Saku 101

Apa Itu Obligasi Pemerintah? Kenali Arti dan Cara Belinya!

03 Agt 2026

thumbnail

Obligasi pemerintah adalah surat utang yang diterbitkan oleh negara untuk membiayai pembangunan. 

Sederhananya, kamu meminjamkan uang kepada pemerintah. Pemerintah lalu membayarnya kembali secara berkala lewat kupon, kemudian melunasi pokok utang saat jatuh tempo. 

Instrumen ini masuk kategori investasi berisiko rendah, karena pembayarannya dijamin oleh negara. 

Apabila kamu penasaran soal definisi, jenis, cara kerja, dan cara membelinya, simak penjelasan berikut ini.

BACA JUGA: 7 Produk Investasi Jangka Panjang yang Bisa Kamu Beli dari Sekarang

Apa Itu Obligasi Pemerintah?

Obligasi merupakan surat utang yang memuat perjanjian antara peminjam dan pemberi pinjaman. Pihak peminjam wajib membayar bunga secara berkala sesuai kesepakatan. 

Pihak peminjam juga wajib mengembalikan pokok pinjaman ketika jatuh tempo tiba.

Obligasi pemerintah artinya surat utang itu diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia lewat Kementerian Keuangan. 

Nantinya, dana yang terkumpul dari penjualan obligasi dipakai untuk membiayai proyek pembangunan negara. 

Kamu, sebagai investor, mendapat imbal hasil berupa kupon yang dibayarkan setiap bulan atau setiap periode tertentu.

Apa Bedanya SBN dan Obligasi?

SBN adalah singkatan dari Surat Berharga Negara. Istilah ini mencakup dua kelompok surat utang, yaitu obligasi konvensional dan sukuk syariah.

Obligasi konvensional membayar imbal hasil berupa bunga atau kupon tetap. Sukuk membayar imbal hasil berupa imbalan sewa, karena menggunakan akad syariah seperti ijarah. 

Jadi, obligasi adalah salah satu bentuk SBN, sedangkan SBN sendiri mencakup obligasi dan sukuk sekaligus.

Jenis dan Contoh Obligasi Pemerintah

Obligasi pemerintah dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama ditujukan untuk investor institusi, seperti bank dan dana pensiun. Kelompok kedua ditujukan untuk masyarakat umum lewat pasar ritel. 

Berikut contoh-contoh obligasi pemerintah yang beredar di pasar Indonesia.

1. Obligasi Negara Ritel (ORI)

ORI adalah obligasi konvensional yang kuponnya bersifat tetap atau fixed rate

Kamu bisa memperjualbelikan ORI di pasar sekunder setelah melewati periode minimum holding, biasanya sekitar dua bulan. 

Tenor ORI umumnya berkisar tiga tahun.

2. Savings Bond Ritel (SBR)

SBR juga termasuk obligasi konvensional, tapi tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Kupon SBR bersifat floating with floor. Artinya, kupon bisa naik mengikuti suku bunga acuan. Namun, kupon tidak akan turun di bawah batas minimum yang sudah ditetapkan sejak awal.

3. Sukuk Ritel (SR)

SR merupakan versi syariah dari ORI. Instrumen ini memakai akad ijarah, sehingga bebas dari unsur riba. Kupon SR bersifat tetap dan bisa diperjualbelikan di pasar sekunder setelah masa holding period selesai.

4. Sukuk Tabungan (ST)

ST adalah versi syariah dari SBR. Sama seperti SBR, ST tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Kupon ST bersifat floating with floor. Nilainya tetap terlindungi ketika suku bunga acuan turun.

5. Obligasi Institusi (FR dan PBS)

FR (Fixed Rate) dan PBS (Project Based Sukuk) termasuk obligasi untuk investor institusi. Kedua instrumen ini membutuhkan dana investasi yang besar, sehingga jarang diakses oleh investor perorangan.

Keuntungan Membeli Obligasi Pemerintah

Pokok obligasi dijamin oleh Pemerintah Republik Indonesia selama kamu memegangnya sampai jatuh tempo. Kamu juga mendapat kupon secara rutin setiap bulan, sehingga arus kas tetap terjadwal. 

Sebagai gambaran, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun berada di kisaran 6,8 persen pertengahan 2026.

Sebagian obligasi bersifat tradable, misalnya ORI, SR, dan FR. Kamu bisa menjualnya di pasar sekunder ketika harganya naik. Selisih antara harga jual dan harga beli itu disebut capital gain.

Sebagai gambaran lain, seorang investor membeli SBR senilai Rp10 juta. Kupon yang ditawarkan sebesar 6,25 persen per tahun. Setelah dipotong pajak final 10 persen, investor itu menerima kupon bersih sekitar Rp46 ribu setiap bulan. Jumlah kupon bisa berbeda pada setiap penerbitan karena mengikuti kebijakan pemerintah saat itu.

Cara Beli Obligasi Pemerintah untuk Pemula

Berikut langkah-langkah membeli obligasi pemerintah lewat aplikasi bank atau sekuritas mitra.

  1. Buka aplikasi perbankan digital atau sekuritas yang menjadi mitra penjual SBN Ritel.
  2. Pilih menu investasi, lalu cari kategori SBN Ritel atau Obligasi Pemerintah.
  3. Lengkapi proses pendaftaran jika kamu baru pertama kali membeli SBN Ritel.
  4. Pilih seri obligasi yang sedang ditawarkan sesuai tenor pilihanmu.
  5. Masukkan nominal pembelian, biasanya mulai dari Rp1 juta dan kelipatannya.
  6. Baca dan setujui memorandum informasi dari pemerintah sebelum melanjutkan transaksi.
  7. Konfirmasi pesanan, lalu masukkan PIN untuk menyelesaikan transaksi.
  8. Pantau status kepemilikan obligasimu lewat menu monitoring di aplikasi yang sama.

Obligasi pemerintah hanya bisa dibeli selama masa penawaran berlangsung. Jadwal penawaran biasanya diumumkan oleh Kementerian Keuangan beberapa minggu sebelum periode pembelian dibuka.

BACA JUGA: Mau Dapat Cuan dan Passive Income? Investasi di 12 Jenis Instrumen Ini

Simpan Danamu secara Fleksibel Lewat Deposito Reguler Bank Saqu!

Obligasi pemerintah ideal untuk menyimpan dana dalam jangka menengah sampai panjang. Namun, jika kamu butuh instrumen simpanan yang lebih cair, Deposito Reguler dari Bank Saqu bisa dipertimbangkan.

Kamu bisa membuka Deposito Reguler mulai dari Rp1 juta lewat aplikasi Bank Saqu. Suku bunganya mencapai 6 persen per tahun. Tenornya juga fleksibel, mulai dari satu bulan sampai satu tahun.

Kamu bisa menarik dananya kapan saja tanpa biaya tambahan. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan jika kamu butuh dana cepat sebelum jatuh tempo. 

Dana kamu juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan sampai Rp2 miliar per nasabah.

Yuk, Buka Deposito Reguler Bank Saqu sekarang!

Simulasikan Pinjamanmu

Loading...
Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.