Inspirasi Warga

Apa Itu Income? Pengertian, Jenis, dan Cara Mengelolanya

01 Okt 2026

thumbnail

Pernah merasa gaji atau penghasilan kamu hanya menumpang lewat begitu saja di awal bulan? Memahami apa itu income dan bagaimana alokasinya merupakan langkah awal bagi warga Bank Saqu untuk menciptakan keuangan harian yang lebih teratur dan bebas stres. 

Tanpa disadari, ketidakjelasan dalam mengelola arus kas masuk sering kali menjadi pemicu utama timbulnya rasa pusing saat tanggal tua tiba. 

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui pengertian, jenis-jenis, hingga cara mengalokasikannya secara bijak agar kondisi finansial kamu tetap aman.

BACA JUGA: Apa Itu Passive Income? Ini Cara Membangunnya dari Nol

Apa Itu Income?

Secara umum, income adalah seluruh uang atau nilai ekonomi yang kamu terima dari pekerjaan, jasa, penjualan barang, maupun hasil investasi dalam periode tertentu. 

Lebih dari sekadar nominal gaji bulanan di slip gaji, income mencakup seluruh arus kas masuk (cash inflow) dari berbagai sumber penghasilan yang kamu miliki.

Singkatnya, income merupakan bahan bakar utama untuk membiayai kebutuhan harian, gaya hidup, hingga tabungan masa depan. Memiliki pemetaan income yang jelas akan memudahkan kamu menyusun anggaran bulanan secara lebih presisi dan terukur.

Jenis-Jenis Income yang Wajib Kamu Ketahui

Penghasilan yang masuk ke dompet kamu tidak semuanya berasal dari satu pintu. Secara umum, sumber penghasilan terbagi menjadi tiga jenis utama.

1. Active Income 

Active income adalah penghasilan yang kamu dapatkan dengan menukarkan tenaga, waktu, dan keahlian secara langsung. 

Jika kamu berhenti bekerja atau tidak memproduksi sesuatu, maka arus dana ini juga akan terhenti saat itu juga.

Contoh: Gaji bulanan sebagai karyawan swasta atau ASN, upah lembur, komisi penjualan, bonus kinerja, atau imbalan atas jasa freelance.

2. Passive Income 

Passive income adalah alokasi penghasilan yang diperoleh tanpa menuntut keterlibatan fisik atau waktu kamu secara terus-menerus. 

Sistem atau aset yang kamu miliki bekerja secara otomatis untuk menghasilkan uang, sehingga dana tetap mengalir meskipun kamu sedang beristirahat.

Contoh: Imbal hasil tabungan atau deposito, royalti hak cipta karya, dividen dari kepemilikan saham perusahaan, atau uang sewa dari properti yang dikontrakkan.

3. Portfolio Income 

Portfolio income adalah keuntungan yang diperoleh dari hasil apresiasi harga atau penjualan aset finansial yang kamu miliki dalam kurun waktu tertentu.

Contoh: Capital gain dari perdagangan instrumen saham, reksa dana, obligasi pemerintah, aset kripto, atau surat berharga lainnya.

Mengapa Mengelola Income Itu Sangat Penting?

Nominal income yang besar tidak menjamin keuangan kamu otomatis aman lho. Tanpa alokasi yang terencana, penghasilan tinggi bisa habis tak berbekas begitu saja. 

Berikut beberapa alasan utama mengapa kamu wajib mengelola income:

  • Mencegah Lifestyle Creep

Menjaga agar pengeluaran tidak ikut membengkak seiring bertambahnya penghasilan harian atau bulanan kamu.

  • Menyiapkan Dana Darurat

Memiliki bantalan finansial saat menghadapi situasi tak terduga, seperti masalah kesehatan atau perbaikan mendesak.

  • Terhindar dari Utang Konsumtif

Memastikan seluruh kebutuhan hidup tetap terpenuhi sesuai porsi anggaran tanpa perlu berutang.

  • Mewujudkan Target Finansial

Membantu kamu mengumpulkan dana secara konsisten untuk impian jangka panjang, seperti membeli rumah atau modal usaha.

  • Menciptakan Peace of Mind

Memberikan ketenangan pikiran karena seluruh tagihan dan kebutuhan masa depan sudah terkontrol dengan baik.

