Inspirasi Warga

Apa Itu Maturity Date? Ini Fungsi dan Cara Menentukannya

23 Okt 2026

thumbnail

Dalam dunia keuangan, memahami maturity date adalah hal penting untuk membantu mengelola pinjaman maupun investasi secara terencana. Istilah ini berkaitan dengan tanggal berakhirnya jangka waktu suatu produk keuangan, seperti deposito, obligasi, dan pinjaman. Pada tanggal tersebut, kewajiban pembayaran atau pengembalian dana mengikuti ketentuan yang telah disepakati dalam kontrak. 

Dengan mengetahui maturity date sejak awal, Anda dapat mempersiapkan dana, mengatur arus kas, dan menghindari risiko keterlambatan pembayaran.

BACA JUGA: 8 Jenis Investasi untuk Pemula dan Tips Memulai

Apa Itu Maturity Date? Pengertian dan Contohnya

Maturity date adalah tanggal jatuh tempo yang menandai berakhirnya jangka waktu suatu instrumen keuangan atau perjanjian utang. Pada tanggal ini, pihak yang memiliki kewajiban pembayaran harus memenuhi ketentuan dalam kontrak, misalnya melunasi sisa pokok pinjaman beserta bunga yang masih terutang atau mengembalikan dana pokok investasi kepada investor.

Maturity date digunakan dalam berbagai produk keuangan, mulai dari deposito berjangka dan obligasi hingga kredit dengan jangka waktu tertentu. Meski sama-sama mengacu pada tanggal jatuh tempo, penerapannya bisa berbeda bergantung pada jenis produk dan isi perjanjian.

Sebagai contoh, seseorang menempatkan dana dalam deposito berjangka selama enam bulan mulai 17 Oktober 2026. Jika tenor dihitung sejak tanggal tersebut dan tidak ada ketentuan kalender khusus, tanggal jatuh temponya diperkirakan 17 April 2027. Pada tanggal itu, nasabah dapat mengikuti ketentuan pencairan atau perpanjangan deposito yang tersedia.

Maturity date pada pinjaman bisa jadi merupakan tanggal pelunasan akhir sesuai kontrak. Tanggal ini perlu dibedakan dari tanggal pembayaran cicilan bulanan karena keduanya belum tentu sama.

Fungsi Maturity Date dalam Pinjaman dan Investasi

Maturity date tidak hanya menunjukkan kapan kontrak berakhir. Tanggal ini juga membantu individu dan perusahaan merencanakan keuangan dengan lebih baik. Berikut beberapa fungsi utamanya.

1. Menentukan Waktu Pengembalian Dana Investasi

Dalam produk seperti deposito dan obligasi, maturity date membantu investor mengetahui kapan dana pokok harus dikembalikan sesuai ketentuan produk. Informasi ini berguna untuk merencanakan penggunaan dana setelah investasi berakhir, misalnya untuk kebutuhan pribadi atau investasi berikutnya.

Namun, perlu diperhatikan bahwa tidak semua instrumen investasi memiliki mekanisme pengembalian dana yang sama. Investor sebaiknya memeriksa ketentuan produk, termasuk jadwal pembayaran bunga atau kupon dan persyaratan pencairan.

2. Menjadi Acuan Pelunasan Pinjaman

Pada produk pinjaman, maturity date berfungsi sebagai acuan waktu berakhirnya kewajiban sesuai perjanjian kredit. Peminjam dapat menggunakan tanggal tersebut untuk mempersiapkan pelunasan dan memastikan tidak ada kewajiban yang terlewat.

Penting untuk membaca perjanjian dengan cermat karena sebagian pinjaman memiliki cicilan berkala, sedangkan sebagian lainnya dapat memiliki pembayaran pokok dalam jumlah besar pada akhir tenor.

3. Membantu Perencanaan Arus Kas

Dengan mengetahui tanggal jatuh tempo, Anda dapat memperkirakan kapan dana akan diterima atau kapan pembayaran perlu dilakukan. Dengan begitu, kebutuhan dana dapat direncanakan lebih awal.

Bagi perusahaan, informasi ini juga membantu menyelaraskan penerimaan dari pelanggan dengan jadwal pembayaran kepada pemasok atau kreditur. Anda dapat mengurangi risiko kekurangan kas ketika kewajiban jatuh tempo bila perencanaan dilakukan dengan tepat.

4. Mengurangi Risiko Keterlambatan Pembayaran

Catatan maturity date dapat menjadi pengingat untuk menyiapkan dana sebelum batas waktu pembayaran. Hal ini penting karena keterlambatan memenuhi kewajiban dapat menimbulkan denda atau konsekuensi lain sesuai perjanjian dan ketentuan yang berlaku.

