Inspirasi Warga

Cara Mengelola Uang agar Berkembang: Tips Atur Anggaran

06 Okt 2026

thumbnail

Hi Warga, 

Mengelola uang bukan cuma soal bagaimana caranya punya penghasilan lebih besar. Uang yang sudah masuk juga perlu diatur supaya tidak habis tanpa terasa.

Coba lihat ke mana saja penghasilanmu pergi setiap bulan. Ada yang digunakan untuk kebutuhan rutin, ada yang masuk ke tabungan, sebagian mungkin dipakai untuk membayar cicilan. Kalau semuanya bercampur di satu tempat tanpa tujuan yang jelas, akan lebih sulit mengetahui berapa uang yang sebenarnya bisa disimpan atau dikembangkan.

Karena itu, langkah awalnya bukan langsung mencari instrumen untuk menumbuhkan uang. Rapikan dulu cara mengaturnya, baru tentukan dana mana yang bisa ditempatkan untuk tujuan keuangan berikutnya.

Baca juga: Apa Itu Low Budget? Kenali Arti dan Tips Mengelolanya

Mulai dengan Mengetahui Kondisi Keuangan Sendiri

Sebelum membuat anggaran, coba catat pemasukan dan pengeluaran selama satu bulan.

Tidak perlu langsung menggunakan aplikasi khusus. Catatan sederhana pun cukup untuk melihat pola pengeluaran. Pisahkan kebutuhan yang memang harus dibayar setiap bulan dari pengeluaran yang sifatnya lebih fleksibel.

Contohnya, gaji Rp10 juta mungkin terlihat cukup besar di awal bulan. Tapi setelah dipotong biaya tempat tinggal, transportasi, makan, tagihan, cicilan, dan berbagai pengeluaran lainnya, jumlah yang benar-benar bisa disisihkan mungkin jauh lebih kecil.

Dari sini kamu bisa mengetahui kondisi sebenarnya, termasuk apakah ada pengeluaran yang bisa dikurangi atau belum.

Bagi Uang Berdasarkan Tujuannya

Setelah mengetahui arus uang, jangan biarkan seluruh saldo berada dalam satu pos.

Kamu bisa membaginya menjadi beberapa kelompok seperti kebutuhan sehari-hari, dana darurat, tabungan untuk tujuan tertentu, dan dana yang memang ingin dikembangkan.

Cara ini membuat fungsi setiap uang menjadi lebih jelas. Dana untuk membayar tagihan, misalnya, tidak perlu ikut digunakan untuk belanja atau kebutuhan lain.

Memisahkan uang juga bisa membantu mengurangi kebiasaan menggunakan saldo yang sebenarnya sudah dialokasikan untuk tujuan tertentu.

Jangan Lewatkan Dana Darurat

Sebelum memikirkan bagaimana uang bisa berkembang, pastikan ada dana yang siap digunakan ketika kondisi tidak sesuai rencana.

Dana darurat bisa digunakan untuk kebutuhan seperti biaya kesehatan, kehilangan sumber penghasilan, atau pengeluaran mendadak lainnya. Besarannya tentu berbeda untuk setiap orang karena tergantung pengeluaran dan kondisi masing-masing.

Sebagai gambaran, perencana keuangan yang dikutip detikFinance pada Januari 2026 menyebut kebutuhan dana darurat secara teori setidaknya sekitar tiga kali pengeluaran bulanan. 

Dana ini sebaiknya tetap mudah diakses. Jangan menempatkan seluruh dana darurat pada instrumen yang membuatnya sulit dicairkan ketika sedang dibutuhkan.

Sisihkan Uang Sebelum Membelanjakannya

Menunggu sampai akhir bulan untuk melihat berapa uang yang tersisa sering kali membuat jumlah tabungan tidak konsisten.

Cara yang lebih sederhana adalah menentukan nominal yang ingin disisihkan sejak awal. Begitu penghasilan masuk, langsung alokasikan bagian tersebut ke tujuan masing-masing.

