Inspirasi Warga

Apa Itu Suku Bunga BI? Kenali Fungsi dan Dampaknya

21 Okt 2026

thumbnail

Suku bunga BI merupakan salah satu indikator ekonomi yang penting untuk dipahami karena dapat memengaruhi biaya pinjaman, imbal hasil simpanan, hingga aktivitas bisnis. Adanya perubahan suku bunga acuan akan mempengaruhi keputusan masyarakat dalam mengatur keuangan, mulai dari mengambil kredit, menentukan investasi, bahkan sesimpel keputusan transaksi harian. 

Suku bunga cuan merupakan salah satu instrumen kebijakan moneter Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas ekonomi. Lantas, apa yang dimaksud dengan suku bunga BI Rate, bagaimana fungsinya, dan apa saja dampaknya terhadap keuangan sehari-hari? Simak penjelasan berikut.

BACA JUGA: Apa Itu Bunga Efektif? Kenali Cara Kerjanya dalam Kredit

Apa Itu Suku Bunga BI?

Suku bunga BI atau BI-Rate adalah kebijakan suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk mengarahkan kebijakan moneter. Penetapannya dilakukan melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi, perkembangan inflasi, stabilitas nilai tukar rupiah, serta berbagai risiko dari dalam maupun luar negeri.

BI-Rate adalah salah satu acuan untuk menentukan arah suku bunga di pasar keuangan. Ketika BI mengubah suku bunga kebijakannya, perbankan dan pelaku pasar dapat menyesuaikan keputusan mereka berdasarkan kondisi likuiditas, biaya dana, serta risiko yang dihadapi.

Meski demikian, suku bunga BI Rate tidak sama dengan bunga yang langsung dikenakan bank kepada nasabah. Suku bunga kredit, tabungan, dan deposito masing-masing bank tetap ditentukan berdasarkan kebijakan internal, kondisi pasar, biaya operasional, serta karakteristik produk yang ditawarkan.

Fungsi Suku Bunga BI dalam Perekonomian

Penetapan suku bunga acuan berperan penting dalam menjaga keseimbangan perekonomian. Berikut beberapa fungsi utamanya.

1. Membantu Mengendalikan Inflasi

Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam suatu periode. Jika tingkat inflasi tinggi, Bank Indonesia bisa menaikkan suku bunga supaya permintaan dalam perekonomian terkendali.

Suku bunga yang lebih tinggi dapat membuat biaya pinjaman meningkat sehingga masyarakat dan perusahaan cenderung lebih berhati-hati dalam menggunakan kredit. Terkendalinya permintaan dapat membantu meredakan tingginya harga di pasar. Namun, jika inflasi terkendali dan kondisi ekonomi membutuhkan dukungan, Bank Indonesia dapat melakukan penurunan suku bunga sebagai salah satu kebijakan untuk mendukung aktivitas ekonomi. 

2. Memengaruhi Suku Bunga Perbankan

Suku bunga acuan menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan bank dalam menentukan bunga simpanan maupun pinjaman. Perubahan BI-Rate dapat memengaruhi biaya dana perbankan dan keputusan penyaluran kredit.

Namun, dampaknya tidak selalu langsung atau seragam. Setiap bank memiliki struktur pendanaan, likuiditas, dan strategi bisnis yang berbeda. Karena itu, bunga kredit maupun bunga simpanan dapat berubah pada waktu dan besaran yang berbeda.

3. Menjaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Pergerakan suku bunga juga dapat memengaruhi daya tarik aset keuangan dalam mata uang rupiah bagi investor. Dalam kondisi tertentu, suku bunga yang lebih menarik dapat mendukung aliran modal masuk dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar.

Meski begitu, nilai tukar tidak hanya ditentukan oleh suku bunga. Kondisi ekonomi global, risiko geopolitik, neraca perdagangan, dan sentimen investor juga dapat memengaruhi pergerakan rupiah.

4. Mendukung Pertumbuhan Ekonomi

Suku bunga turut memengaruhi keputusan masyarakat untuk berbelanja, membeli rumah, atau mengambil pinjaman usaha. Perubahan biaya pembiayaan bisa memengaruhi rencana investasi dan ekspansi bisnis para pelaku usaha.

Dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi secara menyeluruh, Bank Indonesia berupaya menyeimbangkan kebutuhan untuk menjaga stabilitas harga dan nilai tukar dengan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Perkembangan Suku Bunga BI Rate Terbaru

Sesuai kebijakan terbaru Bank Indonesia terkait suku bunga pada 23 September 2026, BI rate saat ini adalah 5,75%. Keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal sekaligus mendukung pencapaian sasaran inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Angka tersebut menggambarkan keputusan kebijakan pada periode tersebut, bukan berarti bunga seluruh produk perbankan berada di level yang sama. Untuk mengetahui perkembangan terbaru, kamu bisa memantau pengumuman resmi melalui situs Bank Indonesia.

Dampak Suku Bunga BI terhadap Keuangan Pribadi

Perubahan suku bunga acuan dapat memengaruhi kondisi keuangan rumah tangga melalui beberapa jalur. Besarnya dampak yang dirasakan bergantung pada jenis produk keuangan yang digunakan dan kondisi masing-masing bank.

