Sebuah bisnis tetap punya pengeluaran meskipun sedang tidak membeli bahan baku atau membuat produk. Ada biaya sewa tempat, listrik, internet, gaji staf administrasi, sampai perawatan peralatan yang tetap harus dibayar supaya kegiatan usaha berjalan.
Pengeluaran seperti ini termasuk bagian dari biaya overhead. Kalau tidak dicatat dengan baik, biaya yang kelihatannya kecil satu per satu bisa ikut menggerus keuntungan bisnis.
Baca juga: 4 Cara Menghitung Keuntungan Jualan dengan Mudah
Apa itu Biaya Overhead
Biaya overhead adalah biaya tidak langsung yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis atau proses produksi, tetapi tidak dapat dikaitkan secara langsung dengan produk atau jasa tertentu. Dalam akuntansi biaya, biaya tidak langsung juga dikenal sebagai overhead.
Contohnya bisa dilihat dari usaha katering. Bahan seperti beras, ayam, dan sayuran yang digunakan untuk membuat pesanan tertentu dapat dihitung sebagai biaya langsung.
Sementara itu, listrik dapur, biaya perawatan peralatan, atau penyusutan alat masak lebih sulit dikaitkan dengan satu pesanan tertentu.
Itulah kenapa biaya overhead tetap perlu dihitung meskipun tidak terlihat langsung dalam produk yang dijual.
Fungsi Biaya Overhead dalam Bisnis
Ada beberapa alasan biaya overhead perlu dicatat secara terpisah.
1. Mengetahui biaya usaha secara lebih lengkap
Harga bahan baku dan tenaga kerja bukan satu-satunya pengeluaran yang perlu diperhitungkan. Overhead memberikan gambaran mengenai biaya lain yang ikut menopang kegiatan usaha.
2. Membantu menentukan harga jual
Kalau hanya menghitung bahan baku dan tenaga kerja, harga jual bisa terlihat menguntungkan padahal masih ada biaya lain yang belum diperhitungkan.
3. Memantau efisiensi
Pengeluaran seperti listrik, sewa, perawatan, dan perlengkapan operasional bisa dibandingkan dari waktu ke waktu. Dari sini, pemilik usaha dapat melihat apakah ada biaya yang terus meningkat.
4. Membantu membuat anggaran
Catatan overhead bulan sebelumnya dapat menjadi bahan untuk memperkirakan kebutuhan biaya pada periode berikutnya.
Jenis-Jenis Biaya Overhead
Overhead bisa dibedakan berdasarkan bagaimana biaya tersebut berubah ketika aktivitas bisnis berubah.
1. Overhead Tetap
Biaya relatif tidak berubah meskipun jumlah produksi atau penjualan naik dan turun dalam periode tertentu.
Contohnya:
- Sewa tempat usaha
- Gaji staf tetap
- Penyusutan aset
2. Overhead Variabel
Besarnya biaya dapat berubah mengikuti tingkat aktivitas bisnis.
Contohnya biaya listrik atau penggunaan perlengkapan tertentu yang meningkat ketika kegiatan operasional semakin tinggi.
3. Overhead Semi-Variabel
Jenis ini memiliki bagian biaya yang tetap dan bagian yang berubah mengikuti penggunaan.
Biaya utilitas tertentu bisa menjadi contoh. Ada komponen minimum yang tetap dibayarkan, kemudian jumlahnya bertambah sesuai pemakaian.
Pembagian tersebut bisa berbeda tergantung jenis bisnis dan metode pencatatan yang digunakan.
Contoh Biaya Overhead
Jenis pengeluaran yang masuk ke overhead juga bergantung pada kegiatan bisnis. Beberapa contoh yang cukup umum antara lain:
- Sewa kantor atau tempat usaha
- Listrik dan air
- Internet
- Biaya kebersihan
- Perawatan peralatan
- Penyusutan aset
- Perlengkapan kantor
- Gaji bagian administrasi
- Biaya keamanan
- Asuransi bisnis
Untuk perusahaan manufaktur, misalnya, biaya listrik pabrik, penyusutan mesin, dan biaya pemeliharaan mesin dapat masuk ke overhead produksi.
