Kalau pernah membeli barang secara kredit atau mengajukan pinjaman, kamu pasti sering mendengar istilah angsuran. Biasanya istilah ini muncul bersama nominal pembayaran bulanan dan jangka waktu pelunasan.
Sederhananya, angsuran adalah pembayaran yang dilakukan secara berkala untuk menyelesaikan suatu kewajiban. Besarnya bisa sama setiap periode atau berubah, tergantung skema pembiayaan yang digunakan.
Istilah ini juga sering dianggap sama dengan cicilan. Padahal, ada sedikit perbedaan konteks dalam penggunaannya.
Baca juga: Cicilan Ideal Berapa Persen dari Gaji? Ini Aturannya dan Tipsnya
Apa itu Angsuran?
Angsuran merupakan pembayaran utang atau kewajiban secara bertahap dalam periode tertentu sampai jumlah yang harus dibayar selesai.
Misalnya, seseorang memiliki pinjaman Rp12 juta yang harus dilunasi dalam 12 bulan. Jika pembayaran dilakukan setiap bulan, maka akan ada kewajiban pembayaran selama periode tersebut.
Besarnya pembayaran tidak selalu hanya berasal dari pokok utang. Dalam produk kredit, angsuran dapat terdiri dari pembayaran pokok beserta bunga atau komponen biaya lain sesuai ketentuan fasilitas yang digunakan.
Jadi, ketika seseorang mengatakan “angsuran per bulan”, yang dimaksud biasanya adalah jumlah yang perlu dibayarkan pada setiap periode pembayaran.
Apa Saja Jenis Angsuran?
Skema angsuran bisa berbeda tergantung produk kredit atau pembiayaan. Beberapa bentuk yang umum ditemui antara lain:
1. Angsuran tetap
Pada skema ini, jumlah pembayaran berkala dibuat tetap selama periode tertentu.
Contohnya, kamu memiliki kewajiban membayar Rp1 juta setiap bulan selama 12 bulan. Selama tidak ada perubahan berdasarkan perjanjian, nominal pembayaran bulanannya tetap.
Model seperti ini membuat pengaturan pengeluaran bulanan menjadi lebih mudah karena nominal yang perlu disiapkan sudah diketahui.
2. Angsuran menurun
Berbeda dengan angsuran tetap, jumlah pembayaran dapat semakin kecil dari waktu ke waktu.
Skema seperti ini dapat terjadi ketika komponen bunga dihitung berdasarkan sisa pokok pinjaman. Ketika pokok yang belum dibayar semakin kecil, komponen bunga juga dapat ikut turun.
3. Angsuran sesuai skema produk
Tidak semua kredit menggunakan dua pola tersebut. Ada produk yang memiliki mekanisme pembayaran sendiri, termasuk perbedaan nominal pada periode tertentu.
Karena itu, jangan hanya melihat istilah “angsuran”. Perhatikan juga bagaimana produk tersebut menghitung kewajiban pembayaran.
Baca juga: 5 Perbedaan Bunga Flat dan Efektif dalam Kredit dan Cicilan
Bagaimana Cara Menghitung Angsuran?
Besarnya angsuran dipengaruhi oleh beberapa komponen, terutama jumlah pinjaman, bunga, dan tenor.
Sebagai contoh sederhana, seseorang meminjam Rp12 juta dan tidak memperhitungkan bunga terlebih dahulu. Jika pinjaman tersebut dibayar dalam 12 bulan, pokok yang harus dibayar setiap bulan adalah:
Rp12.000.000 ÷ 12 = Rp1.000.000
Jadi, pokok angsurannya Rp1 juta per bulan.
Namun, pada kredit yang mengenakan bunga, perhitungannya tidak berhenti di situ. Bunga dan biaya lain yang berlaku perlu diperhitungkan sesuai metode yang digunakan produk tersebut.
Karena itu, nominal angsuran yang sebenarnya bisa berbeda dari hasil membagi jumlah pinjaman dengan tenor.
