Dalam transaksi bisnis, memahami apa itu credit note penting untuk memastikan pencatatan tagihan tetap akurat ketika terjadi retur barang, kesalahan harga, atau penyesuaian pembayaran. Dokumen ini membantu penjual dan pembeli mencatat pengurangan nilai transaksi secara resmi tanpa harus mengubah faktur yang sudah diterbitkan. Dengan administrasi yang rapi, kedua pihak dapat memantau kewajiban pembayaran dan menjaga catatan keuangan tetap sesuai dengan kondisi transaksi sebenarnya.
BACA JUGA: 15 Cara Menabung Super Cepat, Bikin Saldomu Cepat Melonjak!
Apa Itu Credit Note? Pengertian dan Cara Kerjanya
Credit note adalah dokumen resmi yang diterbitkan oleh penjual kepada pembeli untuk mengonfirmasi adanya pengurangan nilai tagihan dari transaksi sebelumnya. Dalam bahasa Indonesia, dokumen ini dikenal sebagai nota kredit. Pengurangan tersebut dapat terjadi karena barang dikembalikan, harga pada faktur perlu dikoreksi, atau penjual memberikan diskon tambahan setelah transaksi dilakukan.
Credit note juga dikenal sebagai credit memo dan terkadang disebut faktur negatif karena nilainya mengurangi jumlah yang harus dibayar pembeli. Namun, dokumen ini tidak selalu berarti pembeli langsung menerima uang kembali. Jika masih terdapat tagihan yang belum dilunasi, nilai nota kredit dapat digunakan untuk mengurangi tagihan tersebut. Sementara itu, apabila transaksi sudah dibayar, penyelesaiannya dapat mengikuti kebijakan penjual, misalnya melalui pengembalian dana atau kredit untuk pembelian berikutnya.
Dengan demikian, credit note berfungsi sebagai bukti penyesuaian transaksi yang dapat ditelusuri oleh penjual maupun pembeli.
Fungsi Credit Note dalam Transaksi Bisnis
Penggunaan credit note membantu perusahaan mengelola perubahan transaksi tanpa mengabaikan ketertiban administrasi. Berikut beberapa fungsi utamanya.
1. Mengoreksi Kesalahan pada Faktur
Kesalahan pencantuman harga, jumlah barang, atau perhitungan tagihan dapat terjadi dalam transaksi bisnis. Credit note bisa diterbitkan untuk mencatat pengurangan nilai yang diperlukan berdasarkan kesepakatan kedua pihak. Dengan begitu, faktur awal tetap tersimpan sebagai referensi dan penyesuaiannya memiliki dokumentasi tersendiri.
2. Mencatat Pengembalian Barang
Pembeli dapat mengajukan pengembalian barang apabila produk yang diterima rusak, cacat, atau tidak sesuai dengan pesanan. Jika retur disetujui, penjual dapat menerbitkan credit note untuk mengurangi nilai tagihan sesuai jumlah barang yang dikembalikan.
Dokumen tersebut menjadi bukti bahwa nilai transaksi telah disesuaikan berdasarkan retur yang disepakati.
3. Mengurangi Piutang dan Utang Usaha
Bagi penjual, credit note membantu mencatat pengurangan piutang usaha atau jumlah yang masih harus diterima dari pembeli. Bagi pembeli, dokumen ini menjadi dasar untuk menyesuaikan utang usaha kepada pemasok.
Pencatatan dari kedua sisi ini membantu menjaga kesesuaian saldo transaksi dalam pembukuan masing-masing perusahaan.
4. Mencatat Diskon atau Penyesuaian Harga
Penjual terkadang memberikan potongan harga setelah faktur diterbitkan, misalnya karena kesepakatan komersial atau evaluasi transaksi. Credit note dapat digunakan untuk mendokumentasikan pengurangan tersebut agar nilai tagihan akhir sesuai dengan kesepakatan.
5. Mendukung Audit dan Rekonsiliasi Keuangan
Credit note membantu perusahaan menelusuri alasan perubahan nilai transaksi. Ketika dilakukan rekonsiliasi atau pemeriksaan keuangan, dokumen ini dapat digunakan bersama faktur awal, bukti retur, dan dokumen pendukung lainnya.
Komponen yang Harus Ada dalam Credit Note
Agar mudah dipahami dan digunakan sebagai bukti penyesuaian transaksi, credit note sebaiknya memuat informasi yang lengkap. Komponen yang umumnya dicantumkan antara lain:
- Judul dokumen: mencantumkan keterangan “Credit Note” atau “Nota Kredit”.
- Nomor credit note: nomor unik untuk memudahkan identifikasi dan pelacakan dokumen.
- Referensi faktur awal: nomor faktur yang nilainya sedang disesuaikan.
- Tanggal penerbitan: tanggal ketika nota kredit dibuat.
- Identitas penjual dan pembeli: nama perusahaan, alamat, dan informasi relevan lainnya.
