Beberapa tahun terakhir, paylater jadi salah satu fitur favorit masyarakat Indonesia. Mulai dari belanja online hingga pesan tiket pesawat, semuanya bisa dibayar nanti. Tapi di balik kemudahannya, muncul satu praktik yang lagi sering dibahas yakni gestun paylater.
Buat kamu yang belum tahu, gestun itu singkatan dari gesek tunai, yaitu cara mencairkan limit paylater menjadi uang tunai lewat jasa pihak ketiga.
Gestun awalnya dikenal lewat kartu kredit, namun sekarang merambah ke berbagai platform pinjaman online (pinjol) yang menawarkan pencairan limit dengan cara serupa.
Sekilas terlihat praktis, tapi ternyata praktik ini punya banyak sisi yang perlu kamu tahu sebelum ikut-ikutan!
BACA JUGA: Mau Untung Pakai Paylater? Cek Dulu Manfaat dan Tips Bijak Menggunakannya
Apa Itu Gestun Paylater
Gestun paylater adalah proses mencairkan limit paylater jadi uang tunai. Biasanya, orang yang butuh uang cepat tanpa memiliki saldo atau kartu kredit, akan mencari jasa gestun.
Dalam gestun, pelaku seolah-olah berbelanja menggunakan limit paylater, padahal sebenarnya uangnya dicairkan oleh pihak gestun dan kamu tetap harus mencicil ke penyedia paylater.
Misalnya, kamu punya limit Rp5 juta di aplikasi paylater dan menggunakan jasa gestun untuk mencairkannya. Mereka akan melakukan transaksi fiktif, lalu memberikanmu uang tunai sekitar Rp4,5 juta dengan Rp500 ribu sebagai potongan biaya jasa gestun.
Kedengarannya simpel dan menguntungkan, tapi praktik ini sebenarnya tidak resmi dan punya risiko besar, lho.
Kenapa Gestun Tetap Digemari Meski Berisiko?
Proses gestun yang terbilang cepat dan bisa dicairkan tanpa syarat yang rumit membuat gestun tetap diincar walaupun berisiko. Berbeda dengan pengajuan pinjaman resmi yang memiliki tahapan verifikasi lebih ketat.
Selain itu, jasa gestun juga banyak ditawarkan secara terbuka lewat media sosial, sehingga praktik ini seolah terlihat wajar.
Fakta-Fakta Penting Tentang Gestun Paylater
Nah, berikut ini beberapa fakta tentang gestun paylater:
1. Tidak Diizinkan oleh Penyedia Paylater
Hampir semua platform paylater melarang gestun. Dalam kebijakan platform, transksi fiktif termasuk dalam pelanggaran syarat dan ketentuan. Jadi, kalau kamu ketahuan melakukan gestun, akunmu bisa dibekukan bahkan di-blacklist permanen.
2. Risiko Data Pribadi Bocor
Banyak jasa gestun dilakukan lewat media sosial atau forum online tanpa kejelasan identitas, dimana kamu harus memberikan akun atau OTP ke pihak lain agar proses pencairan berhasil.
Data pribadi yang kamu bagikan bisa dicuri dan disalahgunakan. Bahkan, ada kasus di mana pelaku gestun justru melakukan penipuan dengan mengambil seluruh limit paylater korban tanpa mengembalikan uangnya.
3. Bisa Masuk Jerat Utang Ganda
Gestun paylater memang memberi uang tunai cepat, tapi jangan lupa kalau kamu tetap harus mencicil ke penyedia paylater tiap bulan.
Kalau kamu nggak hati-hati, kamu bisa terjebak dalam utang bertingkat yakni utang di paylater dan utang di luar paylater karena harus bayar bunga jasa gestun yang cukup tinggi.
4. Risiko Hukum Bagi Pelaku dan Pengguna Gestun
Aktivitas gestun paylater termasuk transaksi fiktif yang punya ancaman pidana tegas dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Bahkan, beberapa pelaku gestun yang menggunakan data orang lain atau melakukan penipuan bisa dikenai pasal penipuan sesuai KUHP dengan ancaman hukuman berat.
Selain UU ITE dan KUHP, POJK No. 6/POJK.07/2022 juga merupakan payung perlindungan konsumen yang mengalami gestun. Dampaknya bukan hanya buat penggunanya, merchant atau toko yang ketahuan memfasilitasi gestun juga berisiko dicabut izin mesin EDC-nya oleh bank.
