Saku 101

Apa Itu Pinjaman Subordinasi? Ini Fungsi dan Cara Kerjanya

01 Jul 2026

thumbnail

Pinjaman subordinasi adalah utang yang dilunasi paling akhir ketika sebuah perusahaan dilikuidasi. Posisi pembayarannya berada di bawah utang senior. 

Jadi, karena risikonya relatif besar, bunganya cenderung lebih tinggi daripada pinjaman biasa. Istilah ini biasanya ditemukan saat menilai struktur modal sebuah perusahaan. 

Artikel ini membahas pengertian pinjaman subordinasi, cara kerja, contoh, dan fungsinya.

BACA JUGA: Apa Itu Refinancing KPR? Pahami Dulu Risiko dan Tipsnya

Arti Pinjaman Subordinasi

Subordinasi berarti kedudukan yang lebih rendah dalam suatu urutan. Dalam dunia pinjaman, kata ini merujuk pada urutan klaim. 

Pemberi pinjaman subordinasi punya hak tagih yang lebih rendah. Mereka baru dibayar setelah kreditur lain selesai dilunasi. Oleh karena itu, utang ini sering disebut junior debt atau utang junior.

Pada posisi struktur modal, perusahaan disusun dalam urutan prioritas pembayaran. Urutannya bisa kamu lihat seperti berikut.

  • Kreditur senior, seperti bank pemegang jaminan, dibayar paling awal.
  • Kreditur subordinasi dibayar setelah seluruh utang senior lunas.
  • Pemegang saham menerima sisa dana terakhir.

Nah, letak pinjaman subordinasi berada di antara utang senior dan pemegang saham.

Cara Kerja Pinjaman Subordinasi

Posisi tadi menentukan bagaimana pelunasan berjalan saat keadaan terburuk terjadi. Dua hal berikut ini menjelaskan mekanismenya.

1. Urutan Pembayaran saat Likuidasi

Bayangkan sebuah perusahaan gagal bayar lalu asetnya dijual. Hasil penjualan aset dipakai untuk melunasi utang senior terlebih dahulu. 

Jika masih ada sisa dana, pinjaman subordinasi baru dibayar. Ketika sisa dana tidak cukup, pelunasannya hanya sebagian. Pemberi pinjaman bisa kehilangan dananya kalau tidak ada sisa sama sekali.

2. Bunga yang Relatif Tinggi sebagai Kompensasi

Pemberi dana menanggung kemungkinan gagal bayar yang cukup besar. Supaya mau memberi pinjaman, mereka meminta bunga yang lebih tinggi. 

Bunga tambahan ini menjadi imbalan atas risiko yang mereka ambil. Tenornya menengah sampai panjang, sekitar 5-10 tahun.

Ciri-ciri Pinjaman Subordinasi

Beberapa tanda berikut ini bisa membantumu mengenali pinjaman subordinasi.

  • Urutan pembayaran berada di bawah pinjaman senior.
  • Bunga atau imbal hasil lebih tinggi daripada kredit biasa.
  • Tenornya menengah sampai panjang, kerap 5-10 tahun
  •  Umumnya dipakai perusahaan atau lembaga keuangan, bukan perorangan.
  • Dalam laporan keuangan sering dicatat mendekati modal (quasi-equity).

Contoh Utang Subordinasi

Agar gambarannya makin jelas, lihat beberapa contoh berikut ini.

1. Pembiayaan Proyek Properti

Sebuah perusahaan properti butuh Rp150 miliar untuk proyek baru. Perusahaan mendapat Rp105 miliar dari pinjaman bank sebagai utang senior. Sisanya, Rp40 miliar, datang dari investor sebagai pinjaman subordinasi. 

Ketika aset dijual karena gagal bayar, bank dilunasi terlebih dahulu. Investor subordinasi menerima pembayaran setelah utang bank selesai.

2. Hipotek Kedua atau KPR Tambahan

Hipotek kedua atas rumah juga termasuk pinjaman subordinasi. Pemegang hipotek pertama punya hak tagih yang lebih tinggi. 

Artinya, apabila rumah disita lalu dijual, hipotek pertama dibayar duluan. Pemegang hipotek kedua baru dibayar kalau masih ada sisa.

3. Obligasi Subordinasi Bank

Bank kerap menerbitkan obligasi subordinasi untuk memperkuat modal. Utang ini bisa dihitung sebagai modal pelengkap atau Tier 2.

Dengan cara ini, bank memenuhi syarat permodalan tanpa menerbitkan saham baru.

Fungsi Pinjaman Subordinasi

Meskipun berisiko, instrumen ini punya beberapa fungsi bagi penerbitnya. Berikut ini rinciannya.

  • Memperkuat modal pelengkap (Tier 2) bagi bank dan lembaga keuangan.
  • Menambah dana jangka panjang tanpa mengurangi kepemilikan pemegang saham.
  • Menjaga rasio keuangan agar tetap sehat di mata regulator.
  • Mendukung ekspansi tanpa mengganggu arus kas jangka pendek.

Risiko Pinjaman Subordinasi

Di sisi pemberi dana, ada beberapa risiko yang perlu kamu perhitungkan.

  • Risiko gagal bayar tinggi, karena posisi klaim berada di bawah.
  • Dana sulit dicairkan sebelum jatuh tempo karena pasarnya tidak aktif.
  • Nilai pinjaman bisa dipotong (haircut) saat perusahaan direstrukturisasi.
  • Peringkat kreditnya rendah, sering di bawah BB menurut lembaga pemeringkat.

BACA JUGA: Apa Itu Pemutihan BI Checking dan Berapa Lama Prosesnya? Ini Jawabannya

Yuk, Kembangkan Bisnismu Pakai Kredit Modal Kerja dari Bank Saqu!

Pinjaman subordinasi dipakai perusahaan besar dengan skema yang panjang. Untuk menjaga arus kas usaha sehari-hari, kamu bisa mempertimbangkan pinjaman jangka pendek. 

Salah satunya, Kredit Modal Kerja dari Bank Saqu yang bunganya kompetitif. 

Prosesnya pun mudah, jadi kamu bisa fokus mengurus bisnis tanpa khawatir soal modal. Jika masih butuh dana setelah masa pinjaman berakhir, tenor dan plafonnya bisa diperpanjang. 

Bank Saqu berizin dan diawasi OJK serta Bank Indonesia. Segera cek Kredit Modal Kerja dari Bank Saqu untuk informasi lebih lanjut!