Cara Efektif Mengelola Income Agar Lebih Produktif

Merujuk pada edukasi finansial dari publikasi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, alokasi penghasilan yang terencana merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas finansial. 

Supaya income kamu tidak sekadar singgah sementara di rekening, berikut beberapa tips praktis mengalokasikannya dengan bijak:

1. Terapkan Metode Budgeting 50/30/20

Metode alokasi anggaran ini sangat populer karena simpel dan fleksibel untuk diterapkan sehari-hari dalam mengatur pengeluaran rutin.

  • 50% untuk Kebutuhan Pokok (Needs): Gunakan separuh penghasilan untuk membiayai pos wajib yang tidak bisa ditunda, seperti sewa tempat tinggal, tagihan listrik dan air, belanja bahan makanan harian, biaya transportasi, serta cicilan kewajiban rutin.
  • 30% untuk Keinginan (Wants): Alokasikan bagian ini khusus untuk gaya hidup dan rekreasi diri, seperti staycation, jalan-jalan ke coffee shop, belanja baju idaman, hobi, hingga langganan layanan streaming.
  • 20% untuk Tabungan dan Masa Depan (Savings & Investment): Pisahkan porsi ini langsung setelah gajian tiba untuk mengamankan pos dana darurat, tabungan rencana, serta instrumen investasi jangka panjang.

2. Utamakan Dana Darurat

Sebelum tergiur menggunakan income untuk hal-hal konsumtif, prioritaskan untuk mengamankan dana cadangan terlebih dahulu. 

Besaran ideal dana darurat biasanya berkisar antara 3 hingga 6 kali lipat dari total pengeluaran bulanan. 

Dana ini bertindak sebagai jaring pengaman agar stabilitas finansial kamu tetap terjaga saat menghadapi situasi darurat tanpa harus mengganggu pos kebutuhan pokok harian.

3. Catat Seluruh Arus Kas Outflow dan Inflow secara Konsisten

Melakukan evaluasi rutin terhadap arus keluar (outflow) dan arus masuk (inflow) uang akan memberi kamu kendali penuh atas arah keuangan pribadi. 

Dengan rutin mencatat setiap pengeluaran kecil sekalipun, kamu bisa lebih mudah mengidentifikasi pos pengeluaran mana yang tergolong pemborosan dan perlu dipangkas di bulan berikutnya.

BACA JUGA: E-Budgeting: Fungsi, Tujuan, dan Keunggulannya

Kelola Income Kamu Lebih Terencana Bersama Saku Nabung dari Bank Saqu

Mengatur alokasi income bulanan tidak harus rumit dan memakan waktu. Agar dana tabungan tidak tercampur dengan anggaran jajan harian, kamu bisa langsung memisahkan uang sesuai target finansial secara terorganisir.

Khusus buat kamu warga Bank Saqu, fitur Saku Nabung dari Bank Saqu hadir sebagai solusi targeted-based savings yang memudahkan kamu menetapkan target tabungan mulai dari Rp100.000 hingga Rp1.000.000.000, serta dapat diubah atau dihentikan kapan saja. 

Biar konsisten, kamu bisa memanfaatkan fitur Nabung Terjadwal untuk mentransfer dana secara otomatis dari Saku Utama atau Saku Gajian, sekaligus menikmati imbal hasil bunga hingga 3% p.a. yang bikin income kamu makin berkembang!

Yuk, mulai langkah kecil untuk keuangan yang lebih tertata! Kamu bisa langsung download aplikasi Bank Saqu sekarang dan rasakan kemudahan mengelola income langsung dari genggaman kamu!

Referensi

  1. Kementerian Keuangan RI, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Wahyuningsih, Desiana. Tips Alokasi Penghasilan Bulanan (2021). Diakses dari https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-metro/baca-artikel/13811/Tips-Alokasi-Penghasilan-Bulanan.html
  2. Kementerian Keuangan RI, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Budget 50/30/20: Apa Itu dan Manfaatnya. Diakses dari https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-metro/baca-artikel/17112/Budget-503020-Apa-Itu-dan-Manfaatnya.html

Simulasikan Pinjamanmu

Loading...
Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.