- Rincian barang atau jasa: nama produk, kuantitas, dan harga yang berkaitan dengan penyesuaian.
- Nilai pengurangan: jumlah yang mengurangi tagihan sebelumnya.
- Alasan penerbitan: misalnya, retur barang, kesalahan harga, atau diskon tambahan.
- Pengesahan atau persetujuan: tanda tangan atau bentuk persetujuan sesuai prosedur perusahaan.
Format dan persyaratan dokumen dapat berbeda berdasarkan kebijakan perusahaan serta ketentuan yang berlaku. Karena itu, pastikan credit note disimpan bersama dokumen transaksi pendukung agar mudah diperiksa kembali.
BACA JUGA: Jangan Asal Pinjam! Ini Cara Dapat Uang Online Cepat & Aman Tanpa Ribet
Contoh Credit Note dalam Transaksi Bisnis
Untuk memahami penerapannya, simak contoh credit note berikut.
PT Kuda Lumping merupakan pemasok kaos yang menjual 100 lusin kaos kepada Toko Kado dengan total nilai transaksi Rp10.000.000. Penjual menerbitkan faktur bernomor INV-2026-001 sesuai pesanan tersebut.
Setelah barang diterima, Toko Kado menemukan bahwa 10 lusin kaos mengalami kerusakan. Toko Kado kemudian mengajukan retur kepada PT Kuda Lumping, dan pemasok menyetujui pengembalian barang tersebut.
Jika nilai 10 lusin kaos yang dikembalikan adalah Rp1.000.000, PT Kuda Lumping dapat menerbitkan credit note bernomor CN-2026-005 sebagai dokumen penyesuaian atas faktur awal.
Rincian transaksinya adalah sebagai berikut:
| Keterangan | Nilai |
| Total faktur awal | Rp10.000.000 |
| Nilai barang yang diretur | Rp1.000.000 |
| Sisa tagihan setelah penyesuaian | Rp9.000.000 |
Berdasarkan ilustrasi tersebut, Toko Kado hanya perlu membayar sisa tagihan sebesar Rp9.000.000, dengan asumsi tidak ada biaya atau penyesuaian lain. Sementara itu, PT Kuda Lumping mencatat pengurangan piutang sebesar Rp1.000.000.
Contoh ini menunjukkan bahwa credit note membantu kedua pihak mendokumentasikan perubahan nilai transaksi secara jelas. Dalam praktiknya, nilai yang dicantumkan perlu mengikuti rincian faktur, kesepakatan retur, dan perlakuan pajak yang relevan.
Perbedaan Credit Note dan Debit Note
Credit note dan debit note sama-sama digunakan dalam pencatatan penyesuaian transaksi, tetapi tujuan penggunaannya berbeda.
- Credit note umumnya diterbitkan penjual untuk mengurangi nilai tagihan kepada pembeli.
- Debit note dapat digunakan untuk menyampaikan atau mencatat penyesuaian yang menambah jumlah tagihan, bergantung pada konteks transaksi dan pihak yang menerbitkannya.
Karena istilah dan praktiknya dapat berbeda antarperusahaan, penting untuk memeriksa isi dokumen, pihak penerbit, serta alasan penyesuaiannya sebelum melakukan pencatatan.
BACA JUGA: Apa Saja Fungsi Dana Pensiun? Kenali Jenis-Jenis dan Kapan Bisa Dicairkan
Optimalkan Arus Kas Bisnis dengan Supplier Financing Bank Saqu
Administrasi tagihan yang rapi membantu bisnis memantau transaksi, tetapi perusahaan juga perlu mengelola arus kas agar operasional dan pembayaran kepada pemasok tetap berjalan. Ketika pembayaran dari pelanggan belum diterima, kebutuhan modal kerja dapat muncul meskipun bisnis memiliki pesanan atau invoice yang sedang berjalan.
Supplier Financing Bank Saqu merupakan fasilitas pembiayaan jangka pendek berbasis invoice atau Purchase Order (PO) yang dirancang untuk membantu bisnis mengoptimalkan arus kas dan mendukung kelancaran rantai pasok.
Beberapa fitur yang ditawarkan meliputi:
- Jangka waktu pinjaman fleksibel: jatuh tempo maksimum 180 hari sejak tanggal pencairan atau 270 hari sejak tanggal penerbitan invoice, sesuai ketentuan fasilitas.
- Tanpa perlu agunan: pengajuan pembiayaan menggunakan invoice atau PO, dengan pembiayaan yang disesuaikan berdasarkan transaksi yang belum dibayarkan pelanggan serta ketentuan yang berlaku.
Dengan pengelolaan dokumen transaksi dan arus kas yang tepat, bisnis dapat merencanakan kebutuhan modal kerja secara lebih terarah. Pelajari ketentuan dan persyaratan Supplier Financing sebelum mengajukan pembiayaan.
Download aplikasi Bank Saqu sekarang untuk mengenal solusi keuangan yang dapat mendukung kebutuhan bisnis Anda.






