Saku 101

7 Tips Investasi Saham Pemula yang Aman dan Mudah Dipahami

24 Jun 2026

thumbnail

Saham sering kali dianggap sebagai instrumen investasi yang rumit dan berisiko tinggi. Padahal terdapat sejumlah tips investasi saham pemula yang bisa dicoba untuk mendapatkan imbal hasil yang optimal, terutama dalam jangka panjang.

Jika kamu sedang mencari panduan investasi saham pemula, simak informasi selengkapnya dalam artikel ini!

BACA JUGA: 5 Keuntungan Deposito di Bank untuk Investasi Pertamamu yang Aman

Alasan Banyak Orang Mulai Tertarik Berinvestasi Saham

Saham menawarkan peluang pertumbuhan aset yang lebih tinggi dibandingkan instrumen keuangan konvensional, terutama untuk tujuan keuangan jangka panjang.

Berikut beberapa alasan mengapa saham menjadi pilihan investasi favorit.

1. Posisi Return yang Menarik

Dalam jangka panjang, saham berpotensi memberikan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa. Investor dapat memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham maupun pembagian dividen.

2. Modal Awal Relatif Terjangkau

Saat ini banyak perusahaan sekuritas yang memungkinkan pembukaan rekening saham dengan modal mulai dari ratusan ribu rupiah. Bahkan kamu bisa membeli saham secara bertahap sesuai kemampuan finansial.

3. Likuiditas Tinggi

Saham termasuk instrumen investasi yang mudah diperjualbelikan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Investor dapat membeli atau menjual saham kapan saja selama jam perdagangan berlangsung.

4. Cocok untuk Tujuan Jangka Panjang

Saham sering digunakan untuk mempersiapkan dana pensiun, dana pendidikan anak, atau tujuan finansial lainnya yang memiliki horizon waktu panjang.

Tips Memulai Investasi Saham Pemula

Jika kamu tertarik berinvestasi di instrumen ini, berikut adalah berbagai tips memulai investasi saham bagi pemula.

1. Mempelajari Dasar-Dasar Saham

Sebelum membeli saham pertama, kamu perlu meluangkan waktu untuk memahami apa itu saham, cara kerja, risiko investasi, hingga analisis dasar perusahaan.

Kamu bisa belajar dari sumber-sumber resmi, seperti BEI, OJK, buku investasi, webinar, atau komunitas investor yang dapat membantu memperkuat pemahamanmu.

2. Memahami Profil Risiko Pribadimu

Setiap orang memiliki batas toleransi yang berbeda terhadap kerugian. Apakah kamu panik saat portofolio minus 5%, atau kamu tetap tenang meskipun minus menembus 20%? 

Mengetahui profil risiko (konservatif, moderat, atau agresif) akan sangat membantumu dalam menyeleksi jenis saham yang tepat, apakah fokus pada saham lapis satu yang stabil atau saham lapis tiga yang pergerakannya sangat liar.

3. Memilih Perusahaan Sekuritas Terpercaya

Perusahaan sekuritas berfungsi sebagai perantara jual beli saham. Pastikan perusahaan yang dipilih memenuhi syarat sebagai berikut:

  • Terdaftar dan diawasi OJK
  • Memiliki aplikasi yang mudah digunakan
  • Biaya transaksi transparan
  • Menyediakan edukasi bagi investor pemula

4. Membuka Rekening Dana Nasabah (RDN)

Tips investasi saham pemula selanjutnya adalah membuka Rekening Dana Nasabah (RDN). Jadi, setelah memilih sekuritas, kamu perlu membuka RDN yang digunakan untuk menyimpan dana investasi sebelum digunakan membeli saham.

5. Memulai dengan Modal Kecil

Tidak perlu langsung menginvestasikan dana besar. Banyak investor sukses memulai dengan nominal kecil sambil belajar memahami pergerakan pasar. Fokus utama pada tahap awal adalah membangun kebiasaan investasi dan meningkatkan pengetahuan.