Misalnya penghasilan bulanan Rp10 juta dan kamu ingin menyisihkan Rp1 juta. Daripada menunggu sisa uang di akhir bulan, Rp1 juta tersebut bisa langsung dipisahkan. Sisa Rp9 juta kemudian menjadi batas untuk kebutuhan bulan tersebut.

Nominalnya tidak harus sama untuk semua orang. Yang lebih penting adalah jumlahnya realistis dan bisa dilakukan secara konsisten.

Baca juga: Budget Rumah Tangga: Panduan Cerdas Agar Pengeluaran Lebih Terarah 

Setelah Rapi, Baru Kembangkan Dana

Uang yang sudah dialokasikan untuk kebutuhan jangka pendek tidak harus dipaksakan masuk ke instrumen investasi. Dana yang memang belum akan digunakan dalam periode tertentu bisa dipertimbangkan untuk ditempatkan pada produk yang sesuai dengan tujuan dan profil risikonya.

OJK juga menjelaskan bahwa perencanaan keuangan perlu mempertimbangkan kebutuhan dana darurat, kemampuan menabung, utang, serta penempatan dana pada investasi yang produktif. Pemilihan instrumen juga perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan dan profil risiko. 

Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan untuk dana dengan tujuan dan jangka waktu tertentu adalah deposito. Berbeda dengan uang yang hanya disimpan di rekening transaksi, deposito memiliki tenor sehingga dana ditempatkan untuk periode yang sudah ditentukan.

Deposito Bisa Jadi Salah Satu Pilihan untuk Dana yang Sudah Dialokasikan

Kalau ada dana yang memang belum akan digunakan dalam waktu dekat, kamu bisa mempertimbangkan Deposito Reguler sebagai salah satu pilihan.

Di Bank Saqu, Deposito Reguler bisa dibuka mulai dari Rp1 juta dengan pilihan jangka waktu 7 hari, 14 hari, 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan. Suku bunganya mengikuti ketentuan yang berlaku di Bank Saqu dan dapat berubah. 

Misalnya kamu sudah memiliki dana Rp10 juta yang memang tidak diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari. Daripada seluruhnya dibiarkan bercampur dengan uang transaksi, sebagian bisa dialokasikan ke produk yang sesuai dengan kebutuhan dan jangka waktunya.

Tetap perhatikan ketentuannya sebelum menempatkan dana. Deposito Reguler Bank Saqu memiliki pilihan instruksi ketika jatuh tempo, termasuk memperpanjang deposito atau mengembalikan dana dan bunga ke Saku sumber dana. 

Baca juga: 7 Strategi Kelola Keuangan untuk Usaha Modal Kecil

Cek Kembali Anggaran Secara Berkala

Pengelolaan uang bukan pekerjaan yang selesai setelah membuat satu anggaran.

Penghasilan bisa berubah, cicilan bisa bertambah atau selesai, dan kebutuhan keluarga juga dapat berganti. Karena itu, luangkan waktu setiap beberapa bulan untuk melihat apakah pembagian uang yang dibuat masih sesuai.

Kalau pengeluaran rutin ternyata naik, target menabung mungkin perlu disesuaikan. Sebaliknya, ketika ada kenaikan penghasilan atau cicilan yang sudah lunas, sebagian dana tersebut bisa dialihkan untuk memperbesar tabungan atau tujuan finansial lainnya.

Dengan cara ini, uang tidak hanya berhenti di rekening dan habis untuk kebutuhan yang datang silih berganti. Setiap bagian punya fungsi yang jelas, sementara dana yang memang belum dibutuhkan bisa mulai diarahkan ke pilihan yang sesuai dengan tujuan keuanganmu.

Yuk, download Bank Saqu dan mulai kelola uangmu dengan lebih terarah. Kalau ada dana yang memang belum akan digunakan dalam waktu dekat, kamu juga bisa mempertimbangkan Deposito Reguler Bank Saqu dengan pilihan tenor yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan

Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.