Apa Bedanya Angsuran dan Cicilan?
Angsuran dan cicilan sebenarnya sering digunakan untuk menyebut hal yang sama dalam percakapan sehari-hari.
Keduanya sama-sama menggambarkan pembayaran secara bertahap. Contohnya, orang bisa mengatakan “bayar cicilan mobil” atau “bayar angsuran mobil” untuk merujuk pada kewajiban pembayaran yang sama.
Perbedaannya lebih terasa dari konteks penggunaannya.
Istilah angsuran lebih sering digunakan ketika membahas kewajiban pembayaran kredit atau pembiayaan. Sementara cicilan memiliki penggunaan yang lebih luas dan bisa merujuk pada pembayaran sebagian dari harga barang maupun kewajiban tertentu.
Jadi, jangan terlalu terpaku pada istilahnya. Kalau sedang menggunakan produk kredit, yang lebih penting adalah memahami berapa yang harus dibayar, kapan harus dibayar, dan berapa total kewajibannya.
Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengambil Angsuran?
Sebelum mengambil kredit dengan pembayaran secara angsuran, ada beberapa angka yang sebaiknya kamu cek.
Jumlah angsuran per periode menjadi yang pertama. Pastikan nominalnya masih sesuai dengan pemasukan dan pengeluaran rutin.
Kemudian lihat tenor atau berapa lama pembayaran akan berlangsung. Tenor yang berbeda bisa menghasilkan kewajiban pembayaran yang berbeda pula.
Jangan lupa melihat total pembayaran. Angsuran bulanan yang terlihat ringan belum tentu menghasilkan total biaya yang paling kecil karena pembayaran berlangsung dalam periode yang lebih panjang.
Terakhir, perhatikan tanggal jatuh tempo. Pembayaran yang terlambat bisa menimbulkan konsekuensi sesuai ketentuan produk yang digunakan.
Jangan Hanya Melihat Angsuran Bulanan
Salah satu kesalahan yang cukup umum ketika mengambil kredit adalah hanya membandingkan angka pembayaran per bulan.
Misalnya, ada dua pilihan. Pilihan pertama memiliki pembayaran Rp1 juta selama 12 bulan, sedangkan pilihan kedua Rp700 ribu selama 24 bulan. Secara sekilas, pilihan kedua terlihat lebih ringan.
Padahal, periode pembayarannya dua kali lebih panjang. Karena itu, perbandingan sebaiknya dilakukan berdasarkan total kewajiban dan kemampuan membayar, bukan hanya nominal angsuran bulanan.
Cara ini juga membantu menghindari keputusan mengambil kredit dengan tenor terlalu panjang hanya karena ingin mendapatkan pembayaran bulanan yang lebih kecil.
Baca juga: Apa Itu Cicilan? Kenali Arti dan Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan
Butuh Dana Tambahan? Kenali Saku Kredit Bank Saqu
Kalau sedang membutuhkan tambahan dana untuk kebutuhan tertentu, kamu bisa mempertimbangkan Saku Kredit Bank Saqu.
Saku Kredit tersedia melalui aplikasi Bank Saqu dengan limit awal hingga Rp30 juta dan pilihan tenor sampai 24 bulan, sesuai ketentuan yang berlaku. Fasilitas ini juga memiliki beberapa pilihan penggunaan, termasuk Pinjaman Tunai, Bayar Nanti, dan Cicil.
Sebelum menggunakan fasilitas kredit, tetap perhatikan nominal yang dibutuhkan dan kemampuan membayar angsurannya. Jangan mengambil limit lebih besar hanya karena tersedia, kalau memang tidak diperlukan.
Yuk, download Bank Saqu dan kenali Saku Kredit untuk kebutuhan finansialmu. Cek limit, bunga, tenor, serta ketentuannya terlebih dahulu, lalu pilih jumlah kredit yang angsurannya tetap sesuai dengan kemampuanmu.







