Saku 101

Apa Itu Prepayment dalam Pinjaman? Kenali Arti dan Fungsinya

10 Agt 2026

thumbnail

Prepayment adalah pembayaran kewajiban sebelum tanggal yang tercantum dalam perjanjian. Dalam pinjaman, dana tersebut biasanya mengurangi pokok utang lebih awal.

Prepayment juga bisa mencakup sebagian atau seluruh saldo pinjaman, tergantung pada metode bunga, sisa tenor, dan ketentuan kredit.

Di satu sisi, karena setiap kredit memiliki aturan yang berbeda, kamu pun perlu memeriksa kontraknya sebelum melakukan pembayaran. Tujuannya adalah untuk menghitung biaya dan sisa kewajiban.

Artikel ini membahas prepayment dalam perjanjian pinjaman, termasuk cara kerja, fungsi, biaya, dan perhitungannya. Yuk, simak sampai akhir!

BACA JUGA: Apa Itu Loan to Value (LTV)? Ini Penjelasannya dalam KPR dan Pinjaman

Apa Itu Prepayment?

Prepayment, atau pelunasan dipercepat, adalah tindakan membayar pokok pinjaman sebelum jadwal yang disepakati. 

Pembayaran ini bisa dilakukan sebelum cicilan berikutnya atau sebelum masa tenor berakhir, baik berupa pelunasan sebagian pokok maupun seluruh kewajiban debitur. 

Selain dalam dunia pinjaman, istilah ini juga digunakan dalam konteks bisnis untuk menggambarkan transaksi pembayaran di awal sebelum barang atau jasa resmi diterima.

Cara Kerja Prepayment

Prosedur prepayment mengikuti kebijakan lembaga keuangan dan perjanjian kredit. Secara umum, proses ini terdiri dari lima tahap, yaitu:

1. Memeriksa Sisa Saldo Pokok

Langkah awal yang harus dilakukan adalah memeriksa sisa saldo pokok untuk mengetahui nominal utang asli yang belum dibayar. 

Perlu diingat bahwa angka ini berbeda dengan total akumulasi sisa cicilan sampai akhir tenor, karena belum dihitung bersama bunga masa depan.

2. Mengajukan Permohonan Resmi

Setelah mengetahui estimasi saldo, debitur wajib mengajukan permohonan kepada pihak pemberi pinjaman. 

Biasanya, proses pengajuan ini dilakukan lewat kantor cabang, aplikasi, atau layanan pelanggan, karena beberapa lembaga meminta pemberitahuan awal sebelum pembayaran diproses.

3. Meminta Simulasi Pelunasan

Debitur kemudian perlu meminta dokumen simulasi pelunasan dari pihak pemberi pinjaman. 

Dokumen tertulis ini sangat penting karena memuat rincian dana pasti yang harus disiapkan, termasuk sisa saldo pokok, bunga berjalan, biaya administrasi, serta denda penalti yang berlaku.

4. Melakukan Pembayaran Sesuai Instruksi

Berdasarkan nominal yang tertera di dokumen simulasi, debitur bisa melakukan pembayaran sesuai dengan jumlah dan nomor rekening resmi yang diinstruksikan. 

Setelah proses transfer selesai, pastikan untuk selalu menyimpan bukti transaksi sebagai catatan resmi.

5. Memeriksa Perubahan Jadwal Pinjaman

Tahap terakhir adalah memastikan status pinjaman sudah berubah. 

Pembayaran sebagian akan mengubah jadwal angsuran dengan pilihan memperpendek tenor atau mengecilkan cicilan bulanan, sedangkan pelunasan penuh akan melunasi seluruh kewajiban.

Mengingat setiap lembaga keuangan memiliki alur yang berbeda, debitur disarankan untuk selalu mengikuti prosedur spesifik yang tertulis dalam dokumen perjanjian kredit masing-masing.

Jenis Prepayment dalam Pinjaman

Jenis prepayment dibedakan berdasarkan jumlah pokok yang dibayar. Berikut dua bentuk yang umum digunakan.

1. Pembayaran Sebagian

Pembayaran sebagian dilakukan dengan melunasi sebagian saldo pokok sebelum jadwal. Setelah itu, saldo pinjaman menjadi lebih kecil.

Pemberi pinjaman bisa mengurangi tenor atau menyesuaikan angsuran. Pilihan tersebut mengikuti kebijakan dan kesepakatan dengan debitur.

