Saku 101

Apa Itu Refinancing? Ini Definisi dan Cara Kerjanya!

29 Jun 2026

thumbnail

Pernah merasa cicilan rumah, kendaraan, atau modal usaha terasa makin berat seiring waktu? Bisa jadi suku bunga pinjaman kamu saat ini lebih tinggi dari rata-rata pasar, atau tenor yang dipilih dulu sudah tidak sesuai dengan kondisi keuangan sekarang.

Kalau benar faktanya seperti itu, ada satu strategi finansial yang bisa kamu pertimbangkan, yaitu refinancing.

Bagi warga Bank Saqu yang punya komitmen kredit jangka panjang, memahami cara kerja refinancing merupakan langkah cerdas untuk meringankan beban cicilan sekaligus menjaga arus kas tetap sehat.

Yuk, simak penjelasan lengkap apa itu refinancing mulai dari definisi, cara kerja, jenis-jenis, hingga manfaatnya berikut ini!

BACA JUGA: Buka Usaha dengan Modal Kecil: Panduan Praktis Memulai Bisnis dari Nol

Apa Itu Refinancing?

Refinancing adalah strategi keuangan berupa pengajuan pinjaman baru untuk melunasi utang lama dengan tujuan memperoleh persyaratan yang lebih menguntungkan. Secara terminologis, istilah refinancing berarti "pendanaan kembali".

Lewat refinancing, kamu mengganti perjanjian kredit lama dengan yang baru dengan ketentuan yang lebih ringan, misalnya suku bunga lebih rendah, tenor lebih fleksibel, atau cicilan bulanan yang lebih sesuai kemampuan saat ini.

Strategi refinancing sudah sangat umum diterapkan pada produk kredit jangka panjang dengan plafon besar, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kredit kendaraan, hingga kredit modal usaha.

Bagaimana Cara Kerja Refinancing?

Cara kerja refinancing sebenarnya cukup sederhana. Sebagai debitur, kamu mengajukan pinjaman baru ke lembaga kredit, baik itu ke bank yang sama maupun bank yang berbeda, dengan tujuan untuk melunasi sisa utang lama.

Bank kemudian akan melakukan peninjauan ulang, mulai dari skor kredit, riwayat pembayaran, kondisi finansial terkini, sampai nilai aset jaminan apabila ada. Kalau permohonan refinancing disetujui, kamu akan mendapatkan perjanjian kredit baru yang menggantikan perjanjian sebelumnya.

Selanjutnya, kamu tinggal mencicil pinjaman baru sesuai kesepakatan, sementara utang lama dianggap lunas oleh bank pemberi refinancing.

Jenis-Jenis Refinancing

Refinancing terbagi ke dalam beberapa jenis utama yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial kamu. Berikut adalah beberapa jenis refinancing yang perlu kamu ketahui:

1. Rate-and-Term Refinancing

Rate-and-Term Refinancing merupakan salah satu jenis refinancing yang paling umum dilakukan.

Kamu mengganti pinjaman lama dengan pinjaman baru murni untuk mendapatkan suku bunga lebih rendah atau tenor yang lebih sesuai, tanpa menambah jumlah pokok utang. 

Misalnya, mengajukan refinancing ke lembaga berbunga 8% untuk melunasi pinjaman berbunga 12%.

2. Cash-Out Refinancing

Cash-out refinancing memungkinkan kamu mengajukan pinjaman baru dengan nilai lebih besar dari sisa utang lama, berdasarkan nilai aset jaminan yang sudah meningkat. 

Nah, selisih dananya bisa dicairkan menjadi dana tunai untuk keperluan lain, seperti renovasi rumah, modal usaha, atau kebutuhan mendesak.

3. Cash-In Refinancing

Berbeda dengan cash-out, cash-in refinancing dilakukan dengan menyetorkan sejumlah uang tunai untuk mengurangi sisa pokok utang.

Dengan pokok yang lebih kecil, cicilan ke depannya jadi lebih ringan dan total bunga yang harus dibayar pun berkurang.

4. Consolidation Refinancing

Kamu punya beberapa pinjaman sekaligus dengan bunga tinggi? Consolidation refinancing bisa menjadi solusi kamu menggabungkan semuanya menjadi satu pinjaman baru.

Selain bisa mendapatkan bunga yang lebih kompetitif, consolidation refinancing dapat membantu manajemen keuangan kamu jadi lebih rapi karena hanya ada satu cicilan yang perlu dipantau.

Manfaat Refinancing yang Perlu Diketahui

Lantas, sebenarnya apa manfaat refinancing untuk keuangan kamu?

Berikut beberapa manfaat utama yang membuat refinancing banyak dipilih sebagai strategi keuangan:

  • Penghematan Bunga: Mendapatkan suku bunga yang lebih kompetitif dibanding kesepakatan awal, sehingga total biaya pinjaman lebih hemat dalam jangka panjang.
  • Arus Kas Lebih Terjaga: Dengan menyesuaikan tenor atau bunga, cicilan bulanan jadi tidak memberatkan kondisi keuangan.
  • Konsolidasi Utang: Beberapa utang bisa digabung jadi satu, sehingga pengelolaannya lebih mudah dan risiko lupa bayar berkurang.
  • Potensi Menerima Dana Tambahan: Lewat cash-out refinancing, kamu juga berpotensi memperoleh dana tunai dari kenaikan nilai aset jaminan.

Meski refinancing terlihat menguntungkan, pastikan kamu mempertimbangkan biaya administrasi, penalti pelunasan dipercepat, serta total biaya pinjaman baru secara menyeluruh sebelum mengajukan refinancing, ya.

BACA JUGA: Strategi Gamifikasi ala Squid Game untuk Solopreneur

Refinancing Aset Usaha Lebih Mudah dengan Kredit Investasi Bank Saqu

Demikian ulasan singkat mengenai apa itu refinancing, cara kerja, jenis-jenis, hingga manfaatnya untuk arus keuangan.

Nah, buat warga Bank Saqu yang sedang membangun atau mengembangkan bisnis, refinancing bisa jadi langkah strategis untuk meringankan beban cicilan aset usaha sekaligus menjaga operasional tetap berjalan lancar, lho.

Bank Saqu menghadirkan Kredit Investasi sebagai fasilitas pembiayaan untuk mendukung pembelian aktiva tetap, ekspansi usaha, hingga refinancing aset.

Dengan fleksibilitas pembayaran yang bisa disesuaikan dengan kemampuan bisnis masing-masing, Kredit Investasi dari Bank Saqu membantu kamu mengatur angsuran bulanan tanpa membebani arus kas operasional.

Kredit Investasi dari Bank Saqu juga terbuka untuk perorangan pelaku usaha maupun badan usaha yang membutuhkan dukungan finansial dalam pengembangan bisnis.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera pelajari detail Kredit Investasi dari Bank Saqu sekarang dan wujudkan langkah bisnis kamu selanjutnya bersama Bank Saqu!