6. Menggunakan Uang Dingin (Idle Cash)

Ini adalah tips investasi saham pemula yang tidak boleh diabaikan. Uang dingin adalah alokasi dana lebih yang memang secara khusus disiapkan untuk berinvestasi, dan tidak akan kamu gunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bayar cicilan bulanan, atau dana darurat medis. 

Pastikan kamu menginvestasikan dana yang tidak akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari atau kebutuhan darurat. Jangan menggunakan dana pinjaman, dana pendidikan, atau dana kebutuhan pokok untuk membeli saham.

7. Mempelajari Analisis Fundamental

Jangan membeli kucing dalam karung. Sebelum memilih saham, bacalah laporan keuangannya. Apakah perusahaan tersebut konsisten mencetak laba dari tahun ke tahun? Apakah mereka memiliki beban utang yang berlebihan? 

Pemahaman fundamental yang baik akan menyelamatkanmu dari perusahaan berkinerja buruk yang berada di ambang kebangkrutan.

Kesalahan Investasi Saham yang Sering Dilakukan Pemula

Sebagai salah satu instrumen investasi berisiko tinggi, ada sejumlah kesalahan yang tak jarang dilakukan oleh pemula dan harus kamu hindari, yaitu:

  • Tidak Memiliki Tujuan Investasi: Tanpa tujuan yang jelas, investor lebih mudah panik saat pasar berfluktuasi.
  • Menggunakan Dana Darurat: Ini merupakan salah satu kesalahan terbesar karena dapat mengganggu kondisi keuangan pribadi saat terjadi kebutuhan mendesak.
  • Terlalu Sering Trading: Banyak pemula tergoda untuk melakukan transaksi berlebihan. Padahal biaya transaksi dan keputusan emosional sering kali mengurangi keuntungan investasi.
  • Mengikuti Rumor Tanpa Analisis: Tidak semua rekomendasi saham di media sosial atau grup investasi dapat dipercaya, jadi pastikan kamu selalu melakukan analisis terlebih dahulu.
  • Tidak Mau Belajar: Investasi saham membutuhkan proses belajar yang berkelanjutan agar keputusan investasi semakin matang.

BACA JUGA: Cara Menghitung Bunga Deposito saat Jatuh Tempo dan Hitungan Per Bulannya

Mau Coba Investasi dengan Risiko Relatif Rendah? Mulai Bangun Dana Investasimu dengan Busposito dari Bank Saqu

Investasi saham pemula tidak harus rumit. Dengan memahami dasar-dasar saham, memilih sekuritas terpercaya, menggunakan uang dingin, dan berinvestasi secara konsisten, kamu dapat mulai membangun aset untuk masa depan sejak sekarang.

Ingat bahwa saham merupakan instrumen investasi jangka panjang yang membutuhkan kesabaran dan disiplin. Jadi, hindari keputusan emosional, terus tingkatkan pengetahuan, dan fokus pada tujuan keuangan yang ingin dicapai.

Adapun sebelum mulai berinvestasi saham, penting untuk menyiapkan dana secara disiplin agar tujuan keuangan tetap terjaga. Untuk membantu kamu mengembangkan dana dengan lebih optimal, Busposito dari Bank Saqu bisa menjadi pilihan yang tepat.

Dengan Busposito, kamu dapat menikmati pengalaman menabung yang lebih fleksibel lewat konsep investasi bareng-bareng. Menariknya, semakin banyak orang yang ikutan, semakin besar pula bunga yang bisa kamu dapatkan untuk membantu mempersiapkan modal investasi masa depan. Sangat cocok bagi kamu yang ingin membangun kebiasaan finansial sehat sebelum mulai memperbesar portofolio investasi.

Yuk, mulai kelola keuangan dan siapkan dana investasimu bersama Busposito dari Bank Saqu sekarang juga!