Kalau kamu pelajar dan sudah terbiasa menabung dengan sisa uang saku, mengapa tidak mencoba berinvestasi? Tenang, berinvestasi bukan hanya untuk orang dewasa saja, kok. Ada juga lho, cara investasi untuk pelajar yang bisa kamu kamu coba bermodalkan pengalaman menabung.
Jika dengan menabung uang yang kamu sisihkan hanya mengendap, berinvestasi akan membuat dana yang kamu simpan juga bertambah. Jadi, selain dana yang tersimpan, kamu juga bisa menikmati keuntungan tambahan dari berinvestasi.
Asyik, bukan? Kalau penasaran bagaimana caranya, yuk cek cara investasi untuk pelajar yang terangkum dalam artikel ini!
BACA JUGA: Investasi Jangka Pendek: Jenis, Kelebihan, dan Kekurangannya
6 Cara Investasi untuk Pelajar yang Bisa Kamu Mulai
Siap memulai langkah keuangan baru? Yuk, simak cara investasi yang aman untuk pelajar di bawah ini supaya tabunganmu tidak hanya terkumpul, tetapi juga bertumbuh!
1. Tentukan Tujuan dan Jangka Waktunya
Sebelum memilih instrumen investasi, pilih tujuan berinvestasi, apakah untuk membeli laptop atau membayar uang kuliah. Kemudian cek instrumen yang cocok dengan jangka waktu yang kamu punya. Jika tujuan berinvestasimu jelas, nilai investasi berapa pun tidak akan membuatmu panik.
2. Kenali Risiko dan Profil Risikomu
Dalam berinvestasi, semakin besar potensi pembagian keuntungannya, semakin besar juga risikonya. Nah, karena sumber pemasukanmu berasal dari orang tua, sebaiknya pilih instrumen yang risikonya kecil dengan nilai relatif stabil. Jadi, saat terjadi sesuatu pada aset, penurunan nilai investasimu masih terkendali.
3. Pilih Platform yang Terdaftar OJK
Jika ingin berinvestasi menggunakan platform tertentu, pastikan memilih platform yang terdaftar di OJK. Semua aktivitas investasi yang dilakukan oleh platform yang terdaftar akan dipantau oleh OJK, sehingga investasimu di sana bisa dipertanggungjawabkan.
4. Sisihkan Uang Saku di Awal
Setelah mendapatkan uang bulanan, kamu bisa langsung menyisihkan uang saku di awal agar setoran investasi tetap berjalan. Misal, jika uang sakumu Rp100.000 per minggu dan kamu menyisihkan Rp5.000 di hari pertama. Dalam 12 minggu, terkumpul Rp420.000, belum termasuk hasil investasinya.
5. Pilih Instrumen Modal Kecil dan Risiko Rendah
Karena uang saku terbatas, pelajar sebaiknya memulai dengan instrumen modal kecil dan risiko rendah. Dengan begitu, nilai investasi yang turun tidak terlalu mengganggu kebutuhan sekolah yang harus terpenuhi.
6. Rutin Menyetor Dana Investasi
Sama seperti menabung, investasi juga perlu rutinitas menyetor dana dengan jadwal yang tetap. Agar tidak terlewat, kamu dapat mengaktifkan reminder atau alarm setiap tanggal yang kamu inginkan.
Rekomendasi Instrumen Investasi untuk Pelajar
Instrumen yang cocok untuk pelajar adalah instrumen yang modalnya kecil, risikonya rendah, dan cara kerjanya mudah dipahami. Adapun 3 instrumen yang bisa kamu coba, yaitu:
1. Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)
Reksa dana pasar uang adalah jenis reksadana dengan likuiditas tinggi sehingga hasilnya bisa kamu tarik kapan saja meskipun kurang dari satu tahun. Dengan RDPU, kamu nggak perlu pusing memikirkan ke mana dana investasi akan digunakan, karena manajer investasi yang akan menempatkannya ke instrumen pasar uang berisiko rendah.
2. Deposito
Deposito termasuk salah satu investasi untuk pelajar yang risikonya kecil, karena dana yang kamu simpan tidak terpengaruh oleh pergerakan nilai pasar saham atau obligasi. Cara kerja deposito mirip menabung, bedanya dana deposito akan kasih kamu keuntungan tambahan selain simpanan, dan hanya bisa kamu tarik sesuai jangka waktu yang kamu pilih.
3. Emas Digital
Jika tujuanmu adalah untuk keperluan pendidikan jangka panjang, emas adalah instrumen investasi yang tepat untuk pelajar karena nilainya cenderung stabil, bahkan naik dalam beberapa tahun. Kamu bisa mulai berinvestasi lewat program emas digital yang memungkinkan kamu mencicil emas sedikit demi sedikit sesuai dengan dana yang kamu punya saat ini.
Apa Instrumen Investasi yang Tidak Cocok untuk Pelajar?
Berinvestasi di kripto, NFT (Non-Fungible Token), dan saham individual sebaiknya ditunda dulu, karena pergerakan nilai ketiganya cukup drastis dalam waktu singkat.
Tanpa pemahaman yang utuh tentang mengelola investasi di ketiga instrumen ini, nilai dana yang kamu investasikan bisa anjlok saat nilai asetnya turun mendadak.
Untuk berinvestasi di kripto, NFT, dan saham, perlu pengetahuan yang lebih dalam biar kamu bisa membaca pergerakan tren investasi dan menganalisisnya.
Selama pengetahuan ini belum kamu kuasai, sebaiknya tahan dulu keinginanmu untuk berinvestasi dengan kripto, NFT, dan saham agar hasilnya tidak malah jadi merugikanmu.
BACA JUGA: 4 Cara Menabung Anak Sekolah: Tips Kelola Uang Sejak Dini
Buat Kamu Pelajar, Yuk , Coba Berinvestasi dengan Busposito Bersama Teman, Untungnya Lebih Besar!
Nah, itulah cara investasi untuk pelajar yang bisa kamu coba saat mulai yakin untuk menginvestasikan sebagian uang saku. Salah satu pilihan paling aman dan pasti untung adalah menggunakan instrumen deposito yang mirip dengan prinsip menabung dengan tambahan bunga.
Tapi, kalau mau lebih untung lagi, kamu bisa ajak teman-teman untuk berinvestasi bareng dengan layanan Busposito dari Bank Saqu, lho. Cukup mulai dari Rp100 ribu saja, kamu sudah bisa berinvestasi bareng selama syarat pendaftaran terpenuhi.
Semakin banyak anggota, semakin tinggi suku bunga, dan semakin cepat Busposito dimulai. Yuk, ajak teman-teman menabung deposito dengan mudah lewat Busposito dengan download aplikasi Bank Saqu. Cek syarat dan ketentuan yang berlaku, ya!
Referensi
- Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan. 2011. Diakses dari
https://peraturan.bpk.go.id/Details/39257/uu-no-21-tahun-2011 - Otoritas Jasa Keuangan. Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) Sebagai Alternatif Untuk Menyimpan Dana Darurat. Diakses dari https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/40684
- Otoritas Jasa Keuangan. Cari Cuan dari Deposito Bank, Aman dan Terjamin.
Diakses dari https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/40741