5. Berisiko Jadi Celah Kejahatan Finansial Lain
Selain merugikan secara pribadi, gestun juga rawan dimanfaatkan sebagai pintu masuk pencucian uang atau transaksi gelap lain yang memanfaatkan celah transaksi fiktif.
6. Punya Modus Penipuan yang Beragam
Gestun juga ditawarkan dalam berbagai modus penipuan, seperti akun penyedia jasa gestun palsu, merchant atau toko online fiktif, sampai transaksi marketplace dengan produk virtual yang sebenarnya tidak pernah ada.
Ada juga modus diskon besar-besaran yang terlihat menguntungkan, padahal hanya kedok biaya jasa gestun yang disembunyikan.
7. Dapat Terjadi Lewat Pinjaman Online
Bukan hanya paylater atau kartu kredit, gestun juga marak terjadi di platform pinjaman online (pinjol). Di pinjol, bunga gestun biasanya lebih tinggi dan jangka waktu pelunasannya jauh lebih pendek.
Akibatnya, kamu bisa lebih cepat terjerat utang berbunga tinggi dibanding gestun lewat paylater.
Dampak Jangka Panjang Gestun Paylater
Gestun paylater nggak cuma berisiko dalam jangka pendek, tapi juga bisa ngaruh ke kondisi keuangan kamu dalam waktu lama. Berikut beberapa dampak yang perlu kamu tahu:
- Skor kredit bisa turun drastis.
Riwayat transaksi gestun bisa terbaca sebagai perilaku keuangan yang berisiko. Kalau nanti kamu mau ajukan pinjaman resmi, peluang disetujui bisa makin kecil.
- Terjebak dalam siklus utang.
Karena terbiasa mencairkan limit untuk kebutuhan sehari-hari, kamu jadi sulit berhenti dan akhirnya selalu bergantung pada utang.
- Sulit menabung dan kehilangan kontrol finansial.
Setiap kali butuh uang, kamu memilih gestun daripada menyusun anggaran. Lama-lama, pengeluaran nggak terkendali.
- Bisa memicu stres dan kecemasan.
Tekanan untuk melunasi cicilan yang menumpuk sering bikin kamu overthinking dan kehilangan ketenangan.
Cara Menghindari Penipuan Gestun
Sebenarnya, paylater itu tidak sepenuhnya buruk. Justru bisa membantu kalau digunakan dengan bijak. Berikut beberapa cara agar kamu tetap aman:
- Gunakan kartu kredit dan paylater hanya untuk kebutuhan penting. Misalnya beli tiket transportasi, kebutuhan mendesak, atau barang yang memang diperlukan.
- Pastikan kamu mampu membayar cicilan tepat waktu.
- Hindari transaksi mencurigakan yang menawarkan pencairan tunai.
- Gunakan fitur paylater dari platform resmi dan diawasi OJK.
- Laporkan ke pihak bank atau OJK kalau kamu menemukan penyedia jasa gestun
- Mulai bangun dana darurat lewat tabungan otomatis
BACA JUGA: Lebih Hemat dan Anti Boncos, Ini Cara Bijak Menggunakan Paylater dari Saku Kredit
Beralih ke Pinjaman Legal dari Bank Saqu untuk Hindari Risiko Gestun!
Gestun paylater memang terlihat menguntungkan karena bisa mencairkan limit jadi uang tunai dengan cepat. Tapi di balik itu, ada banyak risiko yang bisa membuatmu rugi, mulai dari kebocoran data pribadi, denda besar, sampai ancaman hukum.
Jadi, sebelum mencoba, sebaiknya pertimbangkan ulang. Gunakan fitur paylater hanya untuk kebutuhan produktif dan dari aplikasi resmi.
Kalau kamu butuh akses dana cepat yang aman, lebih baik gunakan Saku Kredit dari Bank Saqu yang terbukti legal dan diawasi OJK.
Saku Kredit memungkinkan kamu mengajukan dana mulai dari Rp500.000 sampai Rp30 juta dengan proses yang 100% digital dan tanpa agunan. Semua prosesnya jelas, aman, untuk bantu kamu mengelola keuangan lebih sehat.
Yuk, coba Saku Kredit dari Bank Saqu!
Referensi
- Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
- Otoritas Jasa Keuangan. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 6/POJK.07/2022 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan.