1. Cicilan Kredit Bisa Berubah

Ketika suku bunga acuan meningkat, biaya pendanaan perbankan berpotensi ikut naik. Kondisi ini dapat mendorong bank menyesuaikan bunga pinjaman baru, termasuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kredit kendaraan, dan Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Bagi nasabah yang sudah memiliki pinjaman dengan suku bunga mengambang (floating rate), cicilan berpotensi meningkat apabila bunga kreditnya disesuaikan. Sebaliknya, kredit dengan bunga tetap biasanya mengikuti ketentuan yang telah disepakati selama periode bunga tetap berlaku.

Karena itu, sebelum mengambil pinjaman, periksa jenis suku bunga, periode penyesuaian, dan kemampuan membayar cicilan jika bunga meningkat.

2. Bunga Tabungan dan Deposito Berpotensi Menyesuaikan

Perubahan BI-Rate juga dapat memengaruhi strategi bank dalam menawarkan bunga simpanan. Dalam kondisi tertentu, kenaikan suku bunga acuan dapat diikuti penawaran bunga deposito yang lebih tinggi untuk menarik dana masyarakat.

Namun, perubahan tersebut tidak otomatis berlaku pada semua tabungan atau deposito. Besaran bunga tetap bergantung pada kebijakan masing-masing bank, jenis simpanan, nominal penempatan, dan jangka waktu.

Jika ingin memanfaatkan simpanan berbunga, bandingkan tingkat bunga, biaya administrasi, ketentuan pencairan, dan perlindungan simpanan sesuai ketentuan yang berlaku. Pastikan pula produk yang dipilih sesuai dengan kebutuhan likuiditasmu.

3. Investasi Bisa Mengalami Perubahan Risiko dan Imbal Hasil

Perubahan suku bunga dapat memengaruhi berbagai instrumen investasi. Misalnya, kenaikan suku bunga berpotensi menekan harga obligasi yang sudah beredar, terutama ketika investor menuntut imbal hasil lebih tinggi dari obligasi baru.

Di pasar saham, dampaknya bisa berbeda untuk setiap perusahaan. Bisnis dengan utang besar atau kebutuhan pendanaan tinggi dapat menghadapi kenaikan biaya bunga, sedangkan sektor lain mungkin lebih tahan terhadap perubahan tersebut.

Sementara itu, properti juga bisa terdampak ketika bunga KPR meningkat karena sebagian calon pembeli mungkin menunda pembelian. Meski demikian, kondisi pasar, pendapatan masyarakat, dan prospek bisnis tetap menjadi faktor penting yang perlu dipertimbangkan.

Apa yang Perlu Dilakukan Saat Suku Bunga BI Berubah?

Dengan memahami arah kebijakan suku bunga, kamu bisa mengambil keputusan keuangan yang lebih terencana. Beberapa hal yang perlu dilakukan adalah:

  • Evaluasi cicilan dan utang. Periksa apakah pinjaman menggunakan bunga tetap atau mengambang dan siapkan ruang dalam anggaran jika cicilan berubah.
  • Bangun dana darurat. Sisihkan dana secara bertahap untuk menghadapi kebutuhan mendadak tanpa harus bergantung pada pinjaman.
  • Bandingkan produk simpanan. Jangan hanya melihat tingkat bunga, tetapi pertimbangkan juga biaya, akses dana, dan ketentuan produk.
  • Sesuaikan investasi dengan tujuan. Pertimbangkan jangka waktu, toleransi risiko, dan kebutuhan likuiditas sebelum mengubah portofolio.
  • Pantau informasi resmi. Ikuti keputusan RDG Bank Indonesia dan periksa ketentuan produk keuangan langsung dari penyedia layanan.

Dengan langkah tersebut, kamu dapat menyesuaikan strategi keuangan berdasarkan kondisi yang ada tanpa terburu-buru mengambil keputusan hanya karena perubahan suku bunga.

BACA JUGA: Biar Gak Rugi, Pahami Dulu Cara Menghitung Bunga Pinjaman yang Benar

Kembangkan Dana dengan Deposito Reguler Bank Saqu

Setelah memahami perubahan suku bunga BI, kamu akan lebih mudah memilih produk investasi yang sesuai dengan tujuan keuanganmu. Jika ingin mengembangkan dana sekaligus memiliki pilihan jangka waktu yang fleksibel, kamu bisa mempertimbangkan Deposito Reguler dari Bank Saqu.

Nikmati bunga tinggi hingga 7% p.a. dengan penempatan awal mulai dari Rp1.000.000. Kamu juga bisa memilih tenor sesuai kebutuhan, mulai dari 7 hari, 14 hari, 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan.

Menariknya, Deposito Reguler Bank Saqu bisa dicairkan kapan saja tanpa denda atau penalti jika dicairkan sebelum jatuh tempo, sesuai ketentuan produk yang berlaku. Dengan begitu, kamu bisa merencanakan penyimpanan dana secara lebih fleksibel.

Pahami perkembangan suku bunga BI agar keputusan keuanganmu semakin terarah. Yuk, kembangkan dana bersama Deposito Reguler Bank Saqu dan pilih tenor yang sesuai dengan kebutuhanmu!

Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.