Baca juga: Rumus HPP: Ini Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan
Cara Menghitung Biaya Overhead
Cara paling sederhana adalah menjumlahkan seluruh biaya tidak langsung dalam periode tertentu.
Misalnya, sebuah usaha memiliki pengeluaran bulanan seperti berikut:
- Sewa tempat Rp5 juta
- Listrik dan air Rp1,5 juta
- Internet Rp500 ribu
- Administrasi Rp2 juta
- Perawatan Rp1 juta
Maka total biaya overhead per bulan adalah: Rp5 juta + Rp1,5 juta + Rp500 ribu + Rp2 juta + Rp1 juta = Rp10 juta
Angka Rp10 juta tersebut kemudian bisa digunakan dalam evaluasi biaya usaha atau perhitungan biaya produksi, sesuai metode akuntansi yang digunakan.
Untuk bisnis yang membutuhkan perhitungan lebih detail, overhead juga dapat dialokasikan ke produk atau aktivitas tertentu menggunakan dasar alokasi yang sesuai. Jadi, tidak semua bisnis cukup menggunakan satu rumus yang sama.
Cara Mengelola Biaya Overhead agar Tidak Membebani Bisnis
Overhead tidak selalu berarti pengeluaran yang harus dipangkas. Beberapa di antaranya justru dibutuhkan agar bisnis tetap berjalan.
Yang lebih penting adalah mengetahui berapa besar biaya tersebut dan apakah pengeluarannya masih masuk akal dibandingkan aktivitas bisnis.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan yaitu:
- Catat secara rutin. Pengeluaran kecil yang tidak tercatat bisa sulit dilacak ketika jumlahnya sudah menumpuk.
- Pisahkan biaya tetap dan variabel. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui pengeluaran mana yang relatif sulit diubah dan mana yang masih bisa disesuaikan.
- Bandingkan dari bulan ke bulan. Kenaikan biaya listrik, sewa, atau perawatan bisa lebih mudah terlihat ketika ada catatan historis.
- Evaluasi biaya yang tidak lagi dibutuhkan. Langganan layanan atau pengeluaran operasional yang sudah tidak digunakan bisa dihentikan.
- Jangan asal memangkas biaya. Pengurangan biaya yang terlalu agresif justru bisa mengganggu operasional atau menurunkan kualitas produk.
Baca juga: Apa Itu Admin Fee? Kenali Panduan Biaya Transaksi
Overhead dan Kebutuhan Modal Kerja
Ada kalanya bisnis tetap harus membayar berbagai biaya operasional ketika pemasukan dari pelanggan belum diterima.
Sebagai contoh, sebuah perusahaan sudah menyelesaikan pesanan untuk pelanggan dengan termin pembayaran 30 hari. Selama menunggu pembayaran tersebut, perusahaan tetap perlu membayar gaji, sewa, listrik, dan kebutuhan operasional lainnya.
Dalam kondisi seperti ini, pengelolaan arus kas menjadi penting. Kredit Modal Kerja bisa menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja usaha produktif, sesuai persyaratan dan hasil analisis kredit. Bank Saqu saat ini menyediakan Kredit Modal Kerja dengan jangka waktu maksimal satu tahun.
Karena pembiayaan merupakan kewajiban yang perlu dikembalikan, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan bisnis.
Untuk kebutuhan perbankan lainnya, Yuk, download Bank Saqu dan gunakan berbagai layanan yang tersedia untuk membantu mengelola kebutuhan finansial sehari-hari.
Jika bisnis membutuhkan tambahan modal kerja, Kredit Modal Kerja Bank Saqu juga bisa dipelajari sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.







