Inspirasi Warga

Apa Itu Financial Distress? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

01 Okt 2026

thumbnail

Pernahkah kamu merasa cemas setiap kali melihat saldo rekening di pertengahan bulan? Atau bingung memikirkan cara membayar cicilan dan tagihan harian yang terus menumpuk? Kalau iya, bisa jadi kamu sedang mengalami financial distress.

Financial distress adalah kondisi saat seseorang mulai kesulitan mengatur keuangannya sendiri, sering kali tanpa disadari. Buat warga Bank Saqu yang ingin keuangan tetap sehat, yuk kenali dulu penyebab dan cara mencegahnya lewat artikel di bawah ini.

BACA JUGA: Apa Itu Over Budget? Kenali Arti dan Dampaknya pada Keuangan

Apa Itu Financial Distress?

Sederhananya, financial distress adalah kondisi ketika kesehatan finansial seseorang menurun hingga kesulitan memenuhi kewajiban keuangan harian atau bulanan tepat waktu. Istilah ini biasa dipakai untuk menggambarkan fase "gawat darurat" keuangan sebelum seseorang benar-benar jatuh bangkrut.

Dalam keseharian, kondisi ini bisa muncul sebagai tekanan fisik maupun mental akibat rasa cemas terhadap urusan uang. Tekanan ini biasanya muncul saat kondisi finansial pribadi atau keluarga sudah tidak mampu lagi menopang kebutuhan dan gaya hidup sehari-hari.

Dari sisi pengelolaan keuangan, kondisi ini dianggap sebagai fase awal penurunan finansial yang terjadi sebelum risiko yang lebih parah muncul, seperti kebangkrutan pribadi atau habisnya seluruh aset.

Singkatnya, financial distress adalah "lampu kuning" yang menandakan keuanganmu sedang tidak sehat sekaligus peringatan dini agar kamu segera mengambil langkah sebelum terlilit utang.

Penyebab Financial Distress pada Keuangan Personal

Kondisi ini tidak muncul tiba-tiba, melainkan dipicu oleh gabungan beberapa faktor mulai dari kebiasaan pribadi, masalah operasional harian, sampai pola pikir finansial yang kurang matang. 

Mengacu pada Buku Saku Cerdas Mengelola Keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berikut beberapa kebiasaan dan penyebab sekaligus tanda-tanda kamu sedang berada di fase financial distress.

1. Gaya hidup konsumtif

Gagal membedakan kebutuhan dan keinginan membuat belanja membengkak melebihi pemasukan, sehingga arus kas bulanan konsisten bernilai negatif atau defisit.

2. Beban cicilan berlebihan

Kebiasaan berutang demi memenuhi keinginan membuat porsi cicilan bulanan menembus batas aman 30% dari pendapatan bersih dan menggerus anggaran harian.

3. Penumpukan utang

Mengambil pinjaman secara berlebihan hingga akumulasi utang menembus lebih dari 50% dari total nilai aset yang dimiliki.

4. Minim dana darurat

Simpanan atau aset lancar yang siap cair kurang dari 3 kali pengeluaran bulanan, sehingga tidak siap meredam risiko mendadak seperti sakit atau kehilangan pekerjaan.

5. Kebiasaan menabung yang salah

Masih menerapkan prinsip "menyisakan" alih-alih "menyisihkan", sehingga selalu gagal menyimpan minimal 10% dari penghasilan secara konsisten.

6. Pengelolaan kas yang buruk

Kurang disiplin mencatat anggaran hingga terjebak pola gali lubang tutup lubang dengan mengambil pinjaman baru hanya untuk membayar tagihan lama.

5 Cara Mencegah Financial Distress Agar Keuangan Tetap Sehat

Mencegah masalah keuangan sebenarnya bermula dari kedisiplinan mengelola arus kas harian. Kunci utamanya ada pada prinsip "menyisihkan, bukan menyisahkan" serta kejelasan membedakan "kebutuhan vs keinginan".

Mengacu pada buku saku dari OJK, berikut 5 cara yang bisa kamu terapkan.

