Inspirasi Warga

Apa Itu Total Debt? Ini Komponen dan Cara Menghitungnya

23 Okt 2026

thumbnail

Dalam pengelolaan keuangan, total debt adalah jumlah keseluruhan utang atau kewajiban pinjaman yang harus dibayarkan kepada pihak lain, seperti bank, lembaga pembiayaan, maupun investor. Istilah ini digunakan untuk menilai kondisi keuangan individu dan perusahaan, terutama untuk melihat besarnya kewajiban yang masih harus diselesaikan.

Memahami total debt membantu perusahaan mengevaluasi struktur pendanaan dan risiko keuangan. Bagi individu, pemahaman tentang total utang dapat menjadi dasar untuk mengatur cicilan serta menjaga kondisi keuangan tetap terkendali.

BACA JUGA: Jangan Ambil Kredit Konsumtif Sebelum Baca Ini! Bikin Kantong Jebol atau Justru Untung?

Total Debt Adalah Jumlah Utang yang Menjadi Kewajiban Finansial

Total debt atau total utang menggambarkan akumulasi pinjaman yang belum dilunasi pada periode tertentu. Dalam analisis keuangan perusahaan, istilah ini umumnya merujuk pada utang berbunga, baik yang jatuh tempo dalam waktu dekat maupun jangka panjang.

Cakupan total debt dapat berbeda sesuai tujuan analisis. Perhitungan utang berbunga biasanya berfokus pada pinjaman, sedangkan total liabilitas mencakup seluruh kewajiban perusahaan, termasuk utang dagang dan kewajiban lainnya.

Komponen Total Debt

Secara umum, total debt berbunga dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan waktu jatuh temponya.

1. Utang Jangka Pendek (Short-Term Debt)

Utang jangka pendek merupakan pinjaman yang harus dibayar dalam waktu maksimal 12 bulan. Contohnya meliputi:

  • Pinjaman bank jangka pendek: Pinjaman dengan periode yang singkat
  • Overdraft: Fasilitas untuk menggunakan dana melebihi saldo rekening sesuai batas yang disetujui.
  • Utang wesel jangka pendek: Kewajiban pembayaran berdasarkan surat pernyataan utang.
  • Bagian utang jangka panjang yang segera jatuh tempo: Porsi pinjaman jangka panjang yang harus dibayar dalam satu tahun berikutnya.

Utang ini perlu dikelola dengan baik agar perusahaan memiliki dana yang cukup untuk memenuhi kewajiban saat jatuh tempo.

2. Utang Jangka Panjang (Long-Term Debt)

Utang jangka panjang adalah pinjaman yang pelunasannya berlangsung lebih dari satu tahun. Biasanya, pendanaan ini digunakan untuk investasi, ekspansi, atau pembelian aset usaha.

Contohnya meliputi:

  • Pinjaman investasi: Pembiayaan untuk membeli mesin, properti, atau aset usaha lainnya.
  • Obligasi: Surat utang yang diterbitkan perusahaan kepada investor.
  • Wesel bayar jangka panjang: Kewajiban tertulis yang dibayarkan pada tanggal tertentu di masa depan.
  • Kewajiban sewa: Kewajiban pembayaran sewa yang dicatat sebagai liabilitas sesuai standar akuntansi.

Meskipun jatuh temponya masih lama, utang jangka panjang tetap perlu diperhitungkan karena pembayaran pokok dan bunganya memengaruhi arus kas.

Cara Menghitung Total Debt

Untuk menghitung total debt berbunga, jumlahkan utang berbunga jangka pendek dan utang berbunga jangka panjang dengan rumus berikut:

Total Debt = Utang Jangka Pendek + Utang Jangka Panjang

Pastikan setiap komponen dicatat sesuai klasifikasi jatuh tempo dan tidak dihitung dua kali. Bagian pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun perlu dimasukkan ke kelompok utang jangka pendek.

Contoh Perhitungan Total Debt

Misalnya, sebuah perusahaan memiliki rincian utang berikut:

Komponen UtangJumlah
Pinjaman bank jangka pendekRp500.000.000
Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo tahun iniRp200.000.000
Obligasi jatuh tempo lima tahunRp1.500.000.000
Kredit investasi bankRp800.000.000

Perhitungannya adalah:

  • Total utang jangka pendek: Rp500.000.000 + Rp200.000.000 = Rp700.000.000.
  • Total utang jangka panjang: Rp1.500.000.000 + Rp800.000.000 = Rp2.300.000.000.
  • Total debt: Rp700.000.000 + Rp2.300.000.000 = Rp3.000.000.000.

Jadi, total debt berbunga perusahaan tersebut mencapai Rp3 miliar. Angka ini dapat menjadi salah satu dasar untuk mengevaluasi struktur pendanaan dan kemampuan perusahaan mengelola utang.

BACA JUGA: Jangan Terjebak dan Salah Pilih Pinjaman Bunga Rendah, Cek Tipsnya!

Mengapa Total Debt Penting dalam Analisis Keuangan?

Total debt membantu memberikan gambaran mengenai ketergantungan individu atau perusahaan terhadap pendanaan dari pinjaman. Informasi ini dapat digunakan untuk:

  1. Menilai risiko keuangan: Utang yang besar dibandingkan kemampuan menghasilkan pendapatan dapat meningkatkan tekanan pembayaran.
  2. Mengevaluasi struktur modal: Dengan melakukan evaluasi, pembandingan pendanaan dari pendanaan dan utang dengan modal sendiri merupakan dasar analisis keuangan 
  3. Mendukung keputusan pembiayaan: Informasi utang menjadi pertimbangan sebelum mengambil pinjaman tambahan.
  4. Merencanakan arus kas: Jadwal pembayaran pokok dan bunga dapat disesuaikan dengan kemampuan keuangan.

Meski demikian, total debt sebaiknya tidak dianalisis sendirian. Arus kas, pendapatan, aset, tingkat bunga, dan jadwal pembayaran juga perlu diperhatikan untuk memperoleh gambaran keuangan yang lebih menyeluruh.

Jika membutuhkan fasilitas kredit untuk kebutuhan yang sesuai, Saku Kredit dari Bank Saqu menyediakan layanan kredit digital yang dapat diakses melalui aplikasi.

Saku Kredit memiliki beberapa fitur, yaitu Pinjam untuk pinjaman uang tunai yang dicairkan penuh tanpa potongan sesuai ketentuan, Bayar Nanti untuk transaksi yang dibayar pada akhir bulan, serta Cicil/Ubah Transaksi untuk mengubah transaksi menjadi pembayaran cicilan.

Saku Kredit menawarkan limit hingga Rp30 juta dan tenor cicilan hingga 24 bulan, sesuai persetujuan dan ketentuan yang berlaku. Sebelum mengajukan, pastikan jumlah cicilan sesuai dengan kemampuan membayar dan kebutuhan keuangan Anda.

Download Bank Saqu dan ajukan Saku Kredit!

Simulasikan Pinjamanmu

Loading...
Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.