2. Pelunasan Penuh

Pelunasan penuh dilakukan dengan membayar seluruh saldo pokok sebelum tenor berakhir. Debitur juga perlu melunasi bunga berjalan.

Biaya lain pun bisa ditambahkan sesuai perjanjian. Setelah verifikasi, pemberi pinjaman akan menyelesaikan penutupan fasilitas.

Selain itu, debitur juga perlu meminta surat pelunasan sebagai arsip. Surat tersebut mencatat bahwa kewajiban sudah diselesaikan.

Fungsi Prepayment bagi Debitur

Prepayment akan mengubah sisa saldo pokok pinjaman dan jadwal pembayaran. 

Berikut beberapa fungsi dan keuntungan finansial yang bisa diperoleh debitur, sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada lembaga pinjaman.

1. Mengurangi Saldo Pokok

Pada umumnya, dana prepayment akan dialokasikan untuk memotong pokok pinjaman, sehingga sisa saldo yang lebih kecil tersebut menjadi dasar baru dalam perhitungan kewajiban berikutnya. 

Oleh karena itu, debitur perlu memastikan bahwa alokasi pemotongan pokok ini sudah tercantum secara jelas di dalam dokumen simulasi. 

Langkah ini sangat penting karena beberapa jenis pembayaran tambahan bisa saja diperlakukan secara berbeda, tergantung pada klausul dan kontrak yang sudah disepakati.

2. Mengurangi Bunga Selama Sisa Tenor

Bunga bisa berkurang ketika perhitungannya memakai saldo pokok yang tersisa. Namun, besar-kecilnya pengurangan ini sangat bergantung pada metode bunga yang disepakati dalam perjanjian.

Oleh karena itu, debitur perlu membandingkan penghematan bunga dengan total biaya pelunasan. Hasil bersih dari perbandingan ini akan menunjukkan pengaruh pembayaran terhadap total kewajiban.

3. Memperpendek Tenor Pinjaman

Skema pembayaran sebagian berpotensi memotong masa tenor, jika kebijakan pemberi pinjaman mengizinkan pemendekan periode cicilan tersebut. 

Dengan tenor yang lebih singkat, debitur otomatis bisa melunasi seluruh kewajiban utang dengan cepat. 

Adapun untuk jumlah angsuran bulanannya, nominal tersebut bisa saja tetap sama atau justru berubah menyesuaikan hasil perhitungan baru setelah pemotongan pokok dilakukan.

4. Menyesuaikan Beban Angsuran

Lewat skema hitung ulang setelah pembayaran pokok, sebagian lembaga keuangan memungkinkan angsuran bulananmu menjadi lebih ringan. 

Penurunan ini terjadi karena sisa saldo utang yang baru akan dihitung kembali dan dibagi berdasarkan sisa masa tenor serta bunga berjalan. 

Sebagai langkah antisipasi, mintalah selalu dokumen rincian tertulis dari pemberi pinjaman agar debitur bisa memeriksa kesesuaian perubahan angsuran tersebut dengan tepat.

5. Menyelesaikan Refinancing

Dalam strategi pemindahan pinjaman (refinancing), pelunasan penuh merupakan langkah utama untuk menutup fasilitas kredit lama dengan menggunakan dana dari pinjaman baru. 

Siasat ini bisa menguntungkan, asalkan kamu sudah menghitung secara cermat seluruh biaya dari kedua fasilitas tersebut sebelum beralih. 

Pastikan kalkulasi kamu tidak hanya fokus pada suku bunga, tapi juga mencakup komponen biaya lain, seperti denda penalti, biaya administrasi, provisi, sampai biaya balik nama jaminan, agar hasil akhirnya tetap hemat.

Apa Itu Prepayment Penalty?

Prepayment penalty adalah denda yang dikenakan kepada debitur jika melunasi utang lebih cepat dari jadwal. Klausul biaya ini berlaku sah sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam dokumen perjanjian kredit. 

Aturan ini dibuat karena pemberi pinjaman menghitung keuntungan bunga sesuai dengan tenor yang sudah disepakati di awal. 

Ketika debitur melakukan prepayment, tindakan tersebut akan mengurangi total bunga pada sisa tenor, sehingga kontrak memuat penalti sebagai kompensasi atas kerugian. 

