru.

BACA JUGA: Biaya Hidup di Bandung: Estimasi Pengeluaran & Tips Menghemat

Atur Dana Pengeluaran Awal Tanpa Mengganggu Tabungan Utama

Setelah mengamankan dana bukti finansial, kamu juga perlu memperhitungkan berbagai pengeluaran awal. Biaya seperti tes bahasa Inggris, aplikasi visa, pemeriksaan kesehatan, dan kebutuhan perjalanan bisa muncul dalam waktu yang berdekatan. Jika seluruh pengeluaran tersebut diambil dari tabungan utama, dana yang sudah dikumpulkan untuk kebutuhan keberangkatan bisa ikut berkurang. Untuk mengelola kebutuhan tersebut, kamu bisa mempertimbangkan pemisahan anggaran menggunakan fasilitas kredit sesuai kemampuan membayar.

Salah satu pilihan yang tersedia adalah Saku Kredit dari Bank Saqu. Saku Kredit merupakan fasilitas limit kredit yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan finansial, termasuk pinjaman tunai dan transaksi yang bisa diubah menjadi cicilan. Beberapa fitur Saku Kredit yang bisa dipertimbangkan antara lain:

  • Limit kredit: Hingga Rp30 juta, bergantung pada hasil penilaian dan persetujuan bank.
  • Tenor cicilan: Pilihan tenor 1–24 bulan untuk pinjaman tunai.
  • Fleksibilitas penggunaan: Bisa digunakan untuk penarikan pinjaman, penundaan pembayaran, serta mengubah transaksi menjadi cicilan sesuai ketentuan.
  • Pembayaran praktis: Pembayaran tagihan dapat dilakukan sesuai mekanisme yang ditetapkan Bank Saqu.

Misalnya, kamu perlu membayar biaya tes IELTS, pengurusan visa, dan kebutuhan administratif lainnya dalam periode yang berdekatan. Saku Kredit dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatur waktu pembayaran agar tidak seluruh pengeluaran harus dibebankan pada tabungan yang sedang dikumpulkan.

Perlu diingat juga bahwa Saku Kredit bukan pengganti dana bukti finansial. Dana show money tetap harus tersedia dan dapat dibuktikan sesuai persyaratan imigrasi. Penggunaan fasilitas kredit juga tidak menjamin persetujuan visa.

Untuk tiket pesawat, sebaiknya jangan terburu-buru melakukan pembelian sebelum visa diberikan. Department of Home Affairs menyarankan pemohon menunggu hingga visa disetujui sebelum membuat komitmen perjalanan.

Kejar Impianmu Mendapatkan WHV Australia Bersama Bank Saqu

Mengikuti program WHV Australia bukan hanya tentang mendapatkan kesempatan bekerja dan berlibur di luar negeri. Kamu juga perlu memiliki perencanaan keuangan yang matang agar bisa menjalani proses pengajuan hingga keberangkatan dengan lebih terarah.

Mulai dari menyiapkan dana bukti finansial sekitar Rp63,5 juta, mengatur biaya aplikasi visa, hingga memperhitungkan kebutuhan perjalanan, setiap pengeluaran sebaiknya sudah dipetakan sejak awal.

Kamu bisa menggunakan Saku Utama Bank Saqu untuk mengumpulkan dan menjaga dana tabungan utama, sekaligus mempertimbangkan Saku Kredit sebagai alternatif pembiayaan pengeluaran awal dengan tenor cicilan hingga 24 bulan sesuai persetujuan dan ketentuan yang berlaku.

Yuk download Bank Saqu sekarang!

Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.