Cara Menentukan Maturity Date

Umumnya, maturity date ditentukan berdasarkan tanggal mulai kontrak dan tenor atau jangka waktu yang disepakati. Perhitungannya dapat digambarkan sebagai berikut:

Maturity date = Tanggal mulai kontrak + Tenor

Sebagai contoh, jika sebuah obligasi memiliki tenor lima tahun dan mulai berlaku pada 17 Oktober 2026, tanggal jatuh temponya diperkirakan 17 Oktober 2031. Meski begitu, tanggal final tetap perlu mengacu pada dokumen penerbitan atau perjanjian karena ketentuan kalender dan hari kerja bisa memengaruhi tanggal pembayaran.

Cara menentukan maturity date juga bergantung pada jenis instrumen keuangan.

1. Obligasi atau Surat Utang

Tanggal jatuh tempo obligasi ditetapkan oleh penerbit dan tercantum dalam dokumen penerbitan. Investor perlu memeriksa tanggal tersebut untuk mengetahui kapan pokok obligasi dijadwalkan dibayar kembali. Jadwal pembayaran kupon dapat berlangsung secara berkala sebelum maturity date.

2. Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Dalam KPR, tanggal jatuh tempo akhir ditentukan berdasarkan tenor pinjaman, tanggal mulai kredit, serta ketentuan bank. Sebagai ilustrasi, KPR dengan tenor 15 tahun akan memiliki periode pembayaran sesuai jangka waktu yang disepakati. Peminjam perlu memeriksa perjanjian kredit untuk memastikan tanggal pelunasan akhir dan jadwal cicilannya.

3. Deposito Berjangka

Maturity date deposito ditentukan berdasarkan tenor yang dipilih, misalnya satu, tiga, enam, atau 12 bulan. Ketika jatuh tempo tiba, nasabah mengikuti instruksi pencairan atau perpanjangan otomatis (Automatic Roll Over/ARO) jika fasilitas tersebut tersedia dan telah dipilih.

Apa yang Terjadi Ketika Maturity Date Tiba?

Konsekuensi maturity date berbeda berdasarkan jenis produk keuangan yang digunakan.

  • Pada deposito: Dana dapat dicairkan atau diperpanjang sesuai instruksi nasabah dan ketentuan bank.
  • Pada obligasi: Penerbit membayar kembali pokok sesuai ketentuan obligasi. Pembayaran kupon terakhir, jika ada, mengikuti jadwal dan syarat penerbitan.
  • Pada pinjaman: Peminjam perlu memenuhi kewajiban yang jatuh tempo sesuai perjanjian. Jika kewajiban tidak dilunasi, dapat timbul denda atau konsekuensi gagal bayar sesuai kontrak dan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, jangan hanya mengandalkan perkiraan tanggal. Periksa kembali dokumen produk atau perjanjian untuk memastikan jumlah yang harus dibayar, tanggal pembayaran, serta prosedur yang perlu dilakukan.

BACA JUGA: Sungkan Pinjam ke Teman? Begini Cara Pinjaman Uang yang Mendesak di Bank dan Pinjol

Kelola Kebutuhan Dana dengan Saku Kredit Bank Saqu

Memahami tanggal jatuh tempo merupakan bagian dari pengelolaan keuangan yang sehat. Selain mencatat kewajiban, Anda juga perlu mempertimbangkan kemampuan membayar dan memastikan penggunaan kredit sesuai kebutuhan.

Saku Kredit dari Bank Saqu merupakan layanan kredit digital yang dapat diakses melalui aplikasi Bank Saqu. Layanan ini menyediakan beberapa pilihan sesuai kebutuhan transaksi, dengan fitur yang dapat mencakup:

  • Pinjam: fasilitas pinjaman uang tunai sesuai limit dan persyaratan yang disetujui.
  • Bayar Nanti: pilihan pembayaran untuk transaksi tertentu, termasuk transaksi yang memenuhi ketentuan fitur.
  • Cicil atau Ubah Transaksi: opsi mengubah transaksi tertentu menjadi cicilan sesuai ketersediaan dan ketentuan layanan.

Saku Kredit menawarkan limit hingga Rp30.000.000 dan tenor cicilan hingga 24 bulan bagi nasabah yang memenuhi persyaratan. Limit, tenor, biaya, bunga, serta kelayakan pengajuan dapat berbeda sesuai hasil penilaian dan ketentuan yang berlaku.

Sebelum menggunakan fasilitas kredit, pastikan Anda memahami tanggal jatuh tempo, jumlah pembayaran, dan total biaya yang harus dipenuhi. Sesuaikan pinjaman dengan kemampuan finansial agar kewajiban pembayaran tetap terkendali.

Download aplikasi Bank Saqu untuk mengenal Saku Kredit dan melihat pilihan fasilitas yang tersedia bagi Anda.

Simulasikan Pinjamanmu

Loading...
Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.