1. Gunakan Rumus Pos Anggaran "Sisihkan di Awal"

Begitu gaji atau pemasukan cair, langsung bagi uangmu ke dalam pos-pos ideal sebelum dipakai belanja. Kamu bisa memakai panduan dalam buku saku tentang alokasi pendapatan dari OJK berikut.

  • 10% untuk dana sosial (zakat, sedekah, atau donasi)
  • Minimal 20% untuk tabungan dan investasi
  • Maksimal 30% untuk membayar cicilan utang
  • Sisa 40% untuk kebutuhan hidup sehari-hari

2. Buat Skala Prioritas (Kebutuhan vs Keinginan)

Pahami perbedaan antara barang yang benar-benar kamu butuhkan dan barang yang sekadar kamu inginkan. Membatasi diri dari belanja impulsif adalah kunci agar anggaran tidak jebol. 

Bagi yang sudah menikah, diskusikan prioritas pengeluaran bersama pasangan secara berkala. Selain itu, hindari mengambil cicilan baru hanya untuk membeli barang-barang pemuas keinginan.

3. Jaga Batas Aman Utang dan Aset

Agar utang tidak membebani hidupmu, pastikan total cicilan tiap bulan tidak lebih dari 30% dari penghasilan bersih. 

Selain itu, usahakan total utangmu tidak menembus angka 50% dari total nilai aset yang kamu punya. Jika memiliki beberapa utang sekaligus, fokuslah untuk melunasi utang dengan bunga tertinggi terlebih dahulu.

4. Siapkan Dana Darurat (Minimal 3x Pengeluaran)

Dana darurat berfungsi sebagai "jaring pengaman" saat terjadi hal tak terduga, seperti sakit atau mendadak kehilangan penghasilan. 

Usahakan untuk mengumpulkan uang tunai atau tabungan yang mudah dicairkan minimal setara dengan 3 kali pengeluaran bulananmu.

5. Pisahkan Rekening Belanja dan Tabungan

Jangan campur uang untuk belanja harian dengan uang simpanan dalam satu rekening yang sama. Dengan memisahkan kantong tabungan dan kantong kebutuhan harian, kamu bisa terhindar dari risiko terpakainya dana simpanan tanpa disadari.

BACA JUGA: Apa Itu Financial Goals? Pengertian, Contoh, dan Cara Mencapainya

Mencegah Financial Distress Lebih Praktis dengan Saku Nabung bersama Bank Saqu

Mencegah financial distress sebenarnya tidak rumit, asal kamu punya sistem pengelolaan uang yang teratur. Buat warga Bank Saqu yang ingin mulai disiplin mengatur keuangan personal, Bank Saqu hadir dengan solusi praktis untuk membantumu menyisihkan dana secara konsisten.

Lewat fitur Saku Nabung dari Bank Saqu, kamu bisa membuat tabungan berbasis target untuk berbagai kebutuhan mulai dari dana darurat, anggaran tagihan harian, hingga target impian masa depan. 

Kamu juga bisa menentukan sendiri target tabungan yang dapat diubah atau dihentikan kapan saja. Agar rencana keuanganmu makin disiplin tanpa repot, manfaatkan juga fitur nabung terjadwal untuk transfer otomatis berkala dari Saku Utama atau Saku Gajian, lengkap dengan bunga simpanan menarik sebesar 3% p.a. 

Jangan tunggu sampai keuanganmu benar-benar tertekan. Yuk, mulai kelola finansialmu secara cerdas dan bebas stres dengan download aplikasi Bank Saqu sekarang!

Referensi

  1. Nghia, Nguyen Vu & Janine K. Scott, (2018) Financial Distress: Definition, Effects and Measurement https://www.researchgate.net/publication/26437007_InCharge_Financial_DistressFinancial_Well-Being_Scale_Development_Administration_and_Score_Interpretation
  2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Buku Saku Cerdas Mengelola Keuangan Bagi Calon Pengantin https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/info-terkini/Pages/Buku-Saku-Cerdas-Mengelola-Keuangan.aspx

 

Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.