Saku 101

Cara Mengatur Uang dari Kerja Sampingan agar Tidak Cepat Habis

12 Mei 2026

thumbnail

Hi Warga Bank Saqu, 

Di tengah biaya hidup yang terus meningkat, banyak orang mulai mencari kerja sampingan untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Mulai dari freelance, jualan online, affiliate, hingga menjadi content creator, peluang mendapatkan pemasukan tambahan kini semakin terbuka di era digital.

Fenomena side hustle bahkan semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dimuat Kompas.com, sebanyak 15,45 persen pekerja di Indonesia memiliki pekerjaan sampingan.

Namun, ada satu masalah yang cukup sering terjadi: penghasilan tambahan terasa “numpang lewat”. Baru menerima uang dari kerja sampingan, beberapa hari kemudian saldo sudah kembali menipis.

Padahal, kalau dikelola dengan baik, penghasilan tambahan bisa membantu mencapai banyak tujuan finansial. Mulai dari membangun dana darurat, menambah tabungan, hingga mewujudkan target jangka panjang.

Lalu, bagaimana cara mengatur uang dari kerja sampingan agar tidak cepat habis?

Pisahkan Uang Kerja Utama dan Kerja Sampingan

Kesalahan paling umum adalah mencampur semua pemasukan ke dalam satu rekening.

Akibatnya, uang dari kerja sampingan sering tidak terasa karena langsung tercampur dengan kebutuhan harian, tagihan, atau pengeluaran impulsif.

Karena itu, penting untuk mulai memisahkan uang berdasarkan tujuan penggunaannya. Misalnya:

  • uang kebutuhan bulanan,
  • uang tabungan,
  • dan uang dari side hustle.

Dengan pemisahan yang lebih jelas, kamu jadi lebih mudah memantau cash flow dan mengetahui ke mana penghasilan tambahan digunakan.

Untuk membantu mengatur keuangan lebih praktis, kamu juga bisa memanfaatkan fitur seperti Saku Nabung dan Saku Transaksi dari Bank Saqu. Dengan kantong terpisah, penghasilan tambahan bisa dialokasikan sesuai tujuan finansial tanpa mudah tercampur dengan pengeluaran sehari-hari.

Jangan Langsung Naik Gaya Hidup

Sering kali, ketika penghasilan bertambah, gaya hidup ikut meningkat.

Misalnya:

  • lebih sering checkout,
  • tambah langganan subscription,
  • lebih impulsif saat belanja online,
  • atau merasa “self reward” terus-menerus karena merasa sudah bekerja lebih keras.

Padahal, kalau semua penghasilan tambahan langsung habis untuk lifestyle, kondisi finansial sebenarnya tidak banyak berubah.

Baca juga: 7 Tips Menabung Uang di Rumah yang Aman dan Anti Maling!

Cobalah menggunakan sebagian penghasilan tambahan untuk tujuan yang lebih produktif, seperti:

  • dana darurat,
  • tabungan liburan,
  • modal usaha,
  • atau investasi pengembangan skill.

Tentukan Tujuan Keuangan yang Jelas

Menabung biasanya lebih mudah dilakukan ketika ada tujuan yang spesifik.

Daripada sekadar “menyimpan uang”, coba tentukan target yang lebih jelas, misalnya:

  • dana darurat Rp10 juta,
  • budget liburan keluarga,
  • gadget baru,
  • biaya pendidikan,
  • atau modal usaha kecil.

Dengan tujuan yang jelas, kamu jadi lebih termotivasi untuk menjaga penghasilan tambahan agar tidak cepat habis.

Kamu juga bisa memanfaatkan Saku Nabung di Bank Saqu untuk membantu memisahkan tabungan berdasarkan target finansial yang berbeda. Cara ini membantu proses menabung terasa lebih terarah dan rapi.

Sisihkan Penghasilan Tambahan di Awal

Banyak orang menunggu “sisa uang” untuk ditabung. Padahal, sering kali tidak ada sisa yang benar-benar tersisa di akhir bulan.

Karena itu, coba ubah cara mengatur penghasilan tambahan:

  • bukan menabung dari sisa uang,
  • tapi menyisihkan tabungan di awal.

Misalnya:

  • 50 persen untuk kebutuhan,
  • 30 persen untuk tabungan,
  • 20 persen untuk self reward atau hiburan.

Persentasenya tentu bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Yang terpenting adalah memiliki kebiasaan mengalokasikan uang secara sadar.

Catat Pengeluaran Kecil

Di era cashless, pengeluaran kecil sering terasa “tidak terlihat”.

Mulai dari kopi, biaya delivery, promo checkout, hingga subscription bulanan bisa perlahan membuat penghasilan tambahan cepat habis tanpa disadari.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Pembayaran Cashless, Wajib Tahu agar Tak Rugi!

Karena itu, penting untuk mulai lebih aware terhadap pengeluaran harian, termasuk transaksi kecil sekalipun.

Menggunakan rekening atau kantong transaksi terpisah juga bisa membantu memantau pengeluaran harian dengan lebih mudah agar cash flow tetap terkontrol.

Kerja Sampingan Bukan Sekadar Cari Tambahan Uang

Bagi banyak orang, kerja sampingan kini bukan lagi sekadar tren. Side hustle menjadi cara untuk menciptakan rasa aman finansial di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

Namun, penghasilan tambahan akan terasa lebih bermanfaat jika dikelola dengan baik sejak awal.

Karena pada akhirnya, tujuan memiliki kerja sampingan bukan hanya tentang mendapatkan uang lebih banyak, tetapi juga membangun kondisi finansial yang lebih tenang, terencana, dan sehat.