Dalam praktiknya, dasar perhitungan denda bisa memakai persentase dari sisa pokok utang atau jumlah uang yang dibayarkan. 

Penalti ini bisa berlaku untuk pelunasan sebagian, pelunasan penuh, atau keduanya. Debitur wajib memeriksa masa berlakunya, karena klausul denda ini sering kali dibatasi untuk periode waktu tertentu saja.

Contoh Perhitungan Penalti Pelunasan Awal

Misalkan saldo pokok pinjaman Anda sebesar Rp100 juta. Kamu ingin membayar pokok sebesar Rp25 juta lebih awal.

Perjanjian menetapkan penalti sebesar 2% dari jumlah pembayaran. Perhitungannya adalah sebagai berikut.

Penalti = 2% × Rp25 juta = Rp500 ribu

Dana minimum yang disiapkan sebesar Rp25,5 juta. Jumlah tersebut belum mencakup bunga berjalan atau biaya administrasi.

Contoh tersebut merupakan asumsi sederhana. Pemberi pinjaman bisa menggunakan rumus yang berbeda sesuai perjanjian.

Perbedaan Prepayment, Advance Payment, dan Deposit

Prepayment dalam pinjaman merujuk pada pembayaran utang sebelum jadwal. Pembayarannya bisa mencakup sebagian atau seluruh pokok.

Advance payment biasanya merujuk pada pembayaran sebelum barang atau jasa diberikan. Istilah ini sering dipakai dalam kontrak bisnis.

Deposit merupakan dana awal untuk mengamankan transaksi atau pemesanan. Nilainya biasanya mencakup sebagian harga.

Intinya, kontrak tetap menjadi acuan utama. Sebab, pelaku usaha bisa memakai istilah tersebut dengan ketentuan yang berbeda.

Hal yang Perlu Diperiksa Sebelum Prepayment

Keputusan prepayment perlu didasarkan pada angka dan ketentuan dalam kontrak. Periksa beberapa hal berikut sebelum mengajukannya.

1. Klausul Prepayment

Cari bagian tentang prepayment dalam perjanjian. Setelah itu, periksa batas jumlah, periode pemberitahuan, dan metode pengajuan.

2. Dasar Perhitungan Penalti

Berikutnya, tanyakan apakah penalti dihitung dari pokok yang tersisa. Sebab, penalti bisa dihitung dari jumlah pembayaran.

3. Bunga Berjalan

Bunga berjalan dihitung sampai tanggal pembayaran efektif. Tentu, nilainya bisa berubah jika pembayaran melewati tanggal simulasi.

4. Perubahan Tenor atau Angsuran

Tentukan hasil yang kamu perlukan setelah melakukan pembayaran sebagian. Selain itu, kamu juga bisa meminta pemendekan tenor atau perhitungan ulang angsuran.

5. Kondisi Arus Kas

Prepayment menggunakan dana dalam jumlah besar. Untuk itu, sisakan dana untuk operasional, pajak, gaji, dan kewajiban yang terdekat.

6. Total Penghematan Bersih

Hitung bunga yang bisa dihemat selama sisa tenor, lalu kurangi penalti dan seluruh biaya pelunasan.

Dengan begitu, hasil perhitungan tersebut bisa menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Kamu pun bisa membandingkan potensi penghematan dengan kebutuhan dana usaha saat ini.

BACA JUGA: Cara Mengajukan Pinjaman Karyawan Swasta dengan Mudah

Rencanakan Pembiayaan Investasi Usahamu bersama Bank Saqu!

Prepayment adalah salah satu klausul yang perlu diperiksa sebelum memilih jenis pembiayaan usaha. 

Selain itu, kamu juga perlu menyesuaikan nilai angsuran, tenor, biaya, dan penggunaan dananya.

Nah, untuk pembelian aktiva tetap, kamu bisa mempertimbangkan Kredit Investasi Bank Saqu. Fasilitas ini tersedia bagi pelaku usaha dan badan usaha.

Selain itu, dananya bisa dipakai untuk investasi usaha, ekspansi, atau refinancing aset. Angsuran bulanannya pun bisa disusun sesuai kemampuan bisnis.

Untuk mengajukan Kredit Investasi Bank Saqu, kamu perlu menyiapkan dokumen usaha, laporan keuangan, dan dokumen jaminan.

Yuk, ajukan Kredit Investasi Bank Saqu sekarang!

Simulasikan Pinjamanmu